Saya seorang pria yang sudah
berkeluarga dan memiliki 2
orang anak pria. Saya
bekerja di Denpasar tetapi
isteri dan anak-anak saya
tinggal di Jakarta, Itulah
sebabnya saya sering
menghibur diri di klub malam
sebagai perokok dan peminum
berat.
Di Denpasar, saya ke gereja
hanya sebagai kegiatan
ibadah rutin tetapi
kebiasaan buruk adalah hobby
yang sulit saya tinggalkan.
Suatu saat ketika saya
berada di Jakarta selesai
mengantar tamu ke hotel
penginapan, saya naik
angkutan umum Kopami P.12
dan tiba-tiba diturunkan
ditengah jalan, karena mau
pulang ke pool. Ketika saya
turun dari bus tsb, saya
ditabrak mobil sedan yang
tidak dikenal sampai diri
saya keadaan koma (hampir
mati). sampai di RS.
Cengkareng, dokter hanya
memberitahukan kepada orang
tua saya bahwa keluarga
sebaiknya mengiklaskan
kematian saya, karena
sungguh saya sudah meninggal.
Orang tua saya tidak percaya
lalu membawa saya ke RS.
Siloam Karawaci, mujizat
Tuhan terjadi (sesuai dengan
doa dan iman orang tua) saya
koma di RS tsb selama 3
minggu.
Orang Tua bergumul melalui
doa dan iman setiap hari
besuk dan menjaga diri saya
terbaring koma. Orang lain
sudah mengiklaskan kepergian
saya, tetapi orang tua saya
tidak, karena mereka
berpegang teguh terhadap
Firman Tuhan.
Setelah 3 minggu berlalu
secara perlahan saya sadar,
tetapi saya menjadi gila dan
suka mengamuk di RS.
Karawaci Siloam, beberapa
security sampai kewalahan
menangani saya karena suka
mengamuk dan tiba-tiba kaki
saya harus dioperasi karena
urat kaki saya putus, dengan
demikian saya hanya bisa
melamun dan membaca buku
saja.
Total biaya yang harus
dikeluarkan oleh keluarga
untuk biaya pengobatan saya
diatas 100 juta rupiah, tapi
mujizat Tuhan semua itu
terlunasi walaupun masih
hutang sana-sini.
Lambat laun saya dipulihkan
oleh Tuhan, karena saya
banyak bersaat teduh dan
minta ampun kepada Tuhan.
Puji Tuhan, tiba-tiba saya
diberitahu papa saya bahwa
saya berhenti merokok (padahal
stok rokok masih 2 kotak
besar lagi), sejak itu
hingga saat ini saya tidak
lagi menghisap rokok atau
minum minuman keras.
Setiap hari saya bersaat
teduh dan memulihkan
hubungan saya dengan Yesus
Kristus. Ketika saya kembali
ke Denpasar untuk kerja
kembali, rekan - rekan kaget
karena saya tidak mau
menerima rokok, minum
minuman keras dan ke
discotique lagi. Tetapi saya
selalu memberikan motivasi
untuk memiliki intergritas
dan ulet dalam bekerja.
Sebenarnya masih panjang
cerita kesaksian diri saya,
tetapi biarlah melalui
ceritera ini, ada kesadaran
untuk masuk dan dipulihkan
Tuhan, Amin.