|
Dahulu aku adalah seorang wanita yang pemalu dan sangat
pendiam "KUPER" sehingga aku tidak banyak teman,tapi aku
tidak menghiraukannya karena aku punya teman yang sangat
dekat yaitu "papa" dan saya sangat tergantung padanya karena
hanya papa yang mengerti hatiku,dikala aku punya masalah
dengan bijak dia kasih solusinya, sehingga aku sangat
mengaguminya, tapi setelah lulus SMA dan hari pertama aku
masuk kuliah Tuhan panggil papaku secara tiba-tiba padahal
saat itu aku dalam keadaan sakit,mendengar berita itu aku
terdiam dan kaget banget tapi herannya aku nggak nangis yang
ada rasa marah kepada Tuhan kenapa Dia ambil papaku padahal
Dia tahu saya sangat tergantung padanya dan aku berpikir
apakah aku bisa kuliah lagi? dan bagaimana masa depanku?
pada saat itu aku berpikir hancurlah aku..entah sudah berapa
lama aku marah dalam hati tapi yang jelas tiba-tiba saja
rumahku sudah penuh dengan orang-orang yang datang dan
menangis buat papaku dan aku sendiri.. masih berdiri di
depan mayat papaku yang terkujur kaku tapi kulihat wajahnya
terseyum seolah-olah berkata "selamat tinggal anakku
berjuanglah sendiri"semakin marah aku pada saat itu karena
betapa kejam papaku kenapa dia tinggalkan aku sendiri tanpa
teman bukankah dia tahu kalau aku dan mama tidak pernah
cocok, lalu kemana aku mengadu kalau aku punya masalah..tapi
puji Tuhan..teryata Tuhan itu sangat baik dan Dia tidak
pernah biarkan aku sendiri sejak papaku pergi hubunganku
dengan mamaku menjadi baik kami saling terbuka dulu mama
yang kuanggap kurang dewasa karena tidak mau mengerti hati
anaknya kini setelah papaku pergi mamaku sudah mau berubah
dan mau mengalah dan akupun sudah mau terbuka tentang
masalahku kepada mamaku dan aku sudah mulai mau berteman
dengan yang lain dan suka bercanda.
Saya percaya apapun yang terjadi dalam hidupku adalah atas
kehendak Tuhan dan Dia punya rencana di balik semua
masalahku dulu saya beranggapan kalau masa depanku akan
suram tanpa papaku ternyata malah sebaliknya tanpa papaku
aku bisa selesaikan masalahku bersama Tuhan dan aku semakin
tergantung pada-Nya.dulu aku selalu mengandalkan papa kini
menjadi Bapa dan Dia langsung turut campur tangan,dulu aku
berpikir kalau kuliahku tidak akan selesai ternyata selesai
tepat pada waktunya dan aku sudah bekerja,adik-adikku semua
sekolah dan yang paling aku syukuri adalah hubunganku dengan
mama dan adik-adikku menjadi membaik.Dan kami berjanji akan
tetap setia melayani Tuhan dan terus mengandalkan Bapa yang
adalah sumber kekuatan kami.
Benarlah Firman Tuhan yang berkata: Rancanganmu bukan
rangcanganKu tapi rangcanganku adalah rangcanganMu.
Apa yang mustahil bagimu tidak mustahil bagi Tuhan. Amin.
Tuhan memberkati..
|