Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Pesan Sahabat
Kartun
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  KESAKSIAN

BELAJAR MENJADI PAHLAWAN
BAGI ORANG SAKIT

Meliana Levina Prasetyo - Surabaya


Sejak ikut donor darah saya mulai belajar sabar dan bisa mengendalikan diri. Sebelumnya saya sering marah dan melampiaskan kepada orang lain, termasuk ke gereja. Tapi setelah ikut donor darah saya mulai sabar, kalaupun masih ada niat marah tapi semua itu masih bisa terkontrol, tidak sampai meledak-ledak. Dengan donor darah saya mulai belajar berkorban untuk orang lain, rasa lemas sehabis donor darah membuat saya belajar rendah hati, belajar merasa senasib sepenanggungan dan pelan-pelan mengurangi sikap egois. Saya akan terus mengubah dan menyempurnakan hidupku lewat doa pengurapan dan akan terus ikut donor darah tiap 3 bulan sekali menurut kemampuanku. Sabtu lalu saya baca koran Jawa Pos bahwa PMI Surabaya kehabisan stok darah AB. Berarti darah yang saya sumbangkan dulu telah dipakai oleh orang yang membutuhkan. Saya senang sekali, di hari Pahlawan yang baru saja diperingati saya belajar hidup senasib sepenanggungan, menjadi Pahlawan buat orang sakit.

Barusan tadi siang saya ikut doa pengurapan di Gereja Bethany Manyar Surabaya, ada seorang bersaksi dirinya Oktober lalu dirampok orang dan ditusuk sehingga terluka parah, dioperasi dan diberi darah 14 kantong. Hidupnya waktu itu jahat, lalu dia bertobat dan selalu pakai minyak urapan akhirnya cepat sembuh, walaupun dokter mengatakan lama sembuh. Mungkin salah satu dari 14 kantong darah itu adalah milikku, tapi jika benar berarti saya telah menyelamatkan nyawa seseorang, menjadi berkat, membuatnya bertobat dan lahir baru. Maka saya pun akan selalu hidup dalam pengurapan dan kasih kuasa Tuhan saja, terus menjadi saluran berkat bagi orang lain.

Dulu saya suka buang minyak urapan, menolak dengar lagu-lagu rohani kharismatik, menghujat hamba-hamba Tuhan dan gereja kharismatik baik lewat surat kaleng, internet, telpon gelap, dll. Setelah saya merasakan hidupku hampa tanpa hadirat Tuhan, hampir menjadi budak nafsu seks barulah saya kembali memakai minyak urapan lagi. Saya percaya Tuhan bekerja melalui minyak urapan tentu ada kuasa dan mujizat yang ajaib.

 


 

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 1999
Tim Sahabat Surgawi