Aku merasa orang yang paling bahagia, karena dikasih kesempatan untuk mengenal Tuhan yang penuh kasih, sehingga menimbulkan kedamaian yang dalam di hati.
Sekitar Oktober aku hamil disertai flek-flek, usia ke-12 minggu aku pendarahan & dirawat 2 minggu di RS.Hermina. Setelah keluar RS aku pergi ke beberapa dokter & aku disarankan kuret karena saat keluar RS aku masih pendarahan, hampir 2 bulan aku pendarahan seperti orang lagi datang bulan.
Aku bingung, apa yang harus aku lakukan, kalau dia lahir kurang fisik dan mental bagaimana?, dikuret aku takut, diteruskan aku juga takut. Akhirnya aku berdoa "Tuhan aku akan putuskan setelah cek up ke dokter yang merawat aku". setelah pulang dari dokter aku mendapat kekuatan yang membuat aku bisa lebih sabar,tenang,penuh harap. "Tuhan, apapun yang Kau berikan pasti yang terbaik & apabila dia lahir tidak sempurna tolong kuatkan kami. Akhirnya hari-hariku diisi dengan doa & 3 hari sekali ke dokter. Doaku hanya berisi "Tuhan tolong jamah & beri kelengkapan, sempurna seperti bayi-bayi pada umumnya, kami tahu Engkau tidak akan pernah memberikan cobaan melebihi kekuatan kami dan Engkau selalu memberikan yang terbaik. Amin.
Puji Tuhan, benar-benar Puji Tuhan.
30 April 2005 lahirlah bayi laki-laki dengan berat 1,8kg dengan panjang 42Cm merah, mungil & ada tanda merah di lengan atas sebelah kanan (Prematur). masuk inkubator seminggu lebih, karena kondisinya kuat, lincah, cuma beratnya kurang, maka saya memutuskan membawanya pulang. Kami memberi dia nama Benedict Zivent Marchellino, dia sudah hafal Doa Bapa Kami, Salam Maria, anaknya sangat resik dan mandiri, dari bayi tidak pernah BAB di celana.
Pada saat umur Zivent 2 bulan dia kena hernia, kata dokter tunggu umur 4 bulan baru boleh dioperasi. Tapi puji Tuhan tidak perlu dioperasi berkat Doa hernianya sudah hilang, seminggu sekali kami membawanya ke Narogong-Bekasi untuk doa terapi oleh bunda Lea. doa terapi 3/4 kali sudah hilang.
Saya mohon dukungan doa saudara-saudari seiman, agar zivent tumbuh dan berkembang tanpa kurang satu apapun & mempunyai hikmat akal budi kepada Tuhan Yesus. Amin
Dan saya mau katakan, dengan ketulusan hati & pengharapan yang penuh percayalah kita tidak menanggungnya sendiri, sebab Tuhan Yesus sudah terlebih dulu menanggungnya di kayu salib.GBU
|