Rekan terkasih,
Kurang lebih 14 thn yang
lalu (baru menikah), kami
baru saja pindah dari rumah
orang tua,menempati rumah
yang diberikan teman
sekantor untuk di
tempati(rumah tersebut
kosong/KPR baru belum banyak
yang nempati), kebetulan
hari minggu itu kami akan
ada pesta di gereja, tiap
jemaat diharapkan membawa
nasi masing-masing tapi lauk
pauk disediakan gereja.
Isteri saya tidak punya
rantang. Maka dipinjamlah ke
tetangga yang sudah sangat
akrab tapi lain iman. Waktu
belum diberi, tetangga
tersebut bilang : "Jangan
kena minyak babinya ya bu
...." Isteri saya bilang ke
saya kata-kata tersebut.
Lantas saya bilang : " Ya
udah bilang aja iya ...,"
dengan sangat kecewa. Gereja
masuk jam 10 pagi, kejadian
itu sekitar jam 7-8 pagi,
tapi jam 8.15 ada teman
sekantor yang lewat depan
rumah, dia bilang : "Ada
kiriman duit dari luar
daerah", saya lupa
propinsinya, saya tolong
orang ini dalam urusan
pensiunnya. Langsung saya ke
kantor yang jaraknya kurang
lebih 6 km dari rumah. Betul
saja ketika saya tanya piket,
ada kiriman uang kurang
lebih 200 ribu (gaji saya
waktu itu 45 ribu). Puji
Tuhan saya langsung ke pasar
untuk beli rantang dan
kembali ke rumah untuk
mengikuti kebaktian dan
pesta gereja pada hari itu.
Tuhan itu sangat baik. Dia
memberi disaat kami perlu.
Sungguh..... Tuhan Luuuaaar
biasa... Dia memberi saat
aku meminta,Dialah Allah
yang Maha Kuasa, Maha tahu
tak tergambarkan suka citaku
saat itu. (Filipi 4 : 6)