|
“TUHAN menjaga orang-orang asing, anak-anak yatim dan janda
ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik
dibengkokkan-Nya.” Mazmur 146:9
Dalam ayat di atas pemazmur mengemukakan secara berdampingan
dua sisi yang begitu seimbang dari karakter Tuhan: di satu
sisi, kepedulian dan kasih Tuhan terhadap orang-orang asing (orang-orang
yang jauh dari kampung halamannya), anak-anak yatim dan
janda-janda; dan di sisi lain, tindakan-Nya yang keras
terhadap orang-orang jahat. Sebagai orang Kristen kita pada
umumnya tidak diharapkan menjadi “tangan” Tuhan yang akan
langsung menghukum orang-orang , melainkan kita dituntut untuk
menyatakan belas kasihan-Nya kepada orang-orang yang berada
dalam kesulitan - terutama para janda dan yatim piatu.
Kita cenderung berbicara mengenai ibadah dalam arti yang umum
tanpa menyadari bahwa sebenarnya Alkitab memberikan suatu
definisi yang spesifik sekali mengenai ibadah yang benar di
mata Tuhan. Seringkali Tuhan memakai ukuran yang berbeda
dengan yang dipakai manusia. Banyak hal yang kita anggap
sebagai ibadah yang benar ternyata tidak benar di mata Tuhan.
Definisi ibadah yang benar menurut Tuhan terdapat dalam
Yakobus 1:27: “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat
di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan
janda-janda dalam kesusahan mereka., dan menjaga supaya
dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” Definisi
tersebut mempunyai dua sisi: Sisi pertama, yaitu
tindakan-tindakan nyata untuk menolong janda-janda dan yatim
piatu; Sisi kedua, yaitu menjaga menjaga diri supaya tidak
tercemar oleh dunia. Yang sering terjadi adalah bahwa
orang-orang yang kita anggap “agamawi” umumnya begitu kuat
dalam menentang hal-hal yang bersifat “duniawi” ,namun mereka
jarang sekali atau bahkan tidak pernah melakukan apa-apa untuk
menolong janda-janda dan yatim piatu.
Satu hal yang tidak perlu diragukan lagi di zaman sekarang ini
adalah: apabila kita benar-benar peduli dan prihatin akan
kesusahan para janda dan yatim piatu, kesempatan untuk berbuat
sesuatu bagi mereka terbuka seluas-luasnya. Hampir di setiap
negara kita dapat mendengar jerit tangis mereka yang meminta
tolong kepada kita. Jika kita diam saja dan tidak berbuat
sesuatu, itu pasti bukan karena tidak ada kesempatan,
melainkan karena kita tidak berniat untuk menolong mereka.
Tanggapan Iman:
Tuhan, aku bersedia memikul tanggung jawab yang Engkau berikan
kepadaku untuk menolong orang-orang yang berada dalam
kesusahan, khususnya para janda dan yatim piatu.
(Nantikan artikel selanjutnya!) |