Saya lahir dari sebuah keluarga yang dingin dan keras, prinsip orang tua dan pengajaran kepada anaknya bahwa uang adalah segala-galanya...termasuk mendapat pasangan yang kaya.
Saya sangat stress, karena prinsip aku sendiri tidak sama dengan orang tua. Saya tidak memandang orang dari harta atau kedudukan, bahkan saya senang berteman dengan orang-orang lebih gak punya dari saya. Singkat cerita saya punya pacar dan sangat ditentang oleh orang tua, yang pasti dengan alasan yang saya sudah sangat mengerti keinginan orang tuaku, karena dari dulu dulu saya sudah sering diajarkan sesuai dengan keinginan mereka, yaitu pasangan yang kaya. Saya tetap memegang prinsip ku, dan tetap menjalin hubungan dengan pacarku.
Dan singkat cerita kami sudah menikah tanpa persetujuan orang tua, dengan berbagai cacimaki, hinaan, fitnah, kutukan pada saya. Saya stres berat, depresi bahkan berkali kali ingin bunuh diri, tapi satu hal saya terus berdoa dan juga teman-teman gereja terus mendukung kami dengan doa. Ya Tuhan saya termasuk petobat baru sudah mendapat cobaan yang sangat berat dan saya sempat kepahitan, saya juga didoakan sama teman sampai muntah darah.Akhirnya ada suatu damai dihati dan ada rasa rindu kepada keluargaku, Tuhan sudah melepaskan dan mencabut akar kepahitan itu.Aku percaya Tuhan memberkati kami dari awal sampai sekarang. mesti sempat orang bilang aku anak durhaka, anak kurang ajar karena tidak mendengar perkataan orang tua dll. semua perkataan orang sangat menyakitkan dan aku percaya selagi kami melakukan yang benar, kami pasti diberkati, saya difitnah mengambil uang dari keluarga untuk pacarku, sedangkan saya sudah mengabdi dan kerja buat keluargaku, tidak mendapat apa-apa bahkan tuduhan dan fitnah yang aku peroleh. tapi bagiku uang bukanlah segala galanya, aku juga pernah dikutuk orang tuaku sendiri, jika saya melahirkan anak bisa saja meninggal. Begitu sakit hati, karena orang tua saya sendiri yang berbuat begitu terhadap anak kandungnya sendiri.saya tetap percaya aku pasti dalam perlindungan Tuhan, tidak ada satu kutuk pun bisa mengenai kami.
Syukur pada Tuhan anak kami lahir dengan sehat, tanpa kurang suatu apapun dan dari awal kami merintis usaha dengan modal pas pasan. Belum 1 tahun kami bisa membeli mobil dan 2,5 tahun kami bisa mengambil rumah dan toko. Allah kita memang Allah yang luar biasa, Allah kita Allah yang dahsyat, dan meskipun kami dengan keluarga ku belum baikan, tapi saya percaya dengan kuasa doa kami, suatu hari mulut orang tuaku akan mengaku dan menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamatnya dan lutut orang tuaku akan bertekuk lutut menyembah Tuhan Yesus. karena dari awalnya juga orang tuaku membenci saya masuk kristen dan dibaptis, bahkan ibuku pernah menentang Tuhan Yesus, merobek, meludahi, menginjak Alkitab. Tapi aku percaya Tuhan Yesus masih sangat mengasihi orang tuaku, bahkan suatu saat nanti pasti mengubahkan hidup mereka. Amin