|
Shallom....
Melalui forum ini saya akan bagikan kepada pembaca semua
untuk dapat menyaksikan bagaimana tangan Kasih Setia Tuhan
tidak pernah berhenti dalam hidup saya....
Langsung saja, pada thn 2003-2005 saya aktif dalam pelayanan
apostolik sebagai Worship Leader dan aktif dalam pelayanan
membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan.Selama itu pula saya juga
bergumul mengenai pasangan hidup (PH) dari Tuhan. Hingga
akhirnya di th 2005 akhir, saya mengenal wanita dari komsel
saya dan kami berkomitmen untuk menjalin hubungan pacaran.
Pada awalnya hubungan kami berjalan normal-normal saja
sampai suatu waktu kami telah jatuh dalam dosa seksual dan
terakhir saya ketahui kalau ternyata dia telah mendua hati.
Hal ini membuat saya depresi berat hingga saya merasakan
tempat tidur di RS Jiwa selama 2 mingguan (padahal saya
seorang pemimpin pujian.) Pekerjaan yang enak karena posisi
dan gaji terpaksa saya tinggalkan karena ketidak berdayaan
jiwa saya dalam menghadapi kenyataan ini.
Hingga akhirnya saya putus asa dalam hidup dan kecenderungan
hati untuk selalu ingin bunuh diri.
Teman-teman komsel mendoakan saya untuk mengalami pemulihan
dan ketika mereka berdoa saya merasakan bagaimana hati Bapa
hancur melihat keadaan saya dan ketika itu juga saya
merasakan aliran Kasih Bapa yang begitu besar membanjiri
hati saya.
Dengan hati yang telah dipulihkan Tuhan saya telah memiliki
pengharapan yang baru di dalam Dia.
1 tahun lebih saya menganggur tidak memiliki pekerjaan. Tapi,
selama itu pula iman saya terus di bangun untuk selalu
berharap padaNya.
Buluh yang terkulai tak kan dipatahkanNya, sumbu yang telah
pudar nyalanya takan dipadamkanNya. Sekarang melalui tangan
kakak perempuan saya, saya telah ditawari untuk bekerja
sebagai OP di usaha warnetnya. Bahkan baru 1 blnan ini,
Tuhan telah mempercayaan kepada saya untuk melayani dia di
bidang penyiaran radio di gereja saya.Saya telah melihat
bagaimana Kasih Bapa itu telah memulihkan kembali ekonomi,
kesehatan (fisik maupun jiwa) dan membangun kembali iman
percaya saya kepada Yesus Kristus. Buluh yang terkulai tak
kan dipatahkanNya, sumbu yang telah pudar nyalanya takkan
dipadamkanNya. Ayat ini benar-benar telah tergenapi dalam
hidup saya kembali.
|