|
Setahun yang lalu tepatnya tgl 7 February 2006 saya
melahirkan anak ke 3 yang berjenis kelamin perempuan dengan
berat 3050 gram yang saya beri nama Maria Joselina Febrin (di
panggil JESLIN) di RS Budi Mulia atas pertolongan Dr. Edy
Mulyono. Setelah pulang dari RS, Jeslin susah sekali untuk
minum ASI ataupun susu botol sehingga kulitnya agak kuning.
Usia 10 hari saya membawa Jeslin untuk imunisasi BCG dan
saya menanyakan kepada Dr (nama:....Mattalatta) anak yang
merawat Jeslin sejak lahir bagaimana keadaan Jeslin yang
kulitnya kuning dan masalah susah minum, jawab Dr anak
tersebut Jeslin dalam keadaan baik cuma perlu cahaya
matahari pagi.
Hal ini saya lakukan sampai usia Jeslin 1 (satu) bulan namun
timbangan badan tidak naik & minum masih susah. Seminggu
kemudian Jeslin agak batuk & flu lalu saya bawa ke Dr.
Dasril Daud, alangkah terkejutnya saya waktu mendengar
perkataan Dr bahwa pada mulut ada celah di langit-langit
lunak Jeslin maka ia susah untuk minum dan menelan.
Dr bertanya mengapa saya kaget, saya bilang saya tidak
diberi tahu sama Dr anak yang merawat pada waktu Jeslin
lahir padahal seharusnya saya diberi tahu pada saat Jeslin
lahir. Setelah diberi resep saya pulang, dan batuk/flu tidak
sembuh setelah meminum obat.
Saya berpindah lagi ke Dr. Lisal (Dr anak yang ahli gizi)
karena berat badan Jeslin masih tetap 3,2 kg. Selama 2(dua)
minggu berobat di sana tidak ada perubahan malahan saya
bertanya:"Dok, apa Jeslin perlu di opname?" dan Dr
menjawab:"Belum perlu".
Pada hari Minggu 2 April tepatnya pukul 15.00 Jeslin sesak
napas saya membawanya ke RS. Chatrine Booth, akan tetapi Dr.
Lisal yang dihubungi malah tidak datang dan katanya tidak
melayani pasien opname lalu menyuruh Dr. Setia Budi (asistennya).
Saya terus berdoa Rosario & Doa Pasrah...
Senin 3 April 2006 pukul 09.00 Jeslin di baptis dan diberi
Sakramen perminyakan. Setelah menerima Sakramen, Jeslin
kritis dan di saat-saat kritis tidak ada Dr yang
menanganinya. Pukul 10.00 Jeslin sudah tidak bernafas &
infus sudah dicabut. (istilah kedokteran APNU).
Kuasa Tuhan yang bekerja membuat mukjizat pada keluarga kami,
ia mengutus Prof. Dr. Boy Pelupessy SpA.K (almarhum) untuk
membantu pernapasan Jeslin, setengah jam kemudian setelah
diberi bantuan napas buatan dari mulut-kemulut pada tiupan
yang ke tiga Jeslin menarik nafas panjang dan Puji Tuhan
Jeslin hidup kembali. Semua pihak keluarga mengatakan agar
saya tabah bahwa Jeslin sudah kembali pada Tuhan, tetapi
dengan terus berdoa dan saya sangat percaya bahwa Tuhan
pasti menyembuhkannya dan itupun terjadi.
Bulan April 2007, Jeslin menjalani operasi mulut (penutupan
celah langit-langit lunak) dan pada proses operasi sampai
dengan penyembuhannya Tuhan selalu menyertai... Sementara
operasi berjalan saya terus berdoa Rosario dan Doa Pasrah,
tiba-tiba lampu padam, saya berdiri dan menjerit oh TUHAN
YESUS dan pada saat itu juga lampu menyala. Setelah operasi,
Jeslin cepat siuman dan penyembuhannya berjalan sangat cepat
sekali.
Saat ini Jeslin dalam keadaan sehat PUJI TUHAN....
Atas kisah saya, saya ingin menyampaikan pesan bahwa JANGAN
DENGARKAN PERKATAAN ORANG TETAPI PERCAYA SAJA AKAN KUASA
TUHAN PASTI DOA KITA DIKABULKAN.
|