Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  KESAKSIAN
 RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA
    
 Stenly - Manado


Segala syukur, hormat, dan kemuliaan hanya bagi Yesus Juruselamat yang memberikan kesempatan bagi saya untuk dapat memberi kesaksian. Suatu kisah nyata tentang kebaikan Tuhan kepada saya, dan saya tahu kesaksian ini ditulis oleh karena Roh Kudus memberanikan dan membimbing saya.
Saya secara pribadi banyak melihat anak muda Kristen yang seringkali jatuh oleh karena masalah cinta. Disakiti dan menyakiti dapat menjadi duri dalam perkembangan iman, apalagi sebagian besar anak muda dengan kondisi emosi yang masih belum matang berpeluang besar untuk terjerumus ke dalam hal-hal 'bodoh', yang tidak jarang membuat seseorang berpaling dari jalan-Nya. Kiranya pengalaman hidup saya dapat memberi kekuatan dan inspirasi bagi siapa saja, terutama bagi anak muda yang paling sering bergumul dalam masalah cinta.
Nama saya Stenly dan sekarang bermukim di Manado. Saya pernah dibohongi dan dikhianati oleh seorang wanita yang sangat saya cintai, sebut saja namanya Fanny.  Dia seseorang yang sangat spesial dalam hidupku pada waktu itu, dan kebetulan kami kuliah di fakultas yang sama. Permulaan perkenalan yaitu pada masa perkenalan kampus (maperkam). Kami dikenalkan oleh kakak tingkat kami yang juga teman saya. Awal mula pertemuan saya memang sudah tertarik, karena perawakannya yang menarik, wajahnya yang imut, apalagi dia mahasiswa yang pintar dan seiman dengan saya. Kebetulan salah satu teman baiknya adalah teman dekatku juga, melalui dia saya pun memberanikan diri untuk meminta nomor telepon Fanny. Mulai dari telpon-telponan tiap hari, ketertarikanku pun bak gayung bersambut. Kami berdua menjadi sangat dekat, bukan dekat dalam arti hubungan persahabatan tapi dekat sudah seperti sepasang kekasih. Walaupun secara status pada waktu itu kami belum jelas. Tetapi jalan-jalan bareng, pulang dan pergi kampus bersama, makan dan nonton berdua, sudah menjadi agenda rutin dalam kebersamaan kami. Bahkan banyak teman-teman dan orang-orang sekeliling kita, yang mengira kita memang benar-benar sudah pacaran.
Waktu pun berlalu bersama, saya pun memberanikan diri untuk bertanya kejelasan status kami berdua. Alangkah terkejutnya saya akan responnya, dia mengatakan kalau dia sebenarnya sudah punya pacar. Katanya memang sayang sama aku, tapi hubungan kita tak bisa lanjut ke tahap selanjutnya oleh karena statusnya yang masih pacar orang. Setelah kejadian itu, kamipun memutuskan untuk tetap berteman. Kebersamaan seperti orang kasmaran yang selalu kami lakukan dulu, tak kami lakukan lagi. Dan tak lama setelah hari itu, dia pun memutuskan pacarnya oleh karena alasan yang saya sendiri kurang tahu. Tetapi bukan karena laki-laki lain yang juga sedang pdkt padanya, dan bukan karena diriku. Karena walaupun dia sudah jomblo kami berdua tetap berteman biasa.
Beberapa waktu kemudian saya pun tahu alasan kenapa dia memutuskan pacarnya,  kenapa dia mengkhianati pacarnya, kenapa dia tak pernah jadian denganku setelah putus, dan kenapa dia juga welcome dengan laki-laki lain yang pdkt padanya. Oleh karena dia memang suka 'coba-coba', merasakan pengalaman-pengalaman baru dengan lelaki yang berbeda, dan secara sadar atau tidak sadar, dia sudah mempermainkan perasaan orang lain. Sungguh sakit hati yang kurasakan waktu itu, sungguh menyayangi seseorang, tapi cinta dan simpati kita tak dianggap. Fanny lah wanita pertama yang benar-benar kusayangi, seseorang yang selalu kuinginkan ada di sampingku. Apalagi sebelum kenal Fanny, tak ada wanita satupun yang benar-benar mempunyai hubungan dekat denganku. Sehingga bersama dia sungguh menjadi pengalaman cinta pertamaku. Harapan-harapan dan kata-kata sayang yang dia sering katakan padaku hanyalah 'angin sorga belaka', tanpa realisasi yang konkret dalam hubungan kami selanjutnya. Aku hanya dijadikan persinggahan tak berarti dalam perjalanan masa mudanya.      
Sebenarnya ini juga adalah kesalahanku, ada teman bernama Vina yang sudah mengingatkanku terlebih dahulu bahwa Fanny memang wanita yang masih suka 'main-main' dalam cinta. Dia belum mengerti bagaimana seharusnya menjalin hubungan yang dewasa dan tanpa saling menyakiti. Vina mengungkapkannya berdasarkan pengalaman temannya, yang memang  pernah mengalami hal serupa dengan saya. Tapi dasar sedang jatuh cinta, segala sesuatu menjadi tidak rasional lagi. Seringkali orang menjadi "buta" dibuatnya. Biarpun makan nasi tanpa lauk, tapi kalau makan dengan sang pujaan hati, hmm......jadi terasa lezat bukan?
Orang yang semula malasnya minta ampun mengikuti kuliah, menjadi rajin agar mendapat nilai A untuk membanggakan kekasihnya. Atau sebaliknya, orang yang semula rapi, menjadi awut-awutan setelah putus dari sang pacar. Itulah cinta. Cinta pula yang mewarnai dunia ini. Tapi ingat! Ada cinta yang lebih tulus dan indah daripada kasih sayang sepasang kekasih (Eros). Yaitu kasih Allah, kasih Tuhan Yesus pada kita semua (Agape). Dengan kematian-Nya Dia seolah-olah mengatakan kepada kita: "Lihatlah darah-Ku yang tertumpah ini" Itulah bukti cinta yang sebenarnya! Dia sangat mencintai kita! Kalau kita terharu dan tersentuh atas perhatian kekasih kita saat ia mengantar, menemani, menghibur kita, tidakkah seharusnya kita lebih tersentuh atas nyawa yang telah Dia berikan bagi kita? Yesus yang 100% manusia dan 100% Tuhan menjadi pendamai dan pembuka jalan bagi kita untuk datang kepada Bapa. Yesus rela turun ke dunia untuk membina hubungan mesra dengan manusia yang notabene gemar 'selingkuh'! Selain itu, manusia pun gemar melakukan hal-hal yang menyakiti hati Yesus. Tapi tidak demikian dengan Yesus, kasih dan cinta-Nya terlalu besar. Bahkan ketulusan-Nya melampaui segala akal.  Sebenarnya tak ada suatu hal apapun yang terlalu mahal yang Dia minta dari kita, jika kita menyadari apa yang telah Dia lakukan bagi kita. Oleh karena itu marilah kita tidak hanya menjadi orang percaya yang "kering",  tapi menjadi seorang percaya yang taat dan berbuah. Sebagai bentuk terima kasih dan kewajiban atas "RUMAH INDAH KEKAL" yang telah Dia sediakan bagi anak-anak-NYA. Dan itu untuk Saudara dan Saya!           
Pengalaman yang saya bagikan untuk saudara-saudara bukanlah suatu kisah luar biasa, tapi pengalaman yang sangat mungkin pernah dialami setiap orang. Pesan utama dari pengalaman yang saya bagikan kepada saudara-saudara sekalian, yaitu janganlah sekali-sekali kita membalas kesalahan orang lain dengan perbuatan jahat lainnya. Atau kita memaksakan kehendak kita di dalam doa. Atau lebih parahnya lagi, kekecewaan yang besar malahan membuat kita menjadi playboy atau playgirl yang mempermainkan perasaan orang lain. Itu bukanlah cerminan perbuatan anak-anak Tuhan. Sakit hati karena cinta mungkin pernah dirasakan semua orang. Yang terpenting bagaimana sakit tersebut tidak terus menjadi duri yang melukai hati dan jiwa kita. Dan janganlah itu merubah identitas kita sebagai anak-anak Kristen.    Ingat! Tuhan pasti punya rencana yang indah bagi kita, selama kita mau mengampuni dan tetap setia pada jalan-Nya.  Ingatlah bahwa rancangan-Nya bukanlah rancangan kita. Dan, sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar (Yesaya 55:1).

Sebagai buah dari peristiwa tersebut, saya sekarang mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari Fanny. Dia sangat manis, sabar, setia, dan yang terpenting adalah kecantikan hati dan kedekatannya dengan Tuhan. Dia juga mencintai dan mau menerimaku apa adanya. Pribadi yang dulu hanya menjadi impian dalan hatiku, kini menjadi nyata dalam hidupku.
Bahkan sebenarnya kami berdua punya pengalaman pahit yang mirip sebelumnya. Dua pacarnya yang lama berselingkuh, bahkan mengkhianatinya beberapa kali setelah dia memberi beberapa kesempatan. Sungguh ironis bukan? Tapi dia tak pernah membalas apalagi menjadi dendam. Keyakinan yang sama sepertiku, membawa buah manis baginya di kemudian hari.     Saat ini kami berdua sudah jalan dua tahun, dan kami berencana menikah setelah dia selesai kuliah. Tapi jangan lupa, bahwa kita harus tetap melibatkan Tuhan dalam tiap rencana kita.
Rancangan indah Tuhan terbukti dalam hidupku, yang penting kita tetap setia dan tidak menyimpang dari jalan-Nya. Hal-hal yang kita anggap terbaik pada saat ini, belum tentu itu yang dari Tuhan. Kita mungkin tidak dapat mengerti, tapi bila saatnya tiba. Semuanya akan "terbayar" dengan sukacita yang besar. Amin! ! !   
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
(Yeremia 29:11)
 

| A R S I P |

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi