|
Saya diterima kerja di
perusahaan PT HM Sampoerna pada tahun 1989 dimana saat itu
posisi saya sebagai operator mesin perkakas, pada th 1991
saya mendapat posisi baru sebagai supervisor workshop,dimana
posisi tersebut sangat kontradiksi dengan keimanan saya,
karena orang-orang yang menjadi bawahan saya rata-rata
mempunyai karakter yang keras,namun seiring dengan waktu dan
berkat pertolongan Tuhan saya dimampukan mengendalikan dan
mengelola pekerjaan yang saya emban. Singkat cerita sekitar
th 1999 perusahaan menerapkan kebijakan baru yaitu
perampingan karyawan yang tidak terkait langsung dengan inti
produksi, akhirnya banyak teman-teman dan bawahan saya
menjadi korban perampingan tersebut, baru setelah workshop
yang saya kelola ditutup disitulah saatnya giliran saya
untuk dirampingkan atau istilahnya dipaket, namun dalam
benak saya bertanya-tanya siapkah Tuhan saya menghadapi
situasi dan kondisi setelah di PHK nantinya? setelah saya
dipanggil ke HRD untuk penjelasan nilai kompensasi yang
nantinya saya dapatkan, barulah saya berfikir keras untuk
menentukan mau apa tidak dengan penawaran kompensasi
tersebut, sekitar 1 minggu saya bergumul dengan problem
tersebut namun hati saya masih belum berani menghadapi
kenyataan tersebut, tapi satu sisi dari pihak perusahaan
tetap menghendaki PHK jika dalam waktu tertentu saya tidak
mendapatkan tempat baru, lalu saatnya saya harus menghadap
ke HRD untuk menjawab keputusan yang harus saya ambil,
semalam sebelum saya menghadap, saya sempat berdoa semalam
malaman agar kiranya saya tidak salah pilih dan Tuhan campur
tangan dalam setiap persoalan saya, karena saya yakin urusan
makanan pakaian dan perumahan tidak lepas dari rencana Tuhan
jika kita sungguh-sungguh berharap padanya karena rancangan
Tuhan bagi anak-anakNya bukanlah rancangan kecelakaan
melainkan damai sejahtera dan masa depan yang penuh
pengharapan dan Tuhanlah yang mengetahuinya masa depan saya
lebih dari saya sendiri( Yer 29 : 11 )Akhirnya pagi itu hari
Selasa sekitar jam 9 00 pagi saatnya saya melangkahkan kaki
menuju ke ruang HRD untuk menyampaikan keputusan kesanggupan
menerima tawaran dari perusahaan untuk PHK walaupun dalam
hati saya masih ingin mengabdi bekerja di perusahaan yang
menjadi kebanggaan dan kecintaan saya , disinilah ternyata
Tuhan menunjukkan kasih dan kuasanya kepada anak-anakNya,
endingnya sebelum saya memasuki ruang HRD sekitar 10 langkah
disitulah Tuhan kirim malaikatnya untuk menghentikan langkah
saya untuk masuk ke ruang HRD, jelasnya saat itu ada salah
seorang no 1 di perusahaan tersebut menghampiri dan menyapa
saya yang sapanya " Mau kemana " saya menjawab ke HRD pak ,
tanyanya lagi " Kok membawa berkas-berkas apa " disitulah
saya menjelaskan tujuan saya , akhirnya tanpa basa basi saya
diajak ke kantornya untuk membicarakan persoalan yang saya
hadapi, padahal bertemu orang tersebut sangat sukar sekali ,
paling tidak harus melalui sekertaris dan menunggu jadwal
dan juga melihat kepentinganya apa, intinya posisi saya
tidak mudah bisa menemui orang tersebut karena masih ada
sekitar 3 - 4 tingkatan lagi.
Berawal dari hari itulah akhirnya saya punya posisi baru
dimana posisi tersebut saya harus banyak belajar , namun
dengan seiringnya waktu ternyata saya melihat dan merasakan
sendiri bagaimana Tuhan campur tangan dan menunjukan
berkatNya yang melimpah dalam hidup saya, sehingga banyak
pujian bagi Tuhan yang disampaikan kepada saya karena campur
tangan Tuhan dalam kinerja saya bahkan banyak
keajaiban-keajaiban yang Tuhan nyatakan. Akhirnya hingga
sampai saat ini saya bisa melayani Tuhan dalam persekutuan
di perusahaan dimana saya bekerja dan ada beberapa orang
yang langsung atau tidak langsung saya Injili bahkan ada
yang sudah mengambil keputusan untuk mengikut Yesus sampai
semua keluarganya .
Demikianlah pengalaman perjalanan hidup saya bersama Tuhan
yang ajaib dan janjiNya tidak pernah berubah dari dulu kini
dan selamanya dimana Tuhan tidak pernah terlambat untuk
menolong kita . Amin Tuhan memberkati .
|