» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
  Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Pelangi Jiwa


[ Depan | Arsip Pelangi Jiwa ]

Menyambut Sidang MPL PGI di Manado


"Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara. demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia-sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir."(1 Korintus 1:10)

Tanggal 22 - 26 Januari 2007 di Manado berlangsung Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL PGI). Tema yang diusung adalah "Menegaskan Ulang Komitmen Kebangsaan demi Tegaknya Negara Kesatuan Rl." Tema ini lahir dari perenungan tentang perjalanan bangsa dan negara dalam satu tahun terakhir ini yang sarat dengan ancaman disintegrasi, penyakit fragmentalis, distorsi ideologis, berbagai ketegangan di tengah masyarakat dan bangsa kita.

Masalahnya sekarang bukan hanya berhenti sampai di keputusan dan rekomendasi saja, yang jauh lebih penting bagaimana implementasi dan sikap tanggap umat Kristiani. Perpecahan umat Kristiani masih kasat mata terlihat. Seharusnya langkah awal tentunya membenahi internal umat Kristiani sendiri. Kita mempunyai Visi dan Misi yang sama, agar persatuan dan kesatuan umat Kristiani dapat terlihat dan terwujud secara nyata di mata bangsa Indonesia, tanpa menghilangkan karunia Roh Kudus yang berbeda. Kemudian memperbaiki sikap umat kristiani sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Kita sadar, bahwa umat Kristiani berada dan hidup dalam negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Kita jangan hanya sekedar menuntut dan meminta perlakuan yang adil saja, sedangkan kita sendiri seringkali salah melangkah dalam menghayati keberadaan kita. Dalam negara dengan pluralitas agama, keharmonisan hubungan antar pemeluk agama harus dibangun oleh semua pihak. Usaha yang perlu ditempuh adalah pengenalan dan pemahaman setiap agama. Pengenalan itu harus bermuara pada kesediaan mengakui keberadaan dan hak masing-masing agama. Selain itu kita wajib memahami persamaan dan perbedaannya, agar tercapai kerukunan umat beragama. Semangat saling mengerti, saling menghargai dan bersatu didengungkan pula oleh Rasul Paulus kepada jemaat Korintus dalam 1 Korintus 1:10.

Jika hal di atas dapat dimiliki oleh setiap insan umat beragama, maka akan menjadi landasan utama seluruh bangsa untuk berbicara tentang berbagai masalah di Indonesia. Dengan landasan untuk bersatu maka NKRI terus tegak berdiri sekalipun muncul rongrongan ancaman disintegrasi, penyakit fragmentalis, distorsi ideologis dan berbagai ketegangan di tengah masyarakat dan bangsa kita. Oleh karena itu biarlah segenap insan bangsa merealisasi nyata 3 hal "Trust, Transparancy dan Team Work" untuk mewujudkan NKRI yang damai dan sejahtera.
(Basuki Arlijanto)




Kirim Artikel ini ke Teman Anda


[ Depan | Arsip Pelangi Jiwa ]

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antara jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi