Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Links
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  Pelangi Jiwa
Roh Kudus Memampukan Kita Memiliki Pikiran Kristus


".... tetapi kami memilki pikiran Kristus. "
(1 Kor. 2:16b)

Manusia modern diberi nama Homo Sapiens. Pemberian nama itu bukan tanpa alasan. Homo Sapiens berarti makhluk yang berpikir. Berpikir adalah ciri khas manusia Dengan pikirannya, manusia bisa melakukan banyak hal, baik hal-hal yang menggugah, mengagumkan, menyenangkan. Namun bisa juga menghasilkan hal-hal yang membingungkan, memprihatinkan, dan merusak. Novel the Da Vinci Code adalah sebuah contoh dari hasil pemikiran manusia yang mengagumkan, tetapi juga yang membingungkan.
Saat ini, banyak orang yang menganggap pikiran sebagai tolok ukur untuk mengetahui kapasitas seseorang. Seseorang dikatakan pintar kalau nilai dalam rapotnya bagus dan IQ-nya di atas rata-rata. Seiring dengan itu, banyak orang yang mengandalkan rasio dalam menjalani kehidupan ini. Sekalipun demikian, dunia ini tidak bertambah baik ketika manusia hanya mengandalkan daya pikirnya. Malah, ada semakin banyak kejahatan dan peperangan dengan bentuk dan intensitas yang semakin mengerikan.
Berhadapan dengan kenyataan itu, ayat di atas mengingatkan kita untuk me¬miliki pikiran Kristus, tidak semata-mata mengandalkan pada daya pikir manusia dan pemikiran-pemikiran yang saat ini berkembang. Paulus menyaksikan bahwa dalam memberitakan Injil, ia tidak bersandar dan mengandalkan hikmat manusia, tetapi mengandalkan kekuatan Allah, la memiliki pikiran Kristus, dan itulah yang menolongnya dalam melaksanakan tugas Pekabaran Injil.
Seperti apa sih pikiran Kristus itu? Setidaknya ada 3 hal, yaitu:
a. Yesus selalu memikirkan apa yang menjadi kehendak Allah. Dalam Injil, ada
banyak contoh yang mengisahkan tentang upaya Yesus melakukan dan mem-
berlakukan kehendak Allah dalam hidup-Nya. Misalnya: ketika Yesus berdoa di
taman Getsemani (Luk, 22:42) atau ketika la akan ditangkap (Mat. 26:53).
b. Ketika manusia hanya mengenal dua macam sikap atau pilihan dalam
menyelesaikan masalah, Yesus menawarkan jalan ketiga. Misalnya saja dalam
kisah Yesus dan perempuan yang berbuat zinah (Yoh. 8:2-11). Di situ Yesus tidak
menghukum, tetapi tidak membiarkan perempuan itu pergi begitu saja. Yesus
mengingatkan ia untuk tidak berbuat dosa lagi. Dan perkataan itu memperbaharui
hidupnya. Jalan ketiga adalah ketika pihak yang lemah diangkat derajatnya dan
pihak yang salah diperbaharui sikapnya.
c. Pikiran Kristus dapat kita miliki, karena Roh Kudus yang memampukannya. 1
Korintus 2:11 menyatakan bahwa yang dapat mengenal diri Allah, hanyalah Roh
Allah sendiri. Dan sekarang Roh Kudus itu sudah diberikan dalam hidup manusia.
Roh Kudus itulah yang memampukan kita memiliki pikiran Kristus.
Mari, kita memberi tempat yang baik bagi peran Roh Kudus dalam hidup kita.
Selamat memiliki pikiran Kristus. Selamat hari Pentakosta ! (Natanael Setiadi)

Kirim Artikel ini ke Teman Anda

 
  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi