Puji Tuhan. Saya sangat bahagia atas hadiah keselamatan yang Tuhan berikan padaku. Nama saya Suratmi dan dipanggil Emi. Saya mau bersaksi untuk memuliakan Tuhan.
Dulu saya seorang non kristen, Bapak saya Guru Agama. Setelah Lulus Kuliah, saya bekerja di suatu Perusahaan percetakan. Di tempat perusahaan itu saya bertemu dengan seorang cowok. Kami berteman dan akhirnya kami pacaran. Cowokku ini orang kristen. Kami pacaran udah hampir 4 tahun. Kedua belah pihak keluarga tidak setuju dengan hubungan kami. Tapi kami tetap pacaran. Secara diam-diam saya pergi ke gereja bersama cowokku tanpa sepengetahuan keluargaku.
Suatu ketika tgl 25 Desember 2007, saya coba bilang sama bapak bahwa saya akan ikut ke gereja untuk Natalan. Tiba-tiba bapakku shock, ga bisa bernafas dan langsung kena stroke. Lalu dibawa ke rumah sakit dan semua keluarga dipanggil karena kondisi bapakku Kritis. Bapakku ga mau di periksa oleh dokter. Akhirnya bapak pegang tangan saya dan bilang "Apakah aku ini sayang ga ama bapak?" aku nangis dan sangat ketakutan luar biasa terus aku jawab "iya aku sayang" lalu bapak bilang lagi. "kalau gitu bersumpahlah bahwa kamu tidak akan ke gereja lagi dan putus dengan laki-laki itu". Akupun nurut. Bapakpun sembuh dari sakitnya.
Namanya anak muda kalau jatuh cinta seperti dunia milik kita berdua dan yang lain kontrak. Kemudian saya lari dari rumah. Meninggalkan keluarga, melanggar sumpah, tinggalin agama saya. Semua tak tinggalin. Pergi bersama cowokku. Saya kost & dapat kerjaan di Wiyung. Awal-awalnya memang indah tapi lama-lama tidak bahagia. Kami sering beratem, keluarga cowokku pun tidak mau menerima aku sebagai menantunya. Aku sendiri gak tahu kenapa. Aku lari dari rumah untuk mencari kebahagiaan tapi yang aku dapatkan malah cowokku meninggalkan aku tanpa alasan. Aku stress, sakit hati, benci, marah, kecewa dan dendam. Apalagi kalau lihat orang Kristen benci setengah mati.
Secara gak sengaja. Saya lagi jualan nasi goreng di depan gereja Bethany Manyar saya ketemu dengan seorang hamba Tuhan. Namanya Ibu Pdt. Mariana Ibrahim. S2 di Bethany Nginden. Beliau seorang konseler dan saya panggil beliau dengan Bunda. Singkat cerita, saya konseling dengan bunda dan saya tinggal bersama beliau. Tanggal 9 Agustus 2009 saya minta dibaptis. Sejak itu saya dididik oleh bunda menjadi anak yang baik. Saya tahu banyak tentang Kristen dan pengenalan akan Tuhan Yesus dari beliau dan sampai hari ini saya masih tinggal dengan beliau. Sejak menerima Tuhan Yesus. Jujur banyak ada perubahan pada diri saya. Perubahaan itu terjadi mulai perkataan, perbuatan, mengontrol emosi, dll. Tanpa saya sadari rasa kebencian, iri hati, marah dll. pun hilang. Puji Tuhan ini semua karena Tuhan dan didikan bunda.
Sejak bertobat saya ikut pelayanan choir di Bethany Nginden (Adonai group), pelayanan guru sekolah minggu di Bethany Nginden, dan pelayanan guru sekolah minggu di GBI Kutisari. Tgl 24 Desember 2009 adalah Natal pertama bagi saya. Dan saya pribadi ingin merasakan hari Natal. Pas malam Natal, ada ibadah Natal. Dan malam itu ada sesuatu yang luar biasa yang terjadi. Malam itu dengan penuh sukacita saya mengikuti ibadah itu tapi tiba-tiba pada saat penyembahan terakhir. Saya memejamkan mata. Ada suara bahwa saya disuruh membuka kedua mataku. Kemudian saya membuka mataku dan aku melihat terang yang sangat indah sekali lalu aku menangis. Kemudian suara itu terdengar lagi dan bilang bahwa terang itu akan diberikan padaku. Aku tambah menangis dan saya jawab "iya aku mau terang itu Tuhan tapi aku ga mau sendirian, aku mau seluruh keluargaku juga merasakan terang itu".
Kejadian ini aku ceritakan semua pada bundaku. Besoknya tgl 25 Desember 2009 orangtuaku telpon. Dengan tanganku gemetar dan jatungku berdebar kencang. Telpon itu aku angkat tapi bunda bilang mungkin ini saatnya Tuhan, kamu harus omong yang jujur kalau kamu sudah terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu. Sebelum omong, ucapkan di DALAM NAMA YESUS TIDAK TERJADI apa-apa pada keluargaku khususnya Bapakku yang punya penyakit stroke. Kemudian aku nurut aja apa kata bunda. Dan Puji Tuhan semua berjalan lancar dan bapakku pun tidak pingsan karena perkataanku itu. Tuhan itu Luar Biasa. Tapi keluarga saya marah besar sekali. Aku di suruh pulang dan akan diadili karena mereka tidak terima. Aku bilang aku akan pulang tapi tgl 28 Desember 2009. Karena hari minggu ada pelayanaan jadi gak bisa tinggalin. Aku tutup telp. itu. Saya bertanya pada bunda " Sekarang apa yang harus aku lakukan?" bunda bilang "Doa, Puasa dan Perjamuan hanya itu kuncinya".
Jadi dari tgl 26 s/d 28 Desember 2009, kami doa, puasa dan mengadakan perjamuaan di rumah karena selama 3 hari ini banyak diserang kuasa-kuasa kegelapan. Bunda juga minta tolong doa dari tim doa syafaat dari Batam dan tim doa syafat dari GBI Sulung. Saya akui ternyata selama 3 hari itu bener-benar peperangan Roh. Puji Tuhan. Bunda bilang jangan takut, maju terus dan Tuhan menyertai kamu. Iman, semangat, Roh saya berkobar-kobar dan bangkit.
Pas tgl. 28 Desember 2009, saya pulang ke rumah orangtuaku. Begitu sampai di rumah ternyata aku diadili dan orangtua marah besar. Akhirnya akupun diusir dari rumah. Tapi Puji Tuhan keadaan ini tidak separah kondisi dulu. Kemudian saya balik pulang ke rumah bunda dan saya ceritakan semuanya. Jam 12 malam kita (bunda dan aku) doa syafat seperti biasa yang kita lakukan setiap hari. kebetulan bundaku ini diberi karunia oleh Tuhan bisa mendengar suara Tuhan dan bisa melihat sesuatu yang orang lain tidak bisa melihat. Malam itu bunda bilang disebelahku ada malaikat sedang duduk. Puji Tuhan. Aku bahagia sekali bahwa yang aku lakukan ini benar. Dan Tuhan bilang dan janji akan menyelamatkan orangtuaku dan seluruh keluargaku. Semua ini aku serahkan pada Tuhan Yesus.
Setelah kasus itu aku bingung harus berbuat apa? Terus aku doa dan tanya Tuhan. Thn 2010 apa yang harus aku lakukan untuk-Mu? Tuhan jawab bahwa th. 2011 saya disuruh Sekolah Alkitab (LBTC) di Lawang. Yang jelas aku mau hal itu tapi aku ga punya dana sepeserpun. Aku gak tahu dana dari mana, dan gimana caranya? Semuanya saya kembalikan untuk kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Aku percaya suatu saat Tuhan akan sediakan dana tsb. bagi saya, sesuai kehendak dan rencananya yang terindah.
Ada 3 Permohonan pada Tuhan, sebelum saya ke LBTC :
1. Aku Rindu Orangtuaku dan seluruh Keluargaku diselamatan
2. Aku Rindu bersaksi bagi kemuliaan Tuhan
3. Aku Rindu, Bundaku (Ibu Rohani) Diberi kesempatan untuk khotbah di Bethany Manyar.
Dalam Nama Yesus. Amin.
Semoga kesaksian aku ini berguna bagi rekan dan sahabat semuanya.
Tuhan Memberkati.