|
Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata:
“Engkaulah Allahku!” Masa hidupku ada dalam tangan-Mu…
Mazmur 31:15-16
Betapa dalamnya pewahyuan yang kita dapatkan disini, yaitu
bahwa sesungguhnya Tuhan berdaulat penuh atas seluruh waktu
dalam kehidupan kita! Dan betapa kita diberkati oleh pewahyuan
tersebut! Tuhan adalah satu-satu-Nya yang berkuasa atas waktu
dan mengendalikan waktu di alam semesta ini. Kekuasaan Tuhan
ini diperlihatkan dengan indah sekali melalui peredaran
benda-benda di langit. Sekian banyak bintang yang tak
terhitung jumlahnya beredar tanpa henti di alam ini. Dengan
jadwal dan jalur yang sedemikian tepatnya, sehingga tidak
pernah terjadi tabrakan antara satu bintang dengan yang
lainnya. Tidak ada satu bintang pun yang menyimpang dari jalur
atau jadwal yang telah ditetapkan baginya.
Semuanya itu jelas bukan merupakan hasil proses mekanis yang
terjadi begitu saja, tanpa pemikiran yang matang. Sebaliknya,
keadaan tadi menunjukkan keterlibatan Tuhan secara pribadi
terhadap alam semesta ciptaan-Nya. Tuhanlah yang memberi nama
kepada setiap bintang dan yang menjaga agar bintang itu tetap
pada jalurnya. Yesaya mengingatkan kita bahwa Dialah “…yang
menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara
mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya?
Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan
maha kuat!” (Yesaya 40:26).
Sedemikian cermat dan sempurnanya Tuhan mengatur pergerakan
bintang-bintang. Secermat dan sesempurna itu pula Ia mengatur
perjalanan kehidupan kita masing-masing, khususnya unsur waktu
dalam kehidupan kita. Ia melihat setiap peristiwa sebelum
peristiwa itu sendiri terjadi. Bisa saja kita terkejut dan
tidak siap menghadapi suatu krisis yang timbul secara tak
terduga. Tetapi Tuhan tidak pernah demikian. Di tengah-tengah
krisis semacam itu secara konsisten dan tanpa pernah
terburu-buru Ia terus melaksanakan rencana-Nya bagi kehidupan
kita.
Bagi saya pribadi, faktor waktu merupakan unsur kehidupan yang
paling sulit untuk dikendalikan. Waktu bahkan lebih sulit
diatur dibandingkan dengan uang. Namun saya belajar bahwa
jalan keluar untuk persoalan itu adalah dengan menyerahkan
seluruh waktu saya ke dalam pengendalian Tuhan , dengan
berkata seperti Daud: “Masa hidupku ada dalam tangan-Mu.”
Pada permulaan setiap hari yang baru saya selalu berdoa supaya
sepanjang hari itu saya “senantiasa berada di tempat yang
tepat pada waktu yang tepat.” Dengan cara tersebut hal-hal
yang terjadi di sepanjang hari itu akan mengikuti rencana
Tuhan, sama pastinya seperti bintang-bintang beredar menurut
jalurnya.
Tanggapan Iman:
Tuhan, aku mohon dan aku percaya engkau mengatur setiap waktu
dalam kehidupanku sama seperti Engkau mengatur perjalanan
bintang-bintang di langit.
(Nantikan artikel selanjutnya!) |