» Media Pelayanan Antar Jemaat, Antar Gereja, Antar Denominasi OnLine
Serba - Serbi Rohani
   
 
Fasilitas Pencarian


» Home
» Acara Hari Ini
» Gereja
» Gereja Dunia
» Permohonan Doa
» Form Konsultasi
» Solusi Problema
» Form Kesaksian
» Kumpulan Kesaksian
» Pelangi Jiwa
» Renungan Kecik
» YAMARI
» YASUMA
» PPK Tabitha
» RPUK Muara Kasih
» PA.ASIH LESTARI
» Humor
» Kartu Ucapan
» Peluang Karier
» Donasi














 

 

 

 

 

 

 

 














 











 
» Rubrik Kesaksian


DULU PAPA KINI BAPA
Kesaksian : Duma Tumanggor - Jakarta
 


Dahulu aku adalah seorang wanita yang pemalu dan sangat pendiam "KUPER" sehingga aku tidak banyak teman,tapi aku tidak menghiraukannya karena aku punya teman yang sangat dekat yaitu "papa" dan saya sangat tergantung padanya karena hanya papa yang mengerti hatiku,dikala aku punya masalah dengan bijak dia kasih solusinya, sehingga aku sangat mengaguminya, tapi setelah lulus SMA dan hari pertama aku masuk kuliah Tuhan panggil papaku secara tiba-tiba padahal saat itu aku dalam keadaan sakit,mendengar berita itu aku terdiam dan kaget banget tapi herannya aku nggak nangis yang ada rasa marah kepada Tuhan kenapa Dia ambil papaku padahal Dia tahu saya sangat tergantung padanya dan aku berpikir apakah aku bisa kuliah lagi? dan bagaimana masa depanku? pada saat itu aku berpikir hancurlah aku..entah sudah berapa lama aku marah dalam hati tapi yang jelas tiba-tiba saja rumahku sudah penuh dengan orang-orang yang datang dan menangis buat papaku dan aku sendiri.. masih berdiri di depan mayat papaku yang terkujur kaku tapi kulihat wajahnya terseyum seolah-olah berkata "selamat tinggal anakku berjuanglah sendiri"semakin marah aku pada saat itu karena betapa kejam papaku kenapa dia tinggalkan aku sendiri tanpa teman bukankah dia tahu kalau aku dan mama tidak pernah cocok, lalu kemana aku mengadu kalau aku punya masalah..tapi puji Tuhan..teryata Tuhan itu sangat baik dan Dia tidak pernah biarkan aku sendiri sejak papaku pergi hubunganku dengan mamaku menjadi baik kami saling terbuka dulu mama yang kuanggap kurang dewasa karena tidak mau mengerti hati anaknya kini setelah papaku pergi mamaku sudah mau berubah dan mau mengalah dan akupun sudah mau terbuka tentang masalahku kepada mamaku dan aku sudah mulai mau berteman dengan yang lain dan suka bercanda.
Saya percaya apapun yang terjadi dalam hidupku adalah atas kehendak Tuhan dan Dia punya rencana di balik semua masalahku dulu saya beranggapan kalau masa depanku akan suram tanpa papaku ternyata malah sebaliknya tanpa papaku aku bisa selesaikan masalahku bersama Tuhan dan aku semakin tergantung pada-Nya.dulu aku selalu mengandalkan papa kini menjadi Bapa dan Dia langsung  turut campur tangan,dulu aku berpikir kalau kuliahku tidak akan selesai ternyata selesai tepat pada waktunya dan aku sudah bekerja,adik-adikku semua sekolah dan yang paling aku syukuri adalah hubunganku dengan mama dan adik-adikku menjadi membaik.Dan kami berjanji akan tetap setia melayani Tuhan dan terus mengandalkan Bapa yang adalah sumber kekuatan kami.
Benarlah Firman Tuhan yang berkata: Rancanganmu bukan rangcanganKu tapi rangcanganku adalah rangcanganMu.
Apa yang mustahil bagimu tidak mustahil bagi Tuhan. Amin. Tuhan memberkati..

       
 

| ARSIP 500 KESAKSIAN | ARSIP KINI |

 

Sahabat Surgawi
Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja
antar denominasi OnLine

www.sahabatsurgawi.net
webmaster@sahabatsurgawi.net
Copyright © 2002, Tim Sahabat Surgawi