Saya mau bersaksi mengenai bagaimana luar biasanya TUHAN dalam hidup saya.
Saya terlahir dari keluarga yang sederhana.. secara finansial bisa dibilang kami bukan dari keluarga yang berlebih.. bahkan sudah sedari kecil saya mengetahui kalau keluarga kami terus menerus terlibat hutang piutang.
Banyak orang yang menganggap keluarga kami "ruwet" kalau orang jawa bilang, artinya berantakan. Sedari kecil saya pun kerap kali mendengar penghinaan dari orang-orang di sekitar saya, kadang malah dari saudara sendiri.
Sewaktu saya ingin kuliah di Jakarta, bahkan ada salah seorang dari sanak keluarga saya yang mengatakan kalau saya tidak mungkin lulus, kalau saya paling hanya mengejar laki-laki kaya di Jakarta dan akhirnya hamil sebelum bisa menyelesaikan kuliah saya.
Pada semester awal kuliah saya.. hampir saya merasa frustasi.. selain keterbatasan finansial saya merasa kalau saya tidak berbakat. Saya kuliah di Arsitektur Universitas Tarumanagara, teman satu kos saya menghina saya kalau saya lebih baik mengundurkan diri saja karena saya tidak berbakat. Hancur hati saya saat itu. Seolah saya tidak lagi berguna. Di satu sisi harapan orang tua sangat besar agar saya lulus kuliah dan bisa mengangkat nama baik keluarga. Disisi lain.. banyak hal yang tidak menyenangkan di Jakarta. Saya hampir putus asa.
Saat saya putus asa itulah.. saya merasa belajarpun tidaklah cukup tanpa perkenanan TUHAN. Akhirnya saya coba serahkan diri saya pada TUHAN. Saya belajar tapi tentu saja menambah porsi doa saya. Syukur pada TUHAN smester 3 saya mendapat IP 3,12 dan terus meningkat di semester berikutnya. Bahkan pernah mendapat IP hampir 4.
Saya yakin dan percaya, tanpa kuasa TUHAN, saya tidak mungkin bisa lulus dengan nilai yang tidak bisa dibilang 'jelek'. Bahkan itu lebih dari 'baik' menurut saya.
Saya mau bilang pada teman-teman yang mungkin punya pengalaman yang sama: TUHAN tidak akan membiarkan anak-anakNya dihina atau pun dipermalukan orang. Dia akan membela anak-anakNya dengan tanganNya yang kuat itu. Bila TUHAN mengijinkan permasalahan itu terjadi, itu adalah bagian dari proses pembelajaran. Agar kita semakin percaya.
Saya berharap tulisan saya ini bisa menguatkan teman-teman dan juga menguatkan diri saya sendiri.
Saya mau belajar untuk selalu bersyukur dan menjadi saksi KRISTUS di dalam kesukaran sekalipun.
TUHAN YESUS memberkati anda dan saya. AMIN.
|