"Didalam hidup ini berbagai hal yang kuhadapi mulai aku dilahirkan oleh mamaku yang kusayangi, diwaktu masih kecil aku belum berfikir panjang untuk masa depanku, aku masih memikirkan hal-hal yang kekanak-kanakan, misalnya bermain.
Dengan berjalannya waktu umurku pun bertambah,cara berfikirku mulai berubah,aku mulai memikirkan cita-citaku mau jadi apa aku nanti.Dengan perjalanan hidupku aku selalu ditemani keluargaku yang baik mulai dari papaku, mamaku dan kakak-kakakku.Aku merasakan kasih sayang yang mereka berikan padaku..mulai masuk sekolah aku selalu ditemani papa atau mamaku,aku senang bila ada di samping mereka,aku merasa dilindungi, aku merasakan kasih yang besar yang mereka berikan kepadaku khususnya dari papaku dia sangat menyayangiku bahkan lebih dari kakak-kakakku, kemana-mana papa selalu ajak aku, dia tak pernah tinggalkan aku, sesibuk apapun papa, dia tidak pernah lupa untuk tanyakan keadaanku jika papa tidak antarkanku ke sekolah, malam hari sekalipun papa capek dia tidak pernah lupa tanya pekerjaan rumah(PR)ku kemudian papa mengajariku dengan penuh kasih, setelah semuanya selesai baru kami tidur.Itulah yang selalu papaku lakukan untukku, siang pulang sekolah papa tidak lupa ingatkan aku untuk makan siang papa selalu perhatikanku, papa selalu ajari aku banyak hal mulai dari mencuci, menyeterika pakaian dan banyak hal lagi yang papa ajarkan.Kadang siang setelah pulang sekolah papa ajak aku pergi mancing ke sungai papa gendong aku dengan cara aku duduk ditengkuk papa aku senang sekali.Waktu mancing papa ajak aku untuk bercerita kami bercerita, bercanda, ketawa pokoknya asyik deh sama papa, papa bilang"Walau kemanapun kamu pergi harus selalu berbuat baik dan jujur".Kami pulang dengan membawa ikan hasil pancingan kami ke rumah. Papaku kalau kami jalan rangkul aku kadang gandeng aku, aku sayang papa....... seiring berjalannya waktu tak terasa ujian akhir telah tiba, aku belajar dengan sungguh-sungguh aku semangat belajar ditambah lagi dukungan dari papa yang selalu mendorong aku dan berkata "kamu pasti bisa anakku" dengan ajaran papa yang penuh kasih aku ingat semua, ada timbul dihatiku suatu semangat dan dalam benakku aku berkata "aku harus bisa"aku berusaha supaya apa yang papaku ajarkan itu semua bisa kulakuan dan papaku bisa bangga padaku.Tiba waktu terima rapor, aku gembira karena ternyata aku mendapat nilai yang memuaskan bahkan lebih baik dari teman-temanku.Aku bergegas pulang kerumah aku panggil papaku dan aku memeluk papa dan papa menciumku, papa bilang "aku bangga padamu anakku"aku langsung duduk di pangkuan papa, dan papa bilang apa yang kuminta papa pasti berikan.Hatiku bergirang.
Setelah aku lulus dari sekolah dasar aku melanjutkan sekolahku ke sekolah lanjutan tingkat pertama aku tetap merasa senang karena papaku selalu ada buatku papa tidak pernah berubah papa selalu baik dan menyayangiku.Aku selalu belajar dengan sungguh-sungguh dengan dukungan dan dorongan dari papaku yang selalu membuat aku semangat.
Sembari waktu yang ada aku lihat hari demi hari papa sering lemah, papa batuk-batuk, papa nggak tahan capek aku sedih karena papaku sakit, suatu ketika papaku berobat ke dokter dan dokter bilang papaku komplikasi, aku sedih mendengarnya karena aku tidak mau kehilangan papa, aku sayang papa..aku terus semangat belajar. Aku tunjukkan ke papa bahwa papa bangga padaku dan aku bangga punya papa seperti papaku.
Dengan berjalannya waktu aku dapat menggapai impianku itu aku selalu dapat ranking di sekolah dan aku lihat papa senang dan senyum lihat aku juga balas senyuman papa. Dengan prestasiku disekolah akhirnya aku dapat beasiswa prestasi dari sekolah, jadi papa dan mamaku nggak usah bayar uang sekolahku lagi.
Tiba waktunya ujian catuwulan ketiga karena kemarin itu masih pakai caturwulan belum semesteran jadi setiap 3 bulan sekali ujian sekolah, aku liat hari demi hari kesehatan papa mulai menurun tapi semangatku untuk belajar tidak menurun, aku tetap berjuang.Pulang sekolah aku lihat papa selalu terbaring di tempat tidur, badannya kurus tidak berdaya dan tidak mau makan.
Suatu ketika papa panggil aku, dia peluk aku dan cium aku, aku duduk di samping papa yang tiada berdaya itu papa berkata anakku jika papa nanti sudah tiada kamu harus tetap rajin belajar dan menjadi orang baik dan jujur dan tunjukkan ke semua orang bahwa kamu itu bisa dalam segala hal.Hatiku sedih karena aku pikir papa akan tinggalkan aku saat itu, tak terasa air mataku bercucuran dan papa bilang jangan menangis dan saatnya kamu harus bisa hidup tanpa papa kamu pasti bisa anakku.Aku tidak tahan mendengar perkataan itu, aku merasa aku kehilangan sesuatu yang selama ini kupegang terlepas.
Aku melalui hari-hariku tanpa tawa sedikitpun dari papa aku hanya melihat papa terbaring tak berdaya di tempat tidur, kadang aku menangis sendiri karena aku merasakan kehilangan papa, tawa papa tidak aku dengar lagi, papa tidak pernah lagi belajar denganku, papa kelihatan kurus dan tak berdaya,aku semakin sedih melihat semua itu, aku merasa aku tidak akan berarti tanpa ada papa disampingku, papa aku merindukanmu.
Seiring berjalannya waktu aku merasa hampa, aku melihat pandangan papa yang kosong kepadaku, aku semakin takut kehilangan papa..aku tidak bisa menerima kalau papa sampai pergi meninggalkanku, aku semakin panik yang ada di hatiku saat itu adalah papa tidak boleh meninggalkanku, tapi Tuhan berkata lain, papaku harus pergi meninggalkanku.
Saat itu pagi jam 06.15 WIB. seperti biasa aku berangkat ke sekolah tapi saat aku melangkahkan kaki menuju pintu aku dengar mamaku berteriak,aku kembali ke kamar aku lihat papaku mengerang kesakitan, aku dekati papa, peluk papa tapi pandangan papa begitu menyedihkan bagiku diiringi rasa takutku, aku menangis, aku akan kehilangan papa, tapi dengan sekejap papa kembali seperti biasa, papa tidak mengerang lagi, mama kasih makan papa, wah luar biasa papa banyak makan seketika itu hati kami semua tenang, aku langsung ganti pakaianku, karena aku tidak jadi ke sekolah, aku dan kakak-kakakku pergi ke ladang, kami tinggalkan mama di rumah untuk menjaga papa, karena saat itu kami lagi panen padi.
Saat pergi ke ladang hatiku belum stabil, aku masih memikirkan keadaan papa sepanjang jalan aku menangis.Tiba di ladang aku mencoba untuk tenangkan hatiku, tapi tidak bisa aku terus merasa hampa, tak terasa 1.2.jam berlalu, aku dan kakak-kakakku istirahat dan membaringkan tubuh kami ke tanah, kami semua berdiam diri, entah apa yang kami pikirkan , kami sibuk dengan pikiran kami sendiri.Saat itulah kami dengar lonceng gereja berbunyi karena biasanya kalau bunyi lonceng gereja berarti ada sesuatu, kami kaget aku dan kakak-kakakku berpandangan kami berteriak papa..papa..papa, tidak banyak tanya dan tidak basa basi kami langsung lari menuju rumah..dijalan orang-orang sudah menangis, aku semakin yakin papaku sudah tiada.Sampai di halaman rumah aku liat orang banyak berkerumun menuju rumahku, benar dugaanku papaku sudah tiada.....aku masuk rumah aku melihat papaku tidur dengan tenang, sekujur tubuhnya dingin, aku peluk papa dan menangis, aku berteriak......papa kenapa papa tinggalkan aku...aku tak berdaya, dalam pikiranku papaku masih hidup....aku tunggu dan tunggu ternyata papaku benar-benar meninggakanku untuk selamanya, aku teringat akan kenangan bersama papa, aku sedih karena aku merasa semua itu tidak akan pernah kurasakan lagi bersama papa.Aku kehilangan sesuatu yang berharga dalam diriku, apakah itu? Yaitu papa dengan segala kenangan bersama papa, nasehat dan perhatiaannya sangat berarti bagiku.
Dengan berjalannya waktu papaku sudah tiada, aku murung, dan tidak bersahaja lagi, sampai suatu saat timbul di hatiku papa pasti kembali...tapi ternyata tidak, papa tidak kembali......aku tidak terima dengan semua ini..membuat aku berubah, aku tetap melanjutkan sekolahku, tapi hari-hariku bersama mama dan kakak-kakakku, aku tidak puas dengan mereka, terkadang aku banyak menuntut, karena kasih yang mereka berikan padaku tidak sebesar yang papaku berikan padaku, itulah sebabnya aku mulai berontak, tidak terima dengan keadaan, aku merasa tertolak, tidak diterima, bahkan aku tidak punya percaya diri, bisa dikatakan aku broken home, berantakan.Keadaan itulah yang membuat aku pusing dan tidak betah di rumah, karena menurutku saat itu aku malu punya keluarga seperti keluargaku.Aku putuskan untuk nge-kost dan pindah dari rumah, kebetulan tempat kost ini adalah seorang bidan dan keluargaku juga..Tiba terima rapor nilaiku menurun tapi tetap dapat rangking di sekolah, aku malu dengan prestasiku itu, aku mulai belajar lagi.Aku diangkat seperti anak di rumah kost itu membuat aku sedikit bergairah..aku mulai menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada tuk menunjang sekolahku, aku mulai mengembangkan apa yang aku bisa.dengan perhatian dari ibu kost membuat aku semakin giat belajar, aku dibekali banyak hal, mulai dari sikap, perilaku dan pandangan-pandangan kedepan.aku mulai belajar dan mengesampingkan masa laluku.terkadang aku teringat ama papa, aku ingat pesannya.aku semakin semangat belajar dan prestasiku di sekolah semakin meningkat.klo aku pulang sekolah aku langsung bantu pekerjaan rumah di tempat kost dan sekalian bantu ibu bidan dalam pekerjaanya mulai dari menyusun obat ke rak-rak obat, menyiapkan obat buat pasien, memberi obat buat pasien sampai bantu saat pasien melahirkan.suatu ketika aku disuruh ibu bidan bangun jam 02.00 pagi karena ada pasien yang melahirkan..aku bangun dari tidurku dan langsung menuju kamar bersalin.aku mulai membantu orang yang bersalin itu, aku bayangkan seperti inilah dulu orang tuaku (mamaku) melahirkan aku, begitu mengerikan sekali, aku bayangkan selama 9 bulan di kandungan mamaku setia tuk bawa-bawa aku kemanapun mama pergi, setelah 9 bulan sudah saatnya aku melihat dunia ini, dan mamaku mulai merintih kesakitan, saat aku mau melihat dunia ini...aku bayangkan mamaku begitu sakit mama tuk lahirin aku antara hidup dan mati, aku melihat orang yang melahirkan begitu mengerikan, aku merinding dan takut. mulai hari itu aku sadar akan pengorbanan mamaku yang begitu besar bagiku, dan aku mulai sadar akan semua itu.aku mulai belajar tuk mengasihi keluargaku..khususnya mama.
"Dengan berjalannya waktu..aku akupun tamat dari SLTP(sekolah lanjutan tingkat pertama)..aku mulai berfikir kemana aku harus melanjut.dengan tiba2 aku mendengar ada sekolah yg bagus yg dibiayai oleh pemerintah daerah tapi harus melewati testing dulu.aku mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam test itu, dan saatnyalah aku di test, sampai satu minggu tesku selesai, aku mengikutinya dengan sangat..sangat..sukar.aku hampir gagal tapi Tuhan slalu menolong aku.
"Tiba saanya aku melihat kelulusan.apakah aku lulus dalam test itu dan masuk pada sekolah yang terfavorit itu atau tidak, hatiku mulai berdebar2..tapi aku pasrah apapun hasilnya..saat aku lihat pengumuman betapa senangnya aku ternyata aku lulus.
"Aku mulai sekolah baru dan banyak pergumulan yg harus aku hadapi, mulai dari kebutuhanku hari2 dan sekolahku juga..dengan mengandalkan pendapatan mama di kampung itu tidak mungkin karena mama hanyan keladang, kakakku semua sudah merantau, tinggal mama sendiri yang ada..dengan keadaan itu saudara mulai banyak yang membantu, dan ada satu kakakku yang sampai saat ini ia terus membantu aku dalam segala hal..aku tinggal di asrama jauh dari orang tua dan keluarga..aku mulai bosan, aku melewati semua itu dengan suka dan duka,aku belajar untuk selalu sabar.
"Tak terasa 3 tahunpun berlalu dan akupun tamat dengan nilai yang baik..aku coba untuk test UMPTN tapi gagal, aku coba lagi dan gagal lagi, aku jg coba STAN tp ternyata gagal.gagal.. dan gagal lagi.aku mulai stress dan bosan, saat itu aku berada di rumah kakak di medan.aku mulai menyalahkan dirinya, semakin hari hatinku semakin terpuruk, citra diriku semakin hancur.tapi kakak tetap sabar untuk merangkul aku, dia bawa aku tuk tetap bersekutu dengan Tuhan, tapi semua itu tidak masuk akal bagiku..kakak tetap sabar dan berdoa buat aku, dia percaya bahwa aku dapat diubahkan, tapi aku semakin mengeraskan hari, tertutup dan pendiam, banyak menyimpan di dalam hati..bertahun kakak mendidik aku dan akhirnya kakak berhasil.dan Tuhan mengampuni semua kesalahanku dan memulihkanku, aku merasakan betapa besar karya BAPA dalam hidupku, aku mulai memberi diri kepada Tuhan, mencari wajahNYA dan aku menemukanNYA..saat pembentukan Tuhan memang sakit, tapi akhirnya aku sadar semuanya itu untuk mendatangkan kebaikan bagiku, karena BAPA turut ikut campur tangan dalam segala hal.
BAPA semuanya yang kumiliki itu bersal dari pada engkau, dan semua yang kulakukan untuk kemulian dan kepujian namaMU.
"HOLD ME TIGHT JESUS FOREVER"
HALELUYAH ALLAH DAHSYAT DIA BAIK SELALU BAIK DAN SANGAT BAIK.
Salam terimakasih saya
Sukacita Penuh
REHNA KEZIA