28 April 2008
Bingung pacarnya percaya mimpi
Pertanyaan : Shaloom, Saya punya masalah yang cukup lama jadi pergumulan saya dengan pacar saya. Puji Tuhan, Tuhan mengaruniakan pacar saya karunia mimpi. Dia sempat gagal pacaran sebanyak 2 kali,tapi sebelum dia gagal Tuhan sudah kasih tahu sama dia hanya karena dia keras hati saja, tapi seiring berjalannya waktu memang benar gagal juga. Lalu 1 hari setelah kami pacaran dia bermimpi dan melihat saya sedang goncengan dengan cowok lain, bukan dia. Saya tanya siapa tapi dia tahu karena tidak jelas kami bingung, sedangkan dia juga bermimpi dia dengan teman saya. Kami saling mencintai tapi apakah kami harus putus hanya karena mimpi ini? Kami pernah putus tapi sekarang balik lagi setelah putus kami malah tambah sayang. Apa yang harus kami lakukan? Saya siap untuk lepasin dia lagi yang kedua kalinya kalau memang itu bukan kehendak Tuhan. Sampai sekarang kami masih terus berdoa mencari jawabanNya. Apa benar mimpi itu atau tidak kadang saya merasa cemburu kalau lihat teman saya dengan pacar saya, tapi pacar saya sudah bilang kalau dia tidak ada perasaan apa-apa. Tolong bantu doa dan solusinya yang real. Terima kasih.GBU F - Pangkal Pinang Jawaban : Menjumpai Sdri. F di Pangkalpinang – Bangka Belitung Terima kasih untuk keterbukaan saudara. Saya memahami pergumulanmu. Karunia mimpi harus diuji kebenarannya, dan waktulah yang membuktikannya. Untuk itu, perlu diimbangi pemahaman bahwa karunia mimpi bukan satu-satunya jawaban atas masalah yang dihadapi. Sekarang bukan lagi zamannya Yusuf dalam kitab Kejadian. Tapi saya percaya Tuhan juga bisa berbicara melalui mimpi. Tetapi lebih tegas lagi adalah Tuhan berbicara kepada umatNya melalui kebenaran Firman Tuhan (Alkitab) dan ilham dari Roh Kudus. Karena itu saudara perlu tahu sejauh mana hubungan teman saudara itu dengan Tuhan? Bagaimana kehidupan rohaninya? Apakah setiap hari ia membaca Alkitab dan berdoa? Apakah si dia termasuk orang yang taat dan setia melakukan kebenaran Firman Tuhan? Dalam usia yang masih muda, sangat dimungkinkan untuk berganti pacar asalkan belum tertikat dengan suatu perjanjian yang diawali dengan bertunangan dan pernikahan kudus. Jadi keputusannya, ada di tangan saudara sendiri. Segala keputusan yang diambil adalah resiko saudara. Karena itu pertimbangkan baik-baik sebelum mengambil keputusan untuk hidup bersama dalam pernikahan kudus. Sebagai penutup, saya ingin memberikan ayat firman Tuhan : “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Ams. 3:5-6). Demikian tanggapan dan saran saya. Tuhan Yesus memberkati. Salam, Tim Sahabat
Jika Anda mencari arsip Konsultasi, klik
disini. Rubrik Konsultasi diasuh oleh Tim Sahabat
|