|
Pengantar
Jemaat yang terkasih, tulisan kali ini mengambil topik :
JAWABAN DOA, dan dengan tulisan ini kami tidak berpretensi
bahwa kami memahami semua cara bagaimana supaya doa terjawab
melainkan mencoba menggali bersama penghayatan komunikasi
dialogis antara anak dengan Bapanya melalui hubungan doa.
Besar harapan kami agar melalui tulisan ini kita bersama
merenungkan kembali penghayatan kita dalam menjalani
kehidupan beriman bersama dengan jawaban-jawaban yang kita
terima dari Tuhan atas permohonan doa kita.
Sebelum memasuki ulasan tentang JAWABAN DOA, kita diajak
merenungkan ungkapan dari tulisan Fanny Crosby yang berjudul
FOR WHAT HIS LOVE DENIES.
Tulisan yang dibuat Fanny Crosby pada tgl. 6 Januari 1899
tersebut ditemukan oleh Donald Hustad dan belum pernah
diterbitkan walaupun tampaknya Ira Allah Sankey sudah
mencorat- coret notasi lagu untuk puisi tersebut.
Melalui apa yang diungkapkan dalam FOR WHAT HIS LOVE DENIES,
ia mengungkapkan betapa persahabatan yang akrab dan indah
dengan Tuhan menjadikan orang percaya tetap mempercayai
Tuhan bahkan pada saat doanya dijawab "tidak" oleh Tuhan
FOR WHAT HIS LOVE DENIES.
ditulis pada tgl. 6 Januari 1899
God does not give me all I ask, nor answer as I pray
But, 0 my cup is brimming o'er, with blessings day by day
How oft the joy I thought withheld delight my longing eyes
And so I thank Him from my heart for what His love denies
Sometimes I miss a treasured link in friendship's hallowed
chain
and yet His smiles is my reward for every throb of pain
I look beyond where purer joys
Delight my longing eyes
and so I thank Him from my heart for what His love denies
for what His love denies.
how tenderly He leadeth me when earthly hopes are dim
and when I falter by the way He bids me lean on Him
He lifts my soul above the clouds where friendship never
dies
and so I thank Him from my heart
Pendahuluan
Mengawali pemahaman kita terhadap jawaban Tuhan atas doa-doa
kita, marilah kita kembali mendalami:
1. MAKNA DOA dalam kehidupan orang percaya.
Doa adalah sebuah sarana yang dianugerahkan Tuhan kepada
orang percaya untuk membangun kornunikasi dengan Tuhan.
Melalui doa setiap orang percaya mengkomunikasikan dirinya
kepada Tuhannya. Apakah itu berupa ungkapan syukur,
permintaan maupun keluh-kesahnya. Di sana orang percaya
belajar untuk mengenal Tuhannya dengan lebih jelas melalui
jawaban-jawaban Tuhan dalam kornunikasi melalui doa.
Karena doa merupakan sarana komunikasi timbal balik, maka di
dalam melakukan doa, orang percaya belajar menunggu dan
mencermati jawaban Tuhan atas permohonan doa-doanya. Sebuah
proses yang akan membuat manusia memahami siapa Tuhan yang
dengan-Nya ia mengkomunikasikan diri.
2. JAWABAN TUHAN terhadap doa-doa kita
Ketika kita berdoa kita mempunyai pengharapan yang melandasi
doa kita bahwa Tuhan yang kepada-Nya kita datang memohon
adalah Bapa yang akan memberi jawaban kepada doa-doa kita.
Melalui jawaban doa yang diterima, kita makin diperkaya akan
pengenalan yang benar terhadap Tuhan sebagaimana kita
sendiri makin menyadari betapa Tuhan mengenal kita dan
keberadaan kita. Beberapa jawaban doa yang ingin kita
renungkan saat ini adalah, ketika Tuhan menjawab doa kita
dengan : ya, tidak, tunggu atau berbeda dari apa yang kita
mohon. Dan waktu untuk memahami jawaban tersebut bisa secara
langsung/tidak lama dari waktu permohonan kita, tetapi bisa
juga dengan melewati waktu/proses yang panjang.
Cara Tuhan Menjawab Doa-doa Kita
Beberapa bentuk jawaban Tuhan atas doa-doa kita yaitu:
1. SAAT TUHAN menjawab "ya" , terhadap permohonan doa kita.
Respon dari orang yang mengalami jawaban ya, terhadap doanya,
berikut ini kita mengikuti pengalaman Fanny Crosby saat
doanya dijawab langsung oleh Tuhan.
Fanny Crosby, penulis lagu yang matanya buta, suatu saat
sangat membutuhkan uang $ 5 berlutut di hadapan Tuhan dan
membawa pergumulannya kepada Tuhan di dalam doanya, Uang $ 5
terasa amat besar baginya sebab sebuah tulisan lagunya hanya
dihargai $ 3 waktu itu. Setelah ia selesai berdoa beberapa
saat kemudian pintu rumahnya diketuk oleh seorang laki-laki
yang tidak dikenalnya dan menyerahkan sumbangan sebesar $ 5
tanpa ia tahu kenapa ia harus memberikan itu kepada Fanny
Crosby. Pengalaman yang menakjubkan tersebut kemudian
membuat Fanny Crosby mengekspresikan respon imannya melalui
lagu:
All The way my Savior leads me
All the way my Savior leads me
what have I to ask beside?
Can I doubt His tender mercy
who through life has been my Guide? Heavenly peace, devinest
comfort
here by faith in Him to dwell
for I know, whate'er befall me
Jesus doeth all things well.
Melalui lagu yang dikarangnya tersebut Fanny Crosby
menyaksikan kepada banyak orang betapa Tuhan yang
dipercayanya adalah Tuhan yang tidak pernah meninggalkannya.
Dengan pengalaman doa yang seperti itu, ia menjadi makin
diperkaya dengan ungkapan iman melalui lagu-lagunya yang
meneguhkan hati banyak orang. Fanny Crosby justru sangat
kreatif dengan karya-karyanya. Jawaban doa yang langsung
yang dialaminya tidak membuat dia berpangku tangan dan
memanfaatkan kasih sayang Tuhan untuk keuntungan dan
kenikmatan dirinya.
Setiap jawaban doa selalu mengajar kita untuk mengenal Dia
secara lebih mendalam dan lebih mengucap syukur akan
kebajikan-Nya dalam hidup kita.
2. SAAT TUHAN menjawab "tidak"
Apakah Tuhan bisa menjawab tidak pada permohonan
anak-anakNya? Ya. la bisa menjawab tidak. Kenapa Tuhan
menjawab tidak? Kita mempercayai bahwa jawaban tidak
terhadap permohonan kita diberikan Tuhan karena kasih
sayang-Nya terhadap kita. la mengenal apa yang terbaik untuk
kita. la mendidik kita untuk memahami sudut pandang Allah
dan bukan sudut pandang manusia.
Beberapa contoh berikut ini akan memperjelas pemahaman kita
tentang saat Tuhan menjawab : “Tidak".
Daud memohon agar anak yang dilahirkan Batseba bisa bertahan
hidup, memohon sambil berpuasa dan berkain kabung. la begitu
sedih dan terus memohon agar anak ini selamat. Pada saat
anak ini ternyata meninggal, Daud membuka kain kabungnya dan
makan. la menerima jawaban Tuhan atas doanya dan ia
menyikapinya dengan sikap iman.
Jawaban "tidak" dari Tuhan membuat Daud tidak kecewa
melainkan sebuah kerelaan untuk menyadari jawaban doa
sebagai yang baik menurut pandangan Tuhan. Iman Daud tidak
ditentukan dan diukur dari jawaban doa, tetapi justru
memperkaya hubungannya dengan Tuhan.
Saat Paulus memohon dengan sungguh-sunggh (ungkapan 3x
menyatakan kesungguhan hatinya) agar penyakitnya dicabut
dari dirinya, ia mendapat jawaban tidak dari Tuhan. "Berkat-Ku
cukup untukmu." (Lih. 2 Kor. 12: 8-9)
Dan dengan jawaban ini Paulus mengimani bahwa dalam
kelemahan seperti inipun Tuhan akan terus menjadikannya kuat
karena kasih dan kesetiaan Tuhan sendiri. Dengan jawaban "tidak"
dari Tuhan, Paulus makin rendah hati dan menyadari bahwa
sumber kekuatannya bukan dari apa yang ia pikirkan (tubuh
yang sehat) tetapi dalam perjalanan bersama dengan Tuhan dan
pendampingan-Nya.
Jawaban tidak dari Tuhan bukan berarti Ia tidak menyayangi
kita, juga tidak selalu berarti permohonan kita salah/tidak
layak, tetapi untuk membangun sikap beriman kita kepada
Tuhan. Sebab setiap jawaban Tuhan bukantah untuk mengukur
siapa Tuhan, tetapi untuk makin mengenali lebih dalam maksud
dan rancangan-Nya yang baik dalam hidup kita. Percaya bahwa
apa yang belum kita lihat kemudian akan menjadi jelas dalam
proses perjalanan kehidupan beriman kepada-Nya. Seperti
seorang anak yang permohonannya ditolak oleh ayahnya, maka
bukan berarti bapaknya jahat dan tak berperasaan, tetapi
bapaknya tahu apa yang terbaik bagi dirinya. Terbaik bisa
saja berisi pendidikan, terbaik bisa juga memuat pencegahan
untuk anaknya berjalan pada jalan yang keliru, terbaik
seringkali ditemukan ketika kita mempercayai penolakan itu
sebagai latihan yang lebih baik lagi untuk sesuatu yang
bahkan mungkin belum kita mengerti.
3. SAAT TUHAN menjawab "tunggu/belum saatnya."
Dalam menjawab doa-doa kita, kadang Tuhan meminta kita untuk
bersabar sampai segala sesuatu indah pada waktunya.
Masalahnya kita sering tidak sabar untuk menjalani waktu
Tuhan.
Hanna merupakan seorang yang mendapatkan jawaban yang
panjang dari doanya kepada Tuhan sebelum Samuel
dianugerahkan kepadanya .Ada banyak air mata dan kebingungan
dalam diri Hanna ketika ia terus bertahan dengan permohonan
doanya. Ketika Samuel akhirnya hadir sebagai jawaban doa
dari Tuhan, maka Hanna membawa anak ini menjadi pelayan
Tuhan seumur hidupnya sebagai ungkapan syukurnya. Apa yang
membuat Hanna melakukan ini? Bersama panjangnya waktu dari
pengabulan doanya, Hanna sampai pada pemahaman yang indah
tentang anak sebagai anugerah Tuhan.
Ia tidak memperlakukan Samuel sebagai pemuas dari kerinduan
hatinya tetapi ia sungguh memahami anak itu sebagai anugerah
yang dipercayakan Tuhan dalam hidupnya dan ia mengarahkannya
untuk menjadi berharga bagi Tuhan.
4. SAAT TUHAN mengganti permohonan kita dengan bentuk
yang lain.
Tidak tertutup kemungkinan ketika menjawab doa, Tuhan
mengubah permohonan kita dengan hal yang sama sekali tidak/
belum terpikirkan oleh kita. Dan kita hanya bisa terkagum
ketika kemudian menyadari bahwa yang tidak kita lihat
ternyata Tuhan cermati dan kemudian menjadi syukur sepanjang
hidup kita.
Kadang kita meminta hal, barang, posisi, keinginan hati yang
kita rasa sebagai hal yang terbaik yang kita ingini. Ketika
kemudian kita menerima yang berbeda, apa yang kita pelajari
di sana? Jawaban doa selalu merupakan sebuah dialog
timbal-balik dengan Tuhan dan kita menjadi diperkaya seeara
rohani melaluinya.
Sikap Orang Percaya dalam Membangun Komunikasi dengan
Tuhan Melalui Doa-doanya.
Dalam membangun komunikasi yang hidup dengan Tuhan
dibutuhkan sikap iman sebagai berikut:
a. Rendah hati.
Artinya kita harus menempatkan diri sebagai pemohon dan
Tuhan adalah Penjawab permohonan kita.
Menyadari bahwa kita sedang mengkomunikasikan diri dengan
Tuhan yang Mahakuasa tetapi yang begitu akrab untuk
dihampiri sebagai Bapa di dalam Yesus Kristus, Tuhan kita.
b. Mempercayai Tuhan,
Kita datang bukan kepada ilah yang asing, dan menakutkan,
tetapi kepada Tuhan Penyelamat dan Penolong hidup kita
Kemahakuasaan Tuhan tidak membuat manusia menjadi ketakutan
dengan kekuatan asing yang tak dikenalnya, tetapi berjumpa
dengan Tuhan yang perduli dan mengasihi serta memahami
kenyataan diri kita.
c. Keterbukaan hati untuk mengenal kasih sayang Tuhan
melalui jawaban doa-doa kita kepada-Nya.
Terbuka untuk mengenal Tuhan dengan lebih dalam lagi melalui
jawaban-jawaban doa yang kita terima. Melalui jawaban Tuhan
terhadap doa-doa kita, kita pun diasah menjadi lebih peka
untuk mengenali kebaikan, tuntunan, pembentukan dan hikmat
Tuhan. Oleh karena itu apapun jawaban doa kita, di sana kita
belajar untuk melihat makna jawaban itu dari sudut pandang
Tuhan dan bukan keinginan hati atau tuntutan diri kita
sendiri.
Sikap yang perlu dipersiapkan orang percaya pada saat
menunggu jawaban doa yang bisa saja merupakan proses panjang
yang mesti dijalani sebelum kita memahami jawaban Tuhan
terhadap permohonan kita adalah:
• Jangan pernah menjadi tawar hati
• Menjalani seluruh proses dengan sepenuh hati walaupun itu
bukan yang kita maui
• Terbuka kepada rancangan-Nlya melalui seluruh proses
beriman kita kepada Tuhan
Memahami Isi Hati Tuhan Melalui Jawaban doa
1. Melalui jawaban doa kita bertemu dengan rencana Allah
yang hendak dijelaskan-Nya dalam hidup kita. Kadang kita
sendiri terpana takjub ketika pada akhirnya kita melihat
bahwa apa yang sedang kita lakukan atau orang lain lakukan
merupakan bagian dari rancangan Allah yang mengenal dan
mempedulikan kita.
Salah satu contoh yang sungguh menakjubkan adalah apa yang
dialami oleh Tim Misi GKI Kayu Putih waktu perjalanan ke
Merdey di Papua pada tgl. 18-21 Maret 2007 yang lalu.
Segenap anggota tim sebenarnya sudah mempunyai tiket
seminggu sebelum berangkat. Rencananya tim akan menginap
semalam di Manokwari sebelum besoknya (tgl.19/3) berangkat
ke Merdey dengan pesawat MAF. Tetapi 3 hari sebelum
berangkat seorang anggota Tim mendapat sms dari Dr. Eka
Widrian bahwa pesawat MAF baru bisa berangkat tgl. 21/3/07.
la tertegun membacanya sebab itu berarti mereka akan berada
3 hari tanpa kerja di Manokwari. Mau merubah tanggal tidak
bisa sebab tiket yang dibeli dengan harga promo tidak bisa
ditukar ataupun ganti nama. Dengan perasaan bingung tim
harus menerima kenyataan ini. Tetapi kemudian datang tawaran
untuk melawat ke MOMI sebagai pengisi waktu luang sekaligus
studi banding terhadap sekolah yang dibangun oleh Yayasan
PESAT di sana. Tawaran ini agak melegakan sebab berarti tim
GKI Ka-Put
tidak nganggur 3 hari di Manokwari. Perjalanan Manokwari -MOMI
sekitar 8 jam PP. melewati sungai-sungai yang dalam dan
gundukan batu-batu besar sampai badan rasanya
terguncang-guncang di mobil Landrover yang ditumpangi.
Ketika sampai di sana tim mendapati bahwa ada 51 jiwa,
guru-guru dan anak-anak asrama yang sedang berada dalam
pergumulan doa akan kelangsungan hidup dan karya mereka di
sana, Sebab donatur yang selama ini mendukung sudah selesai
dengan janji imannya dan untuk bulan April belum ada lagi
donatur yang baru. Jadi kedatangan Tim GKI Ka-Put bagi
mereka merupakan jawaban Tuhan atas doa-doa mereka karena
waktu Tim Misi GKI Ka-Put melakukan perjalanan ke pedalaman
ada beberapa donatur yang menitipkan dukungan dana dan
sebagian dari dukungan dana tersebut itulah yang disampaikan
oleh tim kepada mereka.
Ketika Tim Misi keluar dari MOMI rasa takjub itu masih terus
membayangi diri mereka. Betapa rancangan Tuhan itu
menakjubkan dan melampaui pemikiran manusia. Sesuatu yang
tampaknya unplanned ternyata suatu perjumpaan yang luar
biasa indah dan meneguhkan syukur kita kepada Tuhan akan
kebesaran dan kasih setia-Nya.
Bayangkan, bagaimana bisa sebuah Tim Misi GKI KAYU PUTIH
bertemu dengan pelayanan Tim PESAT tanpa direncanakan dan
justru di sana mereka menyadari bahwa Tuhan memelihara karya
kasih-Nya di bumi ini dan kita yang dipercaya menjadi alat
dalam karya-Nya yang besar akan terus menyaksikan betapa
Maha-besar dan Mahasetia Tuhan itu.
2. Jawaban doa menuntun kita untuk tidak memakai doa dan
jawaban-Nya sebagai alat pemuas kebutuhan kita. Kita
dituntun melalui doa dan jawabannya untuk makin menghargai
keleluasaan Tuhan untuk memperkenalkan diri-Nya.
Doa Tuhan Yesus di Taman Getsemani merupakan sebuah doa
kepercayaan sempurna. Walau dengan gentar dan takut, Yesus
mempercayai bahwa kehendak Bapa-Nya adalah yang terbaik bagi
hidup-Nya.
Banyak kali kita membangun kehidupan doa sebagai jalan
keluar dari permasalahan kita dengan cara meminjam tangan
kuasa Tuhan untuk membereskan problema hidup kita. Salahkah
memohon apa-apa yang menjadi kebutuhan diri kita? Tentu saja
tidak, setiap orang boleh memohon apa yang ingin
disampaikannya kepada Tuhannya. Tetapi melalui jawaban doa
kita mengalami pembelajaran yang indah untuk mengenal siapa
Tuhan. Bapa yang kepada-Nya kita datang sebagai pemohon.
3. Kita diajar untuk mengenali dan mensyukuri sebuah
hubungan kasih sayang dari seorang Bapa dengan anak-Nya.
Karena itu doa adalah komunikasi aktif dan dialogis antara
kita dengan Bapa kita yang di surga.
Matius 7:7-11, Lukas 18:1-8 menekankan betapa sebuah upaya
yang sungguh-sungguh dari seorang pemohon merupakan sikap
Kristiani yang sesungguhnya dalam membangun hubungan dengan
Tuhannya. Tetapi perikop ini jangan disalahartikan sebagai
cara agar Tuhan menuruti kemauan kita melainkan menekankan
tentang sikap proaktif dari orang percaya dalam membawa
permohonannya kepada Tuhan dimana ia mesti datang dengan
sebuah ketekunan serta keyakinan dan bukan datang dengan
sikap pasif atau rasa ketakutan.
Yohanes 15-7 dan 16 dengan sangat jelas menyatakan bahwa doa
merupakan permohonan yang akan diungkapkan secara benar dan
sesuai dengan keinginan Tuhan apabila kita membangun rasa
mencintai dan mentaati kehendak Tuhan. Kita datang sebagai
sahabat dan permohonan kita mengikuti petunjuk perintah-Nya
yang kita renungkan, gumuli dan taati dalam kehidupan kita.
Dengan hubungan seperti ini maka permintaan kita pastilah
tidak mengarah kepada keinginan kita sendiri tetapi pada apa
yang Tuhan ingini. Maka pengabulan doanya pun pasti
dikarenakan kita sudah dituntun untuk memohon apa yang
sesuai dengan isi hati Tuhan. Namun yang sulit adalah ketika
kita harus belajar mencari, menemukan dan mencintai Tuhan
dalam seluruh perjalanan hidup beriman kita. Tuhan kiranya
selalu menolong dan memampukan kita untuk membangun hubungan
doa yang akrab dan penuh penyerahan diri kepada-Nya.
Penutup
Besar harapan kami bahwa melalui tulisan ini kita kembali
diingatkan untuk membangun hubungan yang indah denganTuhan
melalui permohonan doa kita dan respon iman kita terhadap
jawaban doa dari Tuhan.
Kita diajak untuk lebih menyadari bahwa doa merupakan sebuah
pembelajaran bagi orang percaya untuk secara aktif dan
terbuka belajar lebih mengenal Dia yang sudah mengenal kita
dengan sempurna.
Mari berjalan dan bertumbuh terus dalam iman kepada-Nya.
Sebab setiap pembelajaran pertumbuhan iman melalui doa dan
jawabannya, kita akan makin memiliki sukacita sebagai
anak-anak yang dikasihi Bapa di surga, yang tidak akan
memberikan batu kalau anak-Nya meminta roti dan tak akan
memberikan ular bagi yang meminta ikan sebab la tahu apa
yang kita perlukan dan yang baik bagi hidup kita.
Amin.
(Nantikan artikel selanjutnya !!)
|