» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Derek Prince Ministries Indonesia


IBADAH YANG BERKENAN
DI HADAPAN TUHAN

 



“TUHAN menjaga orang-orang asing, anak-anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.” Mazmur 146:9


Dalam ayat di atas pemazmur mengemukakan secara berdampingan dua sisi yang begitu seimbang dari karakter Tuhan: di satu sisi, kepedulian dan kasih Tuhan terhadap orang-orang asing (orang-orang yang jauh dari kampung halamannya), anak-anak yatim dan janda-janda; dan di sisi lain, tindakan-Nya yang keras terhadap orang-orang jahat. Sebagai orang Kristen kita pada umumnya tidak diharapkan menjadi “tangan” Tuhan yang akan langsung menghukum orang-orang , melainkan kita dituntut untuk menyatakan belas kasihan-Nya kepada orang-orang yang berada dalam kesulitan - terutama para janda dan yatim piatu.

Kita cenderung berbicara mengenai ibadah dalam arti yang umum tanpa menyadari bahwa sebenarnya Alkitab memberikan suatu definisi yang spesifik sekali mengenai ibadah yang benar di mata Tuhan. Seringkali Tuhan memakai ukuran yang berbeda dengan yang dipakai manusia. Banyak hal yang kita anggap sebagai ibadah yang benar ternyata tidak benar di mata Tuhan.

Definisi ibadah yang benar menurut Tuhan terdapat dalam Yakobus 1:27: “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka., dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” Definisi tersebut mempunyai dua sisi: Sisi pertama, yaitu tindakan-tindakan nyata untuk menolong janda-janda dan yatim piatu; Sisi kedua, yaitu menjaga menjaga diri supaya tidak tercemar oleh dunia. Yang sering terjadi adalah bahwa orang-orang yang kita anggap “agamawi” umumnya begitu kuat dalam menentang hal-hal yang bersifat “duniawi” ,namun mereka jarang sekali atau bahkan tidak pernah melakukan apa-apa untuk menolong janda-janda dan yatim piatu.

Satu hal yang tidak perlu diragukan lagi di zaman sekarang ini adalah: apabila kita benar-benar peduli dan prihatin akan kesusahan para janda dan yatim piatu, kesempatan untuk berbuat sesuatu bagi mereka terbuka seluas-luasnya. Hampir di setiap negara kita dapat mendengar jerit tangis mereka yang meminta tolong kepada kita. Jika kita diam saja dan tidak berbuat sesuatu, itu pasti bukan karena tidak ada kesempatan, melainkan karena kita tidak berniat untuk menolong mereka.

Tanggapan Iman:

Tuhan, aku bersedia memikul tanggung jawab yang Engkau berikan kepadaku untuk menolong orang-orang yang berada dalam kesusahan, khususnya para janda dan yatim piatu.



(Nantikan artikel selanjutnya!)

 

| A R S I P |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi