Puji Tuhan, saya ingin berbagi suka cita yang saya rasakan kepada saudara-saudara semua. Hanya oleh darah Yesus sajalah saya dapat meraih suka cita saya lagi, saya boleh meraih kemenangan.
Saat saya berusia 26 tahun, saya berkenalan dengan seorang pria dalam suatu pertemuan. Setelah pertemuan itu pria itu sering menelepon saya. Saya merasa cocok ketika kami berbicara, saat itu saya senang bisa memiliki teman yang 'nyambung', karena saya memang tidak banyak memiliki teman yang buat saya 'nyambung' saat itu. Saya memang bekerja di suatu daerah yang sepi dan terpencil, saya tinggal sendirian, dan di lingkungan saya pun jarang saya temui teman yang sebaya dengan saya.
Akhirnya, setelah beberapa lama banyak jurus PDKT dari si cowok, kami pun berpacaran.
Setelah beberapa bulan berpacaran, pacaran kamipun menjadi tidak kudus. Kami melakukan hal-hal yang belum boleh dilakukan. Dan itu berlangsung selama lima bulan sampai akhirnya saya mendapati bahwa saya hamil.
Setelah saya bercerita padanya bahwa saya telah hamil, maka dia memberitahukan hal itu kepada orang tuanya dan kamipun merencanakan untuk segera menikah. Saat itu saya mulai merasakan kehilangan sukacita dan sejahtera, saya sendiri tidak mengerti penyebabnya. Saya selalu berpikir ingin keguguran. Kemudian, dalam masa-masa menyiapkan pernikahan itu, muncul banyak masalah. Masalah yang timbul ini juga melibatkan kedua belah pihak keluarga kami. Sehingga pada akhirnya kami batal menikah dan hubungan kamipun selesai.
Lalu saat usia kandungan mencapai 14 minggu, saya melakukan aborsi. Apa yang saya rasakan saat itu amaaaat tidak enak, saat itu saya merasa Tuhan tidak mau melihat saya lagi, saya merasa tidak ingin hidup lagi karena saya merasa benar-benar berubah, tidak ada damai sejahtera, tidak ada suka cita, tidak semangat dalam menjalani hidup, sulit berkonsentrasi dalam bekerja, dan setiap waktu (ini benar, kecuali ketika makan, di kantor, dan ketika tidur) pastilah saya menangis.
Dalam menjalani masa-masa itu, saya mengakui semua perbuatan saya dan konseling pada seorang hamba Tuhan, namun rasanya saya belum pulih benar, saya masih teruuuuuussss menangis. Sampai saya mendengar suatu khotbah mengenai peperangan rohani dan pelepasan. Banyak yang saya pelajari dari situ, saya banyak menghabiskan waktu saya untuk membaca firman Tuhan, doa, dan puasa. Dan saya juga belajar untuk berperang melawan kuasa roh-roh jahat yang mengganggu hidup saya, yang selalu mendakwa saya ketika saya berdoa. Ini tidak saya lakukan dalam waktu yang sebentar. Meskipun, saya belum melihat kemana jalan saya selanjutnya, tetapi saya mau tetap percaya bahwa Tuhan akan memulihkan hidup saya. Kurang dari dua bulan saya bergumul mengenai hal ini hingga akhirnya saya benar-benar bisa meraih sukacita saya kembali, saya bisa mengampuni diri saya sendiri, saya bisa mengampuni pria itu. Saya benar-benar heran, Tuhan begituuuuu baiiiikkk pada saya, DIA mau mengangkat saya kembali, memberikan kelepasan, memberikan damai sejahtera dan suka cita saya lagi.
Saya tidak menyesal dengan kegagalan yang telah saya alami. Masa lalu telah saya kubur dan saya tidak mau menengok ke belakang lagi, tidak menengok kepada kesenangan semu yang dulu saya rasakan. Dengan ini saya benar-benar belajar banyak hal. Tiada yang lain yang lebih menyenangkan saya selain menghabiskan waktu-waktu saya bersama Tuhan, membangun pujian dan penyembahan untuk DIA, tenggelam dalam FirmanNYA. Acara televisi, bacaan duniawi, lagu duniawipun buat saya menjadi 'junk'. Dan saya rindu untuk membagikan kabar sukacita ini, bahwa DIA amat baik, bagi keluarga saya, teman-teman saya, bagi kita semua. KasihNYA begituuuuu dalam dan sungguh nyata, pengampunan, pemulihan dan mujizat yang DIA berikan teramat luar biasa. Kuasa darahNYA benar-benar DAHSYAT dan LUAR BIASA!!! Saya beroleh kelimpahan suka cita, damai sejahtera, kemurahan, kasih, dan itu hanya saya dapatkan dari YAHshuah Hamasiakh. HaleluYAH!!!
Buat saudara-saudara yang sedang mengalami pergumulan, janganlah berputus asa. Memang tidak mudah untuk dilalui, bahkan amaaaatt berat saat menjalaninya. Tapi percaya dan imani, ada kuasa dalam darah YESUS. Ada kuasa dalam pujian kita, dalam seruan doa kita. Dan jika kita mau mengakui kesalahan kita, bertobat dari dosa kita, merendahkan diri di hadapanNYA, berseru padaNYA, ampuni semua orang bahkan yang pernah merugikan, menyakiti, dan mengecewakan kita, dan percaya akan kuasaNYA, PASTI PASTI dan PASTI Tuhan akan mengampuni kita, menyelamatkan kita dan berikan kita KEMULIAAN dan KEMENANGAN. HaleluYAH!!!