|
Pada saat saya menjalankan tugas dinas pada bulan Juni 2006
di Distrik Oecussi selama satu bulan, selama saya di sana
tidak disangka di Ibu Kota Dili terjadi krisis mungkin anda
juga telah ketahui tentang krisis baru-baru ini. Ya
katakanlah krisis kepercayaan terhadap para pemimpin negara
Timor-Leste akibat dari krisis ini, sudah satu bulan masa
tugas selesai mau pulang ke Ibu Kota Dili tapi tidak ada
kapal, mau lewat jalan darat perbatasan dengan Indonesia
tidak ada pasport, uang persediaan untuk sebulan telah habis
dan berbagai upaya di lakukan seperti mengontak ONG
internasional untuk membantu tapi tidak di respon dengan
positif sudah hampir putus asa. Tapi masih ada jalan lain
yaitu muncul dalam pikiran saya bahwa "lebih baik minta
tolong kepada Tuhan Yesus lewat doa yang di ajarkan-Nya "Bapak
Kami" selama 9 hari, inti permohonan kepada Tuhan Yesus
adalah "Minta situasi di kota Dili aman dan sebuah kapal
untuk bisa pulang." Apa yang telah terjadi ternyata sebelum
genap 9 hari sebuah kapal telah tiba, "ternyata Tuhan Yesus
benar-benar mendengar dan menjawab Doa dan permohonanku,
saking gembiranya beryukur kepada Tuhan." Tapi kapal yang
tiba bukan kapal yang biasanya menjadi angkut umum pada saat
itu, tapi kapal umum lain yang tidak pernah menjadi angkutan
umum pada jalur itu dan pada saat yang sama orang liurai/Raja
oecussi yang melihat prihatin atas diri kami maka Ia juga
membantu dua karung padi, tapi bukan karung putih biasa,
tapi karung hitam/coklat yang besar, ini benar-benar
anugerah dari Tuhan Yesus.
Karena sudah ada kapal, besoknya mau pulang, biar situasi
gawat ingin sekali melihat anak dan istri, tapi pada saat
itu mendengar HP sedang berdering,lagi-lagi ada informasi
yang tidak menyenangkan yaitu anak saya yang terakhir telah
di rumah sakit, yang sudah di pasang inpus karena sakit
diare dan kolera. Hati saya bertambah terpukul, situasi
seperti ini belum menengok istri dan anak sekarang anak
masuk lagi rumah sakit. Saya benar-benar saat itu terpukul
dan putus asa, tapi jalan satu-satunya adalah berdoa,
seorang Raja yang umurnya masih muda, Atonio Hermenegildo,
Ia saat itu memberi masukan kepada saya, sebaiknya berdoa
saja, Tuhan Yesus pasti mengabulkan, setelah saya berdoa,
Raja itu berkata dengan yakin "anda tiba di Dili anak anda
pasti sudak keluar" kalimat ini sangat menyentuh hatiku,
ibarat Tuhan sendiri yang berbicara kepada saya, maka dalam
hati saya, sayapun yakin hal itu.
Ya sampailah waktu mau pulang, sampai di Dili situasi kacau
di Dili sedikit reda, ada informasi bahwa anak saya juga
telah keluar pada hari yang sama.
Tuhan sendiri menjawab permohonan tentang persediaan uang
habis, tidak adanya kapal, situasi krisis, anak masuk rumah
sakit. Jawaban Yesus adalah Raja Oecussi membantu padi 2
karung, munculnya kapal yang tidak pernah lewat jalur itu,
situasi reda saya bisa pulang dengan selamat, anak masuk
rumah sakit telah keluar sesuai perkataan raja oecussi.
Jadi saya yakin bahwa Tuhan Yesus benar-benar mengabulkan
doa dan permohonanku pada saat itu. Siapa saja yang dengan
yakin berdoa memohon bantuan pasti dikabulkan asal jangan
bimbang dan jangan ragu.
Tuhan memberkati
Chiquito
|