|
Syalom….
Melalui email ini saya ingin bersaksi tentang kasih dan
kuasa Tuhan kepada umat-Nya.
Awal tahun 2007 yang lalu merupakan tahun yang penuh cobaan
bagi saya dan suami saya (dulu masih calon). Kami telah
pacaran selama 7 tahun, kedua pihak keluarga sudah saling
kenal dan sudah menyetujui hubungan kami.
Januari 2007 lalu, kami menyatakan rencana untuk menikah,
kedua keluarga menyambutnya dengan bahagia, tapi ternyata
itu juga yang hampir membuat kami harus memutuskan hubungan.
Karena masing-masing orang tua kami mengharuskan pesta
pernikahan tersebut harus diadakan di tempat mereka
masing-masing. Alasan mereka adalah ADAT. Sekedar informasi
saya dan suami saya sama-sama anak pertama dan orang Batak
tapi saya batak karo dan suami saya batak toba. Menurut
orangtua saya, kalo di adat karo, pesta pernikahan harus di
pihak cewek. Dan menurut mertua saya, pesta penikahan anak
pertama di adat batak toba harus di pihak cowok.
Atas saran dari saudara, teman dan juga bapak pendeta
Michael & Istri...akhirnya kami mengusulkan pesta pernikahan
dilaksanakan dua kali. Mereka setuju, tapi semua bersikeras
harus yang pertama…Oh God…It’s impossible..
Proses pertemuan kedua orang tua yang pertama selesai tanpa
ada keputusan sama sekali, yang ada hanya marah dan memvonis
kami…
Sejak pertemuan itu, kami terus menghadapi tekanan dari
kedua orang tua yang membuat kami merasa hampir tak berdaya
untuk mempertahankan hubungan tersebut. Tapi puji Tuhan, Dia
menunjukkan kasih dan kuasaNya kepada kami pada saat yang
paling tepat. Memang kasihNya seperti Fajar, tidak pernah
terlambat. Dia membiarkan kami jatuh tapi tidak membiarkan
kami tergeletak..Kami berusaha bertahan dan tidak mampu
berbuat apa-apa selain memohon kuasaNya. Hanya satu
keyakinan kami, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan jika Dia
menghendakiNya. Pada saat itu, kami hanya menunggu kado
Paskah dari Tuhan, ternyata Dia memberikannya beberapa hari
sebelum Paskah…benar-benar besar kasih dan kuasa-Nya. Orang
tua saya akhirnya bersedia mengalah, pesta kedua diadakan di
tempat orang tua saya (Thank you mom & dad, you are very
special in my heart).
Akhirnya kami dapat mendapatkan sakramen pernikahan pada 28
May 2007 kemarin. Serta mengadakan pesta adat toba (28 May
2007) dan adat karo (31 May 2007). Puji Tuhan semua berjalan
dengan lancar dan penuh bahagia. Kami tidak akan dapat
melupakan semua bantuan teman-teman, saudara dan semua orang
yang disekeliling kami yang telah memberikan bantuan moril
kepada kami pada saat kami merasa jatuh dan tak berdaya.
Kesaksian ini saya buat sebagai janjiku kepada-Nya dan juga
untuk memberi kekuatan kepada teman-teman yang mungkin
sedang mengalami masalah seperti yang pernah saya hadapi.
Khusus kepada teman-teman yang sedang menghadapi masalah
seperti saya ini, pesan saya jangan pernah berhenti berdoa
dan hanya memohon kepada-Nya. Percayalah salib yang
diberikanNya kepada kita tidak melebihi kekuatan kita.
|