Tanggal 15 Januari 2008. Kami suami isteri sedang menaiki pesawat Air Asia dari Tawau,Sabah ke Kuala Lumpur di sebelah malam. Seperti kebiasaannya,saya akan berdoa bersungguh-sungguh untuk TUHAN lindungi sepanjang penerbangan. Meskipun sudah sekian lama menaiki pesawat namun perasaan kacau,suspen dan khuatir tetap meresapi jiwaku.Saya bahwa setelah berada ribuan meter di atas langit,nyawa dan hidup saya kini berada di dalam tangan Juruterbang pesawat yakni "PILOT" Kapten pesawat.Saya sentiasa punya iman bahwa "PILOT"kapal yang mengemudi kehidupan saya ialah Tuhan Yesus Kristus dan bahwa mati/hidupnya nyawa kita berada dalam tangan TUHAN.Penerbangan kali ini mengambil masa kira-kira 3 jam, selepas sejam,saya kena pergi ke-WC.penerbangan kali ini memang tak begitu selesa kerana keadaan cuaca yang tak baik.Sementara dalam WC,tiba-tiba saya merasakan getaran pesawat yang kuat sehingga ia menjunam ratusan meter kebawah.Terdengar suara teriakan para penumpang pesawat dengan kuat.Sementara dalam WC,saya pegang kuat tombol pintu dan terlintas dalam fikiran ku "WAh...inilah tiba masanya ..saya akan mati dalam nahas pesawat!"Tetapi yang anehnya,hati saya tak ada perasaan takut mati melainkan ketenangan!Saya sepertinya sudah bersiap sedia untuk pulang ke rumah Bapa di surga sekiranya sudah tiba masanya saya dipanggil pulang oleh TUHAN",pesawat masih bergoncang amat kuat.Tiba-tiba ada dorongan kuat dari dalam hatiku dan saya berseru dengan kata "Hai pesawat,jadilah stabil dan tenang dalam nama Tuhan Yesus!"tiba-tiba pesawat ini pun segera kembali stabil dan tenang!saya terus memuji Tuhan sambil keluar dari WC.Ketua pramugari yang kebetulan berada di belakang tempat duduk pesawat seraya tegur saya "Maaf ya..encik..kerana gangguan teknikal dalam pesawat!"saya lihat raut mukanya yang berusaha senyum tapi merah ketakutan.Saya segera menjawab "PUJI TUHAN.HALELUYA!"Dia agak kaget..mungkin kerana melihat saya tak ada ketakutan langsung...saya percaya lewat ungkapan ini saya menjadi saksi singkat akan kuasa Tuhan.Sekembalinya ketempat duduk,isteri saya masih penuh emosi dan saya menenteramkannya sambil menyatakan bahwa masa Tuhan belum sampai untuk kami pulang ke surga.
Kami akhirnya selamat mendarat di lapangan LCCT.Kuala Lumpur pada jam 10.05 Malam.
Puji Tuhan!
|