Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  KESAKSIAN

Tuhan peduli & luar biasa
Tony - Jakarta Barat


Saya Tony, usia 33 tahun di Jakarta.

Saya ingin berbagi kepada sesama anak-anak TUHAN yang luar biasa tentang perjalanan hidup dan apa yang selama ini saya alami yakni merasakan pertolongan TUHAN, perlindungan TUHAN selalu tepat pada waktunya.

Sejak kecil saya hidup di keluarga yang berkecukupan mulai dari segi materi, kebutuhan pokok maupun kebutuhan hidup... namun sejak SD saya selalu dididik keras oleh orang tua dan saking kerasnya menurut saya terlalu berlebihan dan bukan maksud saya untuk menanam kepahitan atau apa tetapi saya ingat pernah waktu SD kelas 6 saya digantung di tralis jendela dan sambil belajar dipecuti oleh rotan berkali kali, ketika SMP pun waktu nilai saya kurang begitu bagus pernah saya dilempar gelas oleh ibu dan hampir mengenai muka untungnya saya bisa menghindar.

Mulai kejadian tsb, saya mulai merasa bosan, jenuh untuk berada dalam lingkungan rumah sehingga mulai membangkang, keluar rumah seharian bahkan pernah tidak pulang selama 2 minggu dan mencari kebebasan di luar rumah. Mulai dari situ saya kenal namanya Club/Diskotik, Rokok, Minuman keras dan pergaulan bebas..Seringkali bertengkar, dan berbuat onar sehingga pernah berurusan dengan pihak yang berwajib. .sejak itu saya mulai merasa oh seperti ini ternyata hidup di dunia luar yang bebas ada senangnya dan ada susahnya tetapi buat saya senangnya yaitu lebih bebas dan leluasa apa yang mau kita lakukan namun tetap dengan langkah dan pemikiran yang positif pula.

Singkat cerita, ketika saya mulai berumur usia kuliah saya mulai hidup dengan berpisah dari orang tua dan tinggal di kos-kosan karena terus terbawa perasaan terkekang di rumah dan masih terasa bagaimana rasanya diperlakukan seperti bukan anak sendiri.. Lalu kenallah saya dengan seorang perempuan yang beragama Moslem namun baik hatinya dan tidak neko-neko bisa menerima keadaan saya dalam apapun dan saya tahu resiko yang harus saya ambil adalah kalau saya menikahi dia pasti orang tua saya lebih marah dan bisa tidak lagi mengganggap saya anaknya. .Namun suatu hari ketika saya sedang tidur tiba-tiba ada seberkas cahaya yang sangat terang sehingga terasa silau mata tidak bisa dibuka sama sekali dan terdengar jelas dan dekat ada suara : "Tony, AnakKU yang kukasihi Aku mengerti dukamu, kesusahanmu dan apa yang selama ini engkau alami..Aku ada dan datang sebagai bapakmu yang sangat menyayangi dan engkau berharga dimataKU, Memang engkau bukanlah anak kandung dari kedua orang tuamu namun engkau memiliki Aku sebagai bapak yang kekal yang selalu menyayangi dan menganggap engkau sebagai anak dan harta yang tidak ternilai dimataKU". Begitu selesai suara tsb. langsung reflex saya mengeluarkan air mata dan seolah tidak yakin akan suara tsb, siapakah itu?? dan dari mana suara tsb. barusan?? Hati kecil saya tiba-tiba tersentuh dan mengatakan : "TUHAN apakah itu engkau? apakah engkau berbicara kepada saya?"

Keesokkan harinya saya langsung punya inisiatif dan tekad untuk bertanya kepada orang tua saya walaupun dengan hati yang sangat sedih dan terpukul apakah benar kalau saya bukan anak asli dari mereka? lalu dimana kedua orang tua saya? karena berarti sudah 33 tahun saya tidak pernah bertemu dengan orang tua asli saya dan pantas saya sejak kecil diperlakukan seperti bukan anak sendiri dan kejam walaupun mereka mendidik saya. Perasaan saya tentang suara semalam seperti optimis yakin 95% suara TUHAN dan 5% suara bukan dari TUHAN, lalu ketika saya bertemu dengan ibu yang kebetulan bapak meninggal sejak tahun 2004 lalu tiba-tiba ibu saya berkata : "Benar, memang kamu bukan anak asli mama tetapi mama adopsi kamu sejak lahir dan merah waktu bayi karena orang tua asli kamu adalah orang tidak mampu sehingga ketika melahirkan kamu, mama yang urus semua pembayaran dan mereka memberikan kamu kepada mama sebagai gantinya untuk minta dirawat dan diurus". Mendengar perkataan ibu saya langsung lemas, dan dalam hati berkata : "TUHAN ternyata benar, engkau begitu nyata dan ada dalam hidupku... sekarang saya mau serahkan hidup saya seutuhnya TUHAN yang jaga dan lindungi" sambil saya diam dan tidak dapat berkata apapun.

Akhirnya saya berpacaran dengan wanita yang moslem tsb. dan dia hamil, puji TUHAN dia mau ikut untuk menjadi Kristen karena dia bilang kasihan anak nantinya apabila mempunyai agama yang tidak jelas bingung harus memilih akhirnya dia mengalah dan dengan tulus mulai belajar tentang kekristenan yang sesungguhnya. Ketika usia kehamilannya menginjak 7 bulan, kembali saya nekad memberanikan diri untuk berkata apa adanya kepada ibu saya dan hasilnya benar dia marah besar dan tidak pernah mau angkat telp, sms pun tidak dibalas bahkan pernah mengeluarkan statement : "Kalau kamu pilih dia dan punya anak dari dia jangan pernah lagi pulang, dan manggil mama... kita putus hubungan keluarga !" Mendengar pernyataan tsb. kembali hati saya sedih dan pikiran saya tambah kacau... TUHAN kenapa yah hidup saya sejak kecil seperti ini? selalu sulit dan dihadapkan dengan pencobaan yang luar biasa? padahal TUHAN telah berkata tidak akan memberikan percobaan yang melebihi kekuatan manusia? Akhirnya tetap saya jaga kandungan istri dan kita pindah ke Surabaya sambil mencari pekerjaan apa adanya dengan ongkos juga sedikit saya pun nekad!

Tiba di surabaya, tidak ada seorang temanpun di sana namun saya tetap bersikeras harus dapat pekerjaan dan membiayai istri melahirkan di sana. Selang 2 minggu kemudian puji TUHAN saya dapat pekerjaan yang sangat sederhana dan dengan gaji yang tidak besar mungkin untuk proses kelahiranpun tidak cukup..1 bulan sudah saya bekerja dan akhirnya pas usia kehamilan jalan 9 bulan tiba-tiba istri merasakan mulas dan siap mau melahirkan, saya panik dan bingung karena pada saat itu uang yang kami pegang hanya 100 ribu karena sudah untuk bayar kosan, makan sehari-hari dan beli perlengkapan untuk persiapan si kecil, terus dalam hati saya berdoa tidak henti-hentinya untuk memohon kemurahan TUHAN bukakan jalan untuk kami sambil kami berjalan menuju bidan tempat untuk bersalin. Setelah tiba, kami bertemu bidan dan disuruhnya istri berbaring sambil menunggu waktunya tiba dan saya mengajak bidan tsb. ngobrol dan saya berterus terang berkata : "Maaf Bu, saya hanya punya uang 100 ribu dan kira2 biaya untuk bersalin disini mahal gak?" lalu Bidan tsb. berkata : "Gampang pak, kalau memang belum ada kita bisa kasih waktu 1 minggu untuk pelunasan tetapi ibu dan si bayi tetap disini sampai bapak datang untuk menebus biaya sisanya". Mendengar pernyataan bidan tsb. hati saya sedikit tenang dan berarti masih bisa mencari dana kira-kira semingguan . Lalu saya tetap memberi kabar kepada ibu saya bahwa istri akan melahirkan, tetapi lagi-lagi yang didapat melalui SMS yakni : "Gw sudah bilang jangan pernah SMS gw atau ganggu gw, kita sudah tidak ada hubungan lagi bahkan tidak ada seperakpun uang yg akan gw kasih jd jgn berharap.. kalau mau pulang dan kembali disini bersama mama, lu harus putusin dulu itu perempuan dan kasih anak lu ke orang suruh urus". Wah, tambah sakit hati rasanya saya dan sudah tidak ada pengharapan lagi..... saya sebagai laki-laki merasa ingin terus tanggung jawab dan membesarkan si kecil karena dengan iman saya percaya bahwa anak adalah titipan TUHAN yang harus dijaga dan dirawat. Tidak lama kemudian HP saya kembali masuk SMS yang mengejutkan dari paman yang berkata : "Tony, dimana? sudah lama hampir 2 tahun tidak ketemu ncek? kamu ada kesusahan atau apa bilang sama ncek nanti dibantu". Wouw! sungguh dahsyat TUHAN tahu kesusahan saya dan tiba-tiba dengan cara apapun datang pertolongan seperti itu dan tidak pakai lama langsung saya SMS kembali ke paman saya untuk meminta bantuan krn istri sedang mau lahiran dan butuh biaya kurang lebih 1.5jt dan tidak lama kemudian langsung di transfer dan dibantu biaya persalinan istri saya...saya juga merasakan bahwa hidup secara berkecukupan harta dsb. belum tentu sebahagia ini dikaruniakan seorang putri walaupun serba kekurangan tetapi percaya kalau TUHAN pasti pelihara karena burung di udarapun bisa hidup apalagi kita manusia yang serupa dan segambar dengan ALLAH.

Kesimpulan dari Kesaksian saya ini, Kasih TUHAN dan pertolongan NYA selalu tepat pada waktunya mulai dari :

- Pembayaran biaya bersalin istri lunas tanpa harus menunggu seminggu
- Selama 9 bulan ini saya diberikan berkat untuk merawat dan memberi susu si kecil karena sudah tidak minum ASI sejak usia 2 bulan
- Anak yang sehat, pintar dan sesuai keinginan saya ingin anak perempuan
- Ibu saya sekarang ini sudah mulai mau menanyakan apa yang dikonsumsi si kecil? makanan apa saja yang saya berikan?

Puji TUHAN, Terima kasih TUHAN, Segala kemuliaan hanya bagi TUHAN dan kembali kepada Bapa..... Dia TUHAN yang sungguh perduli dan luar biasa, pertolongan NYA tidak akan pernah terlambat dan tepat pada waktunya, Amin.
 

 

 

Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999
Tim Sahabat Surgawi