» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Pembinaan Iman Kristen

 Seri Pembinaan Iman Kristen ini merupakan kumpulan artikel yang diambil dari Buletin Pembinaan yang diterbitkan oleh
Majelis Jemaat GKI Kayu Putih Jakarta Timur.
Topik hangat dan relevan untuk jemaat ini, dirancang oleh
Tim Pengerja GKI Kayu Putih disajikan dengan rasa syukur untuk sahabat sekalian
 


Jawaban Doa
 



Pengantar
Jemaat yang terkasih, tulisan kali ini mengambil topik : JAWABAN DOA, dan dengan tulisan ini kami tidak berpretensi bahwa kami memahami semua cara bagaimana supaya doa terjawab melainkan mencoba menggali bersama penghayatan komunikasi dialogis antara anak dengan Bapanya melalui hubungan doa.
Besar harapan kami agar melalui tulisan ini kita bersama merenungkan kembali penghayatan kita dalam menjalani kehidupan beriman bersama dengan jawaban-jawaban yang kita terima dari Tuhan atas permohonan doa kita.

Sebelum memasuki ulasan tentang JAWABAN DOA, kita diajak merenungkan ungkapan dari tulisan Fanny Crosby yang berjudul FOR WHAT HIS LOVE DENIES.
Tulisan yang dibuat Fanny Crosby pada tgl. 6 Januari 1899 tersebut ditemukan oleh Donald Hustad dan belum pernah diterbitkan walaupun tampaknya Ira Allah Sankey sudah mencorat- coret notasi lagu untuk puisi tersebut.
Melalui apa yang diungkapkan dalam FOR WHAT HIS LOVE DENIES, ia mengungkapkan betapa persahabatan yang akrab dan indah dengan Tuhan menjadikan orang percaya tetap mempercayai Tuhan bahkan pada saat doanya dijawab "tidak" oleh Tuhan

FOR WHAT HIS LOVE DENIES.
                                                                             ditulis pada tgl. 6 Januari 1899
God does not give me all I ask, nor answer as I pray
But, 0 my cup is brimming o'er, with blessings day by day
How oft the joy I thought withheld delight my longing eyes
And so I thank Him from my heart for what His love denies

Sometimes I miss a treasured link in friendship's hallowed chain
and yet His smiles is my reward for every throb of pain
I look beyond where purer joys
Delight my longing eyes
and so I thank Him from my heart for what His love denies
for what His love denies.

how tenderly He leadeth me when earthly hopes are dim
and when I falter by the way He bids me lean on Him
He lifts my soul above the clouds where friendship never dies
and so I thank Him from my heart

Pendahuluan
Mengawali pemahaman kita terhadap jawaban Tuhan atas doa-doa kita, marilah kita kembali mendalami:

1. MAKNA DOA dalam kehidupan orang percaya.
Doa adalah sebuah sarana yang dianugerahkan Tuhan kepada orang percaya untuk membangun kornunikasi dengan Tuhan. Melalui doa setiap orang percaya mengkomunikasikan dirinya kepada Tuhannya. Apakah itu berupa ungkapan syukur, permintaan maupun keluh-kesahnya. Di sana orang percaya belajar untuk mengenal Tuhannya dengan lebih jelas melalui jawaban-jawaban Tuhan dalam kornunikasi melalui doa.

Karena doa merupakan sarana komunikasi timbal balik, maka di dalam melakukan doa, orang percaya belajar menunggu dan mencermati jawaban Tuhan atas permohonan doa-doanya. Sebuah proses yang akan membuat manusia memahami siapa Tuhan yang dengan-Nya ia mengkomunikasikan diri.

2. JAWABAN TUHAN terhadap doa-doa kita
Ketika kita berdoa kita mempunyai pengharapan yang melandasi doa kita bahwa Tuhan yang kepada-Nya kita datang memohon adalah Bapa yang akan memberi jawaban kepada doa-doa kita. Melalui jawaban doa yang diterima, kita makin diperkaya akan pengenalan yang benar terhadap Tuhan sebagaimana kita sendiri makin menyadari betapa Tuhan mengenal kita dan keberadaan kita. Beberapa jawaban doa yang ingin kita renungkan saat ini adalah, ketika Tuhan menjawab doa kita dengan : ya, tidak, tunggu atau berbeda dari apa yang kita mohon. Dan waktu untuk memahami jawaban tersebut bisa secara langsung/tidak lama dari waktu permohonan kita, tetapi bisa juga dengan melewati waktu/proses yang panjang.

Cara Tuhan Menjawab Doa-doa Kita
Beberapa bentuk jawaban Tuhan atas doa-doa kita yaitu:

1. SAAT TUHAN menjawab "ya" , terhadap permohonan doa kita. Respon dari orang yang mengalami jawaban ya, terhadap doanya, berikut ini kita mengikuti pengalaman Fanny Crosby saat doanya dijawab langsung oleh Tuhan.

Fanny Crosby, penulis lagu yang matanya buta, suatu saat sangat membutuhkan uang $ 5 berlutut di hadapan Tuhan dan membawa pergumulannya kepada Tuhan di dalam doanya, Uang $ 5 terasa amat besar baginya sebab sebuah tulisan lagunya hanya dihargai $ 3 waktu itu. Setelah ia selesai berdoa beberapa saat kemudian pintu rumahnya diketuk oleh seorang laki-laki yang tidak dikenalnya dan menyerahkan sumbangan sebesar $ 5 tanpa ia tahu kenapa ia harus memberikan itu kepada Fanny Crosby. Pengalaman yang menakjubkan tersebut kemudian membuat Fanny Crosby mengekspresikan respon imannya melalui lagu:

All The way my Savior leads me

All the way my Savior leads me
what have I to ask beside?
Can I doubt His tender mercy
who through life has been my Guide? Heavenly peace, devinest comfort
here by faith in Him to dwell
for I know, whate'er befall me
Jesus doeth all things well.

Melalui lagu yang dikarangnya tersebut Fanny Crosby menyaksikan kepada banyak orang betapa Tuhan yang dipercayanya adalah Tuhan yang tidak pernah meninggalkannya.
Dengan pengalaman doa yang seperti itu, ia menjadi makin diperkaya dengan ungkapan iman melalui lagu-lagunya yang meneguhkan hati banyak orang. Fanny Crosby justru sangat kreatif dengan karya-karyanya. Jawaban doa yang langsung yang dialaminya tidak membuat dia berpangku tangan dan memanfaatkan kasih sayang Tuhan untuk keuntungan dan kenikmatan dirinya.
Setiap jawaban doa selalu mengajar kita untuk mengenal Dia secara lebih mendalam dan lebih mengucap syukur akan kebajikan-Nya dalam hidup kita.

2. SAAT TUHAN menjawab "tidak"
Apakah Tuhan bisa menjawab tidak pada permohonan anak-anakNya? Ya. la bisa menjawab tidak. Kenapa Tuhan menjawab tidak? Kita mempercayai bahwa jawaban tidak terhadap permohonan kita diberikan Tuhan karena kasih sayang-Nya terhadap kita. la mengenal apa yang terbaik untuk kita. la mendidik kita untuk memahami sudut pandang Allah dan bukan sudut pandang manusia.
Beberapa contoh berikut ini akan memperjelas pemahaman kita tentang saat Tuhan menjawab : “Tidak".
Daud memohon agar anak yang dilahirkan Batseba bisa bertahan hidup, memohon sambil berpuasa dan berkain kabung. la begitu sedih dan terus memohon agar anak ini selamat. Pada saat anak ini ternyata meninggal, Daud membuka kain kabungnya dan makan. la menerima jawaban Tuhan atas doanya dan ia menyikapinya dengan sikap iman.

Jawaban "tidak" dari Tuhan membuat Daud tidak kecewa melainkan sebuah kerelaan untuk menyadari jawaban doa sebagai yang baik menurut pandangan Tuhan. Iman Daud tidak ditentukan dan diukur dari jawaban doa, tetapi justru memperkaya hubungannya dengan Tuhan.
Saat Paulus memohon dengan sungguh-sunggh (ungkapan 3x menyatakan kesungguhan hatinya) agar penyakitnya dicabut dari dirinya, ia mendapat jawaban tidak dari Tuhan. "Berkat-Ku cukup untukmu." (Lih. 2 Kor. 12: 8-9)
Dan dengan jawaban ini Paulus mengimani bahwa dalam kelemahan seperti inipun Tuhan akan terus menjadikannya kuat karena kasih dan kesetiaan Tuhan sendiri. Dengan jawaban "tidak" dari Tuhan, Paulus makin rendah hati dan menyadari bahwa sumber kekuatannya bukan dari apa yang ia pikirkan (tubuh yang sehat) tetapi dalam perjalanan bersama dengan Tuhan dan pendampingan-Nya.

Jawaban tidak dari Tuhan bukan berarti Ia tidak menyayangi kita, juga tidak selalu berarti permohonan kita salah/tidak layak, tetapi untuk membangun sikap beriman kita kepada Tuhan. Sebab setiap jawaban Tuhan bukantah untuk mengukur siapa Tuhan, tetapi untuk makin mengenali lebih dalam maksud dan rancangan-Nya yang baik dalam hidup kita. Percaya bahwa apa yang belum kita lihat kemudian akan menjadi jelas dalam proses perjalanan kehidupan beriman kepada-Nya. Seperti seorang anak yang permohonannya ditolak oleh ayahnya, maka bukan berarti bapaknya jahat dan tak berperasaan, tetapi bapaknya tahu apa yang terbaik bagi dirinya. Terbaik bisa saja berisi pendidikan, terbaik bisa juga memuat pencegahan untuk anaknya berjalan pada jalan yang keliru, terbaik seringkali ditemukan ketika kita mempercayai penolakan itu sebagai latihan yang lebih baik lagi untuk sesuatu yang bahkan mungkin belum kita mengerti.

3. SAAT TUHAN menjawab "tunggu/belum saatnya."
Dalam menjawab doa-doa kita, kadang Tuhan meminta kita untuk bersabar sampai segala sesuatu indah pada waktunya. Masalahnya kita sering tidak sabar untuk menjalani waktu Tuhan.
Hanna merupakan seorang yang mendapatkan jawaban yang panjang dari doanya kepada Tuhan sebelum Samuel dianugerahkan kepadanya .Ada banyak air mata dan kebingungan dalam diri Hanna ketika ia terus bertahan dengan permohonan doanya. Ketika Samuel akhirnya hadir sebagai jawaban doa dari Tuhan, maka Hanna membawa anak ini menjadi pelayan Tuhan seumur hidupnya sebagai ungkapan syukurnya. Apa yang membuat Hanna melakukan ini? Bersama panjangnya waktu dari pengabulan doanya, Hanna sampai pada pemahaman yang indah tentang anak sebagai anugerah Tuhan.
Ia tidak memperlakukan Samuel sebagai pemuas dari kerinduan hatinya tetapi ia sungguh memahami anak itu sebagai anugerah yang dipercayakan Tuhan dalam hidupnya dan ia mengarahkannya untuk menjadi berharga bagi Tuhan.

4. SAAT TUHAN mengganti permohonan kita dengan bentuk yang lain.
Tidak tertutup kemungkinan ketika menjawab doa, Tuhan mengubah permohonan kita dengan hal yang sama sekali tidak/ belum terpikirkan oleh kita. Dan kita hanya bisa terkagum ketika kemudian menyadari bahwa yang tidak kita lihat ternyata Tuhan cermati dan kemudian menjadi syukur sepanjang hidup kita.
Kadang kita meminta hal, barang, posisi, keinginan hati yang kita rasa sebagai hal yang terbaik yang kita ingini. Ketika kemudian kita menerima yang berbeda, apa yang kita pelajari di sana? Jawaban doa selalu merupakan sebuah dialog timbal-balik dengan Tuhan dan kita menjadi diperkaya seeara rohani melaluinya.

Sikap Orang Percaya dalam Membangun Komunikasi dengan Tuhan Melalui Doa-doanya.

Dalam membangun komunikasi yang hidup dengan Tuhan dibutuhkan sikap iman sebagai berikut:

a. Rendah hati.
Artinya kita harus menempatkan diri sebagai pemohon dan Tuhan adalah Penjawab permohonan kita.
Menyadari bahwa kita sedang mengkomunikasikan diri dengan Tuhan yang Mahakuasa tetapi yang begitu akrab untuk dihampiri sebagai Bapa di dalam Yesus Kristus, Tuhan kita.

b. Mempercayai Tuhan,
Kita datang bukan kepada ilah yang asing, dan menakutkan, tetapi kepada Tuhan Penyelamat dan Penolong hidup kita Kemahakuasaan Tuhan tidak membuat manusia menjadi ketakutan dengan kekuatan asing yang tak dikenalnya, tetapi berjumpa dengan Tuhan yang perduli dan mengasihi serta memahami kenyataan diri kita.

c. Keterbukaan hati untuk mengenal kasih sayang Tuhan melalui jawaban doa-doa kita kepada-Nya.
Terbuka untuk mengenal Tuhan dengan lebih dalam lagi melalui jawaban-jawaban doa yang kita terima. Melalui jawaban Tuhan terhadap doa-doa kita, kita pun diasah menjadi lebih peka untuk mengenali kebaikan, tuntunan, pembentukan dan hikmat Tuhan. Oleh karena itu apapun jawaban doa kita, di sana kita belajar untuk melihat makna jawaban itu dari sudut pandang Tuhan dan bukan keinginan hati atau tuntutan diri kita sendiri.

Sikap yang perlu dipersiapkan orang percaya pada saat menunggu jawaban doa yang bisa saja merupakan proses panjang yang mesti dijalani sebelum kita memahami jawaban Tuhan terhadap permohonan kita adalah:
• Jangan pernah menjadi tawar hati
• Menjalani seluruh proses dengan sepenuh hati walaupun itu bukan yang kita maui
• Terbuka kepada rancangan-Nlya melalui seluruh proses beriman kita kepada Tuhan

Memahami Isi Hati Tuhan Melalui Jawaban doa

1. Melalui jawaban doa kita bertemu dengan rencana Allah yang hendak dijelaskan-Nya dalam hidup kita. Kadang kita sendiri terpana takjub ketika pada akhirnya kita melihat bahwa apa yang sedang kita lakukan atau orang lain lakukan merupakan bagian dari rancangan Allah yang mengenal dan mempedulikan kita.

Salah satu contoh yang sungguh menakjubkan adalah apa yang dialami oleh Tim Misi GKI Kayu Putih waktu perjalanan ke Merdey di Papua pada tgl. 18-21 Maret 2007 yang lalu. Segenap anggota tim sebenarnya sudah mempunyai tiket seminggu sebelum berangkat. Rencananya tim akan menginap semalam di Manokwari sebelum besoknya (tgl.19/3) berangkat ke Merdey dengan pesawat MAF. Tetapi 3 hari sebelum berangkat seorang anggota Tim mendapat sms dari Dr. Eka Widrian bahwa pesawat MAF baru bisa berangkat tgl. 21/3/07. la tertegun membacanya sebab itu berarti mereka akan berada 3 hari tanpa kerja di Manokwari. Mau merubah tanggal tidak bisa sebab tiket yang dibeli dengan harga promo tidak bisa ditukar ataupun ganti nama. Dengan perasaan bingung tim harus menerima kenyataan ini. Tetapi kemudian datang tawaran untuk melawat ke MOMI sebagai pengisi waktu luang sekaligus studi banding terhadap sekolah yang dibangun oleh Yayasan PESAT di sana. Tawaran ini agak melegakan sebab berarti tim GKI Ka-Put
tidak nganggur 3 hari di Manokwari. Perjalanan Manokwari -MOMI sekitar 8 jam PP. melewati sungai-sungai yang dalam dan gundukan batu-batu besar sampai badan rasanya terguncang-guncang di mobil Landrover yang ditumpangi. Ketika sampai di sana tim mendapati bahwa ada 51 jiwa, guru-guru dan anak-anak asrama yang sedang berada dalam pergumulan doa akan kelangsungan hidup dan karya mereka di sana, Sebab donatur yang selama ini mendukung sudah selesai dengan janji imannya dan untuk bulan April belum ada lagi donatur yang baru. Jadi kedatangan Tim GKI Ka-Put bagi mereka merupakan jawaban Tuhan atas doa-doa mereka karena waktu Tim Misi GKI Ka-Put melakukan perjalanan ke pedalaman ada beberapa donatur yang menitipkan dukungan dana dan sebagian dari dukungan dana tersebut itulah yang disampaikan oleh tim kepada mereka.

Ketika Tim Misi keluar dari MOMI rasa takjub itu masih terus membayangi diri mereka. Betapa rancangan Tuhan itu menakjubkan dan melampaui pemikiran manusia. Sesuatu yang tampaknya unplanned ternyata suatu perjumpaan yang luar biasa indah dan meneguhkan syukur kita kepada Tuhan akan kebesaran dan kasih setia-Nya.
Bayangkan, bagaimana bisa sebuah Tim Misi GKI KAYU PUTIH bertemu dengan pelayanan Tim PESAT tanpa direncanakan dan justru di sana mereka menyadari bahwa Tuhan memelihara karya kasih-Nya di bumi ini dan kita yang dipercaya menjadi alat dalam karya-Nya yang besar akan terus menyaksikan betapa Maha-besar dan Mahasetia Tuhan itu.

2. Jawaban doa menuntun kita untuk tidak memakai doa dan jawaban-Nya sebagai alat pemuas kebutuhan kita. Kita dituntun melalui doa dan jawabannya untuk makin menghargai keleluasaan Tuhan untuk memperkenalkan diri-Nya.

Doa Tuhan Yesus di Taman Getsemani merupakan sebuah doa kepercayaan sempurna. Walau dengan gentar dan takut, Yesus mempercayai bahwa kehendak Bapa-Nya adalah yang terbaik bagi hidup-Nya.
Banyak kali kita membangun kehidupan doa sebagai jalan keluar dari permasalahan kita dengan cara meminjam tangan kuasa Tuhan untuk membereskan problema hidup kita. Salahkah memohon apa-apa yang menjadi kebutuhan diri kita? Tentu saja tidak, setiap orang boleh memohon apa yang ingin disampaikannya kepada Tuhannya. Tetapi melalui jawaban doa kita mengalami pembelajaran yang indah untuk mengenal siapa Tuhan. Bapa yang kepada-Nya kita datang sebagai pemohon.
3. Kita diajar untuk mengenali dan mensyukuri sebuah hubungan kasih sayang dari seorang Bapa dengan anak-Nya. Karena itu doa adalah komunikasi aktif dan dialogis antara kita dengan Bapa kita yang di surga.
Matius 7:7-11, Lukas 18:1-8 menekankan betapa sebuah upaya yang sungguh-sungguh dari seorang pemohon merupakan sikap Kristiani yang sesungguhnya dalam membangun hubungan dengan Tuhannya. Tetapi perikop ini jangan disalahartikan sebagai cara agar Tuhan menuruti kemauan kita melainkan menekankan tentang sikap proaktif dari orang percaya dalam membawa permohonannya kepada Tuhan dimana ia mesti datang dengan sebuah ketekunan serta keyakinan dan bukan datang dengan sikap pasif atau rasa ketakutan.
Yohanes 15-7 dan 16 dengan sangat jelas menyatakan bahwa doa merupakan permohonan yang akan diungkapkan secara benar dan sesuai dengan keinginan Tuhan apabila kita membangun rasa mencintai dan mentaati kehendak Tuhan. Kita datang sebagai sahabat dan permohonan kita mengikuti petunjuk perintah-Nya yang kita renungkan, gumuli dan taati dalam kehidupan kita. Dengan hubungan seperti ini maka permintaan kita pastilah tidak mengarah kepada keinginan kita sendiri tetapi pada apa yang Tuhan ingini. Maka pengabulan doanya pun pasti dikarenakan kita sudah dituntun untuk memohon apa yang sesuai dengan isi hati Tuhan. Namun yang sulit adalah ketika kita harus belajar mencari, menemukan dan mencintai Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup beriman kita. Tuhan kiranya selalu menolong dan memampukan kita untuk membangun hubungan doa yang akrab dan penuh penyerahan diri kepada-Nya.

Penutup
Besar harapan kami bahwa melalui tulisan ini kita kembali diingatkan untuk membangun hubungan yang indah denganTuhan melalui permohonan doa kita dan respon iman kita terhadap jawaban doa dari Tuhan.
Kita diajak untuk lebih menyadari bahwa doa merupakan sebuah pembelajaran bagi orang percaya untuk secara aktif dan terbuka belajar lebih mengenal Dia yang sudah mengenal kita dengan sempurna.
Mari berjalan dan bertumbuh terus dalam iman kepada-Nya. Sebab setiap pembelajaran pertumbuhan iman melalui doa dan jawabannya, kita akan makin memiliki sukacita sebagai anak-anak yang dikasihi Bapa di surga, yang tidak akan memberikan batu kalau anak-Nya meminta roti dan tak akan memberikan ular bagi yang meminta ikan sebab la tahu apa yang kita perlukan dan yang baik bagi hidup kita.
Amin.


(Nantikan artikel selanjutnya !!)

| A R S I P |

 

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi