| 2 minggu yang lalu, saya pergi dengan sopir kantor untuk membeli keperluan kantor. Di depan lapangan Blok S, tiba-tiba mobil kami ditabrak seorang pengendara motor. Bapak itu terpental dari motornya dan terguling di aspal. Bila sopir kantor saya tidak ngerem, maka pada saat itu bapak itu mungkin saja tergilas dan akan tewas seketika.
Puji Tuhan hal itu tidak terjadi, wajah saya langsung pucat. Sopir kantor saya kemudian menepi di bahu jalan. Bapak itu pingsan, namun Puji Tuhan dia tidak cedera parah. Kami membawanya ke salah satu rumah terdekat, Puji Tuhan pemilik rumah sangat baik karena telah memberikan kami tumpangan. Setelah 1 jam bapak itu siuman, dan Puji nama Tuhan...motornya pun setelah diperiksa tidak mengalami suatu kerusakan yang parah. Setelah bermufakat, dan saling memaafkan kami pun kembali meneruskan perjalanan kami masing-masing. Saya bersyukur sekali karena kasih Tuhan Yesus yang begitu besar bagi saya dan sopir saya, saya tidak dapat membayangkan apabila saat itu orang-orang kalap dan memukul kami berdua. Dan Puji Tuhan bapak itu tidak meninggal dunia. Bapak tua itu adalah seorang petugas kebersihan di Depkes. Kami juga bersyukur karena dia begitu penuh toleransi. Sejak itu saya selalu mengingatkan agar sopir kantor saya selalu berhati-hati dan menjaga jarak. Dan juga saya tidak akan pernah lupa untuk berdoa sebelum melakukan suatu perjalanan, baik itu hanya perjalanan singkat ataupun lama.
Terima kasih, semoga kesaksian ini berguna bagi saudara-saudara sekalian. Tuhan Yesus memberkati.
|