Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
 
eXTReMe Tracker
  KESAKSIAN
TUHAN BERI KADO HAMIL DI HARI ULANG TAHUN
Veni Prabasitta Prasetyo - Solo


Shaloom............
Saya menikah pada 7 Juli 2007. Bagi saya pribadi, suatu pertanyaan mengenai: gimana sudah isi (hamil) apa belum, adalah suatu pertanyaan paling "menjengkelkan (membosankan)", karena saya sendiri merasa juga tidak pernah bertanya pada sahabat-sahabat atau saudara-saudara saya yang telah menikah dengan pertanyaan seperti itu. Tanggal 12 Oktober 2007, saya terlambat haid (seharusnya tanggal haid saya: 9 Oktober) dan saya senang karenanya. Waktu itu hanya suami saya yang saya beritahu dan orangtua saya belum mengetahui hal ini.
Waktu itu, saya bersama suami berencana berliburan ke Surabaya, karena saat itu bertepatan dengan hari Idul Fitri (13-14 Oktober 2007). Bersama suami, saya pergi ke Prigen, taman safari dekat dengan kota Malang dan sepulang dari Prigen, kami berencana pergi ke surabaya. Saat di Prigen, melihat banyak hewan di sana, sebenarnya saya merasa lelah, karena harus berjalan kaki dan kalau mau makan, harus menaiki tangga, karena kantinnya berada di lantai 2. Sesampai di Surabaya, saya menginap di sebuah hotel bersama suami dan disana saya mencoba mengetes dengan test pack guna melihat apakah saya benar-benar hamil dan benar tanda pada test pack tersebut menunjukkan 2 garis, yang berarti saya hamil, walaupun warna garisnya merah muda. Selama di Surabaya, kami jalan-jalan ke mall-mall dan setiap jalan-jalan di sebuah mall, kami berjalan dari lantai teratas hingga lantai terbawah kami lalui, karena suami saya memang suka jalan-jalan ke mall dengan cara seperti itu.
Kami pulang dari Surabaya sekitar tanggal 17 Oktober 2007 dan 2 hari sesudah itu, suami saya berencana pergi ke Bali selama 1 minggu untuk mengikuti acara seminar kepemimpinan kristen. Awalnya, dia mengajak saya, namun saya tidak mau, takut kalau saya kelelahan disana. Setelah pulang dari Surabaya ini, mertua saya baru mengetahui kalau saya hamil, karena dia bertanya kepada suami saya dan berpesan kepada saya supaya saya berhati-hati untuk menjaga kondisi kesehatan dan tidak terlalu lelah beraktivitas. Suami dan saya sempat periksa ke seorang dokter di Solo, namun ketika dokter memeriksa saya dengan USG, dia tidak menemukan kantong ketubannya. Sebenarnya saya merasa 'tidak enak' menjelang keberangkatan suami saya ke Bali, tetapi saya belum mengerti akan terjadi apa: mengapa hati saya tidak enak begini?
Sebelum pergi, suami saya mengajari saya untuk menghidupkan motor dengan menggunakan kaki kalau pagi hari, karena menurutnya kalau pagi hari mesin motor masih dingin. Setelah suami saya berada di Bali, saya sempat berencana ambil cuti kerja sampai suami saya kembali dari sana, namun saya batalkan rencana itu. Suatu hari, sepulang kerja, saya ingin sekali makan jeruk dan apel dan mampir ke supermarket untuk membeli jeruk dan apel. Saya bawa jeruk dan apel itu di tangan kanan dan kiri saya. Esok harinya (23 Oktober 2007), ketika saya hendak berangkat kerja dengan motor, tiba-tiba motor itu tidak bisa dihidupkan dengan tombol start, namun harus menggunakan kaki dan saya hidupkan menggunakan kaki dan siang harinya di kantor, bersama rekan kantor, saya pergi keluar kantor sebentar dan saya diboncengkan oleh teman saya itu.
Saat pulang kembali ke kantor, waktu saya hendak buang air kecil, saya melihat tanda-tanda flek-flek dan saya sempat takut dan kuatir sekali saat itu dan kemudian saya izin pulang dan langsung menelpon ibu mertua saya. Sore harinya saya, saya diantar ibu mertua ke dokter kandungan dan waktu di USG, dokter itu terlihat ragu-ragu dari raut wajahnya dan dia menggunakan test pack dan mengatakan kalau saya hamil, apalagi dokter juga mengatakan rahim saya membesar. Karena saya mengalami pendarahan saat itu, maka dokter menyarankan saya untuk bedrest selama 2 minggu. Selama menjalani bedrest, saya merasa kuatir dengan kandungan saya, walaupun sudah berdoa, namun kadang saya merasa takut, takut kalau setelah 2 minggu kemudian (7 Nopember 2007) kontrol lagi ke dokter, ternyata dalam kandungan saya tidak ada janinnya. Setelah 2 minggu berlalu, saya kembali kontrol ke dokter kandungan yang sama sebelum saya bedrest dan saat saya menunggu hasilnya dengan cemas, lalu dokter mengatakan kalau kandungan saya sudah kempes, yang berarti saya keguguran. Saya sedih sekali saat itu dan selama 1 minggu saya merasa murung setiap kali saya mengingat hasil dari dokter yang terakhir. Berulang kali saya mohon dalam doa agar Tuhan izinkan saya hamil, karena saya takut kalau ada orang yang tiba-tiba bertanya kepada saya: sudah hamil belum. Saya sangat berharap bisa hamil tidak terlalu jauh dari tanggal saya menikah.
Secara bertahap, saya mulai percaya penuh kepada Tuhan bahwa dalam waktu dekat Tuhan pasti jawab saya dengan mengizinkan saya hamil. Mulai Januari 2008, saya ajak suami saya untuk bersyukur (berterima kasih) selalu dalam doa setiap malam karena sudah ada janin dalam kandungan saya. Awalnya, suami saya sempat merasa aneh dengan doa tersebut, namun akhirnya dia mengikuti apa yang saya sudah katakan. Pernah saat saya beserta suami dan 2 orang teman menghadiri pesta pernikahan teman suami saya, tiba-tiba ada teman suami saya yang bertanya kepada saya: "Gimana Ven, sudah hamil?" dan saya jawab pertanyaan itu secara langsung: "Bulan depan." Salah satu dari kedua teman yang datang ke pesta itu menjadi heran dan mengatakan kalau saya terlihat beriman sekali saat menjawab pertanyaan itu. Terus terang dalam hati saya sempat sedikit ragu-ragu apabila seandainya saya belum hamil di bulan Pebruari bagaimana? Tapi saat itu, seakan-akan dalam hati ada yang berkata kalau Tuhan pasti sanggup bela saya dan tidak akan mempermalukan anakNya.
Akhir Januari 2008 sampai awal Pebruari 2008, entah mengapa saya begitu yakin kalau saya akan hamil. Saya merasa Tuhan akan memberi kado ulangtahun saya (4 Pebruari 2008) dengan mengizinkan saya hamil. Memang benar pada tanggal 10 Pebruari 2008, saya test dengan menggunakan test pack dan langsung terlihat 2 garis berwarna merah dengan jelas. Lalu 2 hari kemudian, saya kontrol ke dokter kandungan dan dari hasil USG, memang menunjukkan saya hamil 5 minggu saat itu. Setiap saat saya tumpang tangan ke perut saya, saya doakan anak saya dengan kata-kata: kamu anak yang sehat dan kuat dan kandungan saya juga saya doakan tiap saat. Awalnya sempat takut kalau terjadi apa-apa dengan kandungan saya nanti sampai proses persalinan, karena saya masih agak trauma dengan peristiwa keguguran Oktober 2007 lalu, namun ternyata Tuhan pimpin dan sertai saya terus. Tanggal 9 Oktober 2008 pukul 22.33 WIB, saya melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat, secara normal, dengan berat: 2, 78 kg dan panjang: 48 cm. Puji Tuhan..DIA hidup dan bela saya dan setiap kali melihat anak saya, saya melihat bukti janji dan penyertaan Tuhan nyata atas saya dan keluarga.

 

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi