HOME ABOUT US KESAKSIAN AGENDA GEREJA LINK CONTACT US



 

Derap Remaja Edisi 43
Januari-Juni 2018
Bahan Pembinaan Remaja Gereja Kristen Indonesia


Pembayaran dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Via Bank:
Tahapan BCA no. 0372999053, an. Wisnu Sapto Nugroho
Segera kirimkan pemberitahuan pengiriman bank.
2. Via Pos Wesel:
dengan cara memakai blangko yang dilampirkan dalam surat pengantar.
Pdt. Wisnu Sapto Nugroho, Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Alamat Sekretariat & Distribusi DERAP REMAJA:
Samirono Baru 71 Kompleks LPPS Yogyakarta 55281

Harga per eksemplar Rp. 40.000,-

 

April 2018
Kuasa Tuhan Yesus 

 

- Kuasa Kebangkitan - Kuasa Pendamaian
- Kuasa Pemulihan - Kuasa Pemberdayaan
- Kuasa Penyertaan

 

April 2018 Minggu III

1 Korintus 15: 1-11
Bahan yang diperlukan: -

 

Fokus
_____________________

 
Paska atau kebangkitan Yesus adalah peristiwa yang sangat penting, bukan sekadar perayaan agamawi. Kebangkitan Kristus penting karena jika Dia tidak dibangkitkan dari antara orang mati maka sia¬sialah iman kepada-Nya. Dia yang bangkit adalah adalah sumber kebangkitan kita (bdk. 1 Kor. 15:17). Sebab itu, kebangkitan Yesus memiliki kuasa untuk mengubah kehidupan. Pengalaman kebangkitan Yesus yang mengubah dan memulihkan dialami oleh Rasul Paulus. Pemulihan itu menjadikan Paulus hadir sebagai saksi Kristus dengan menjadi agen pemulihan bagi jemaat-jemaat yang dilayaninya. Kebangkitan Yesus yang dialami oleh para rasul juga dialami oleh remaja Kristen masa kini. Ia bangkit dan memulihkan seluruh sendi kehidupan. Melalui pelajaran ini remaja diharap dapat menyebutkan arti kuasa pemulihan Kristus dan percaya bahwa kebangkitan Kristus memulihkan hidupnya.
 

Penjelasan Teks
_____________________


Konflik di jemaat Korintus membuat Paulus prihatin. Rasa prihatin membuat dia menasihati jemaat dengan cara mengirimkan surat pastoral. Salah satu bagian penting dari surat pastoralnya adalah ajaran tentang kebangkitan Yesus. Dengan menegaskan ajaran ini Paulus berharap jemaat Korintus bertekad memulihkan hidup bersama.
Pada ayat 1 dan 2 Paulus mengingatkan jemaat Korintus tentang hal yang mendasar dari Injil. Hal yang mendasar itu adalah tentang kebenaran yang menjadi pokok pemberitaannya dan satu-satunya dasar keselamatan jemaat di Korintus sebagai orang Kristen. Peringatan tersebut dipandang perlu oleh Paulus agar pemahaman dan iman jemaat tentang kebangkitan Yesus tidak keliru. Penjelasan itu dilanjutkan pada ayat 3 dan 4. Pada ayat ini Paulus meyakinkan jemaat bahwa Yesus telah mati karena dosa-dosa manusia dan Ia telah bangkit pada hari yang ketiga. Kematian dan kebangkitan Yesus itu sudah lama dijanjikan oleh Allah sebagaimana ditulis dalam Kitab Suci. Janji tentang kebangkitan Yesus sudah terwujud. Melalui salib Ia sengsara, disalibkan, mati dan dikuburkan. Kematian-Nya merupakan hal yang benar-benar terjadi. Namun kematian bukan akhir dari karya-Nya.

Kata yang digunakan oleh Paulus untuk menyebut kebangkitan Yesus adalah "dibangkitkan" (ayat 4). Secara kronologis, Rasul Paulus memakai kata ini dengan sengaja untuk menunjukkan keallahan Yesus. Ia memakai kata bentuk pasif (Yesus disalibkan, Yesus dibangkitkan) untuk menyebut kebangkitan Yesus sebagai tindakan Bapa. Setelah Yesus bangkit dari antara orang mati Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Pada ayat 5 dan 6 Paulus menunjukkan pada siapa saja Yesus menampakkan diri. Ia menampakkan diri-Nya pada Kefas, keduabelas murid dan menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus orang sekaligus. Pada saat Paulus menulis suratnya kepada jemaat Korintus disebutkan pula bahwa mereka yang melihat kebangkitan Yesus itu masih hidup. Dengan memperlihatkan daftar murid-murid Yesus yang melihat penampakan Yesus, Paulus ingin menunjukkan bahwa semua yang dikatakannya adalah sebuah kebenaran dan bisa dibuktikan. Kata "menampakkan diri" menunjukkan tindakan aktif. Dari sini kita menemukan perubahan dari kata pasif (disalibkan, dibangkitkan) menjadi kata aktif (menampakkan diri). Perubahan dari bentuk pasif ke aktif menunjukkan sifat kebangkitan yaitu dari pasif (mati) ke aktif (bangkit). Realitas keberdosaan menjadikan manusia pasif (mati). Sebaliknya, kebangkitan mengubah manusia menjadi aktif.

Mengapa nama Yakobus serasa spesial sehingga perlu disampaikan pada jemaat Korintus? Yakobus adalah saudara Yesus (putra Maria dan Yusuf) yang belum percaya pada waktu Yesus masih hidup dan melakukan karya-Nya (Yoh. 7:5). Ia bertobat setelah kebangkitan Yesus (Kis. 1:14). Akhirnya Yakobus menjadi tokoh jemaat di Yerusalem (Gal. 2:9). Jemaat-jemaat gereja perdana memandang Yerusalem sebagai pusat kekristenan. Dengan menunjukkan Yakobus yang percaya pada Yesus, Paulus menunjukkan pada jemaat Korintus tentang perubahan hidup seseorang setelah mengalami kebangkitan Yesus.
Setelah menceritakan penampakan Yesus kepada para rasul, pada ayat 8 dan 9 Paulus menceritakan penampakan Tuhan Yesus pada dirinya. Bagi Paulus, penampakan Yesus kepadanya dirasa seperti kepada anak yang belum waktunya dilahirkan. Hal ini menunjuk pada pertobatan Paulus yang mendadak. Ia yang dulunya seorang penentang Kristus dan penganiaya Jemaat, kini diubah-Nya. Maka dari itu, Paulus menyebut dirinya yang paling hina daripada para rasul lainnya. Penyebutan ini bukan berarti bahwa pelayanan Paulus lebih rendah daripada para rasul lainnya, melainkan menunjukkan bahwa sebelum menjadi rasul, Paulus menganiaya jemaat. Kebangkitan Yesus menjadi titik balik untuk mengalami perubahan. Hidupnya dipulihkan oleh Kristus. Pemulihan itu adalah kasih karunia Allah.

Berdasar kasih karunia itu Paulus dipanggil untuk menjadi pelayan pemulihan. Agar kasih karunia Allah yang ada padanya tidak menjadi sia-sia, Paulus mengabdikan diri dengan bekerja lebih keras dibanding utusan-utusan Tuhan yang lain. Ia menghayati kerja kerasnya sebagai ucapan syukur atas pemulihan yang dinyatakan Allah kepadanya.
Pada ayat 11 Paulus menegaskan, bahwa dirinya dan para rasul lainnya dapat mengajar dan melayani, sehingga mereka menjadi percaya itu hanya kasih karunia Allah. Hal tersebut agar menjadi pemahaman jemaat Korintus. Dengan menunjukkan kesatuan hati di antara para rasul dan dirinya, Paulus mengajak jemaat Korintus menghayati kebangkitan Yesus sebagai kebangkitan yang memulihkan hidup jemaat baik personal maupun komunal.


Pengenaan
_____________________


Kebangkitan Yesus disertai dengan penampakan-Nya kepada banyak orang. Para rasul yang menyaksikan penampakan-Nya menjadi saksi sepanjang zaman: Yesus benar-benar bangkit dari antara orang mati. Para penyaksi Yesus yang bangkit mengalami pemulihan dalam hidup. Yakobus, saudara Yesus pada awalnya tidak percaya pada kemesiasan Yesus. Namun setelah mengalami kebangkitan¬Nya, ia percaya Yesus dan menjadi tokoh gereja di Yerusalem. Paulus mengalami pemulihan karena Yesus yang bangkit. Dari seorang pembenci Yesus dan pembunuh pengikut-pengikut-Nya berubah menjadi seorang yang cinta pada kehidupan dan memberitakan Injil Yesus Kristus.
Hal lain yang perlu dihayati dari kebangkitan Yesus adalah perubahan dari kematian (pasif) menuju kehidupan (aktif). Kebangkitan menjadikan manusia mengalami pemulihan sehingga yang pada mulanya pasif, tidak bergerak, mati menjadi hidup dan bertindak. Dengan dasar itu, Paulus mengajak jemaat Korintus agar mengimani kebangkitan Yesus supaya mereka mengalami pemulihan. Dia yang bangkit memulihkan konflik dalam jemaat. Berita tentang kebangkitan Yesus yang memulihkan juga menyapa remaja Kristen saat ini. Alami dan hayatilah kebangkitan-Nya yang mengubah hidup. Mengalarni dan menghayati hanya bisa terjadi karena iman pada Kristus. Maka dari itu, remaja diajak untuk beriman pada Yesus agar mengalami perubahan hidup dari pasif menjadi aktif dan dalam sehari-hari remaja menjadi pembawa pemulihan.
 

Langkah-langkah Penyampaian
___________________________


1. Awali dengan mengajak remaja menghayati ilustrasi (terlampir). Sampaikan pada remaja bahwa kisah yang dialami oleh Andrew Chan adalah kisah nyata dari seorang yang mengalami pemulihan. Pemulihannya adalah karena iman pada Yesus yang bangkit. Dulu ia pasif (mati) menjadi aktif (hidup).
2. Ajak remaja membaca 1 Korintus 15:1-11 dan sampaikan Penjelasan Teks. Berikan penekanan tentang bagaimana para penyaksi Yesus mengalami pemulihan hidup (bandingkan pula dengan Pengenaan).
3. Berikan penegasan pada remaja tentang makna beriman pada Yesus yang bangkit dalam konteks masa kini.
4. Ajak remaja meneladani Paulus yang melakukan karya nyata setelah dirinya dipulihkan dalam kebangkitan Yesus.
5. Akhiri dengan mengajak remaja melakukan kegiatan.
 

Kegiatan
_____________________

Sharing Perubahan dari Pasif Menjadi Aktif

• Mintalah remaja membentuk kelompok masing-masing terdiri dari 4 orang.
• Mintalah remaja menceritakan pengalaman-pengalaman tentang perubahan dari sikap pasif (malas belajar, malas baca, tidak mau membantu orang tua, malas melakukan berbagai hal) menjadi aktif (gemar belajar, membaca, membantu orang tua, melakukan hal-hal yang baik). Pengalaman yang diceritakan bisa juga pengalaman yang dialami sejak masa kanak-kanak.
• Setelah saling bercerita, remaja diminta saling memberikan dukungan positif.
• Akhiri dengan doa bersama.
 

Ilustrasi
_____________________


Kebangkitan Yesus Memulihkan Andrew Chan

Di pengujung April ini, tepatnya 29 April 2015, rakyat dikejutkan dengan berita eksekusi delapan terpidana hukuman mati kasus narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan. Salah seorang terpidana mati yang kisah hidupnya menarik perhatian banyak orang adalah Andrew Chan, gembong narkoba dari kelompok Bali Nine.
Sebelum dieksekusi mati, ia menulis surat yang isinya menyesali pilihan hidupnya yang salah dengan menjadi otak penyelundupan 8,3 kilogram (kg) heroin ke Indonesia. Hal itu membuatnya harus menerima hukuman mati di pengadilan dan menanti eksekusi di balik jeruji besi LP Kerobokan, Bali. Dalam suratnya itu. Chan mendorong pemuda di Australia untuk mencari bantuan dari konseling sekolah. pusat kepemudaan, atau gereja agar hidupnya tidak berakhir seperti dia.
 

Chan menjadi penghuni LP sejak 17 April 2005. Selama penantian panjang untuk dieksekusi mati, ia mengalami jamahan dan pemulihan dari Yesus Tuhan. Hidupnya pun benar-benar berubah.
Berbeda dengan kondisi semula saat ditangkap, ia telah menggunakan sisa waktu hidupnya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dalam gereja. Hingga akhirnya, ia menjadi pelayan Tuhan dengan melayani narapidana lain di LP yang membutuhkan konseling dan bantuan doa.
Di samping itu, ia membuka kelas memasak dan kerajinan. Hal ini menunjukkan, selama 10 tahun, Chan telah mengerjakan keselamatan yang diterimanya dari Yesus. Ia pun memanfaatkan kasih karunia dan anugerah-Nya dengan hidup dalam kebenaran Allah dan melayani Tuhan dengan mengasihi sesama narapidana yang ada.

Sungguh pengampunan dan keselamatan dari Yesus telah membawa kehidupan Chan mengalami pemulihan dan perubahan yang semakin luar biasa. Namun perlu diingat juga, bangsa ini mempUnyai hukum yang harus dipatuhi. Chan memang pernah mengajukan permohonan grasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), tetapi ditolak sehingga pada akhirnya ia tetap harus dieksekusi mati di depan regu tembak.
Melihat cerita di atas, banyak orang kehilangan fokus dengan meributkan pro dan kontra hukuman mati yang dikaitkan dengan hak asasi manusia (HAM), yang ramai diperbincangkan dalam media sosial ataupun media massa. Namun, ada pula beberapa orang yang mengagumi kisah hidup Chan, termasuk kisah cinta dengan pasangannya.
Namun sesungguhnya, ada tokoh utama yang terkadang kita lupakan, yaitu Yesus Sang Juru Selamat, yang telah membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang hidup, yang memberikan pengampunan dan keselamatan bagi semua manusia yang percaya pada-Nya.
Tanpa kehadiran Yesus, Chan tetaplah gembong narkoba dengan segala kejahatannya. Hanya dengan perjumpaannya dengan Yesus, ia mengalami pemulihan dan perubahan hidup yang luar biasa.

Sumber: http://www.sinarharapan.co/news/read/ 150509033/kebangkitan-yesus-yang-memulihkan
 

                                                                          


 

Sahabat Surgawi,
 Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999