Syallom,
Saya terlahir di sebuah kota kecil, tepatnya di kecamatan Lawang-Malang sebagai anak ke-5 dari lima bersaudara dimana kedua orang tua saya adalah hamba Tuhan. Tuhan telah menyatakan kasih-Nya semenjak dalam kandungan, bahkan (menurut orang tua saya) pada saat hampir lahir kuasa kematian telah hampir merenggut saya melalui penyakit muntaber yang saya derita. Andaikata pada saat tersebut terlambat beberapa menit saja, maka dokter angkat tangan.
Menginjak bangku SMP Tuhan banyak proses kami untuk masuk ke dalam medan peperangan rohani. Seringkali kami harus bangun tengah malam karena ada jemaat yang kerasukan setan atau bahkan berhari-hari atau berbulan-bulan kami tidak dapat tidur nyenyak karena ada jiwa-jiwa dari berbagai kota yang dibawa ketempat kami untuk dilayani pelepasan. Tak terhitung berapa banyak Bapa proses kami, bahkan kami harus berhadapan dengan dukun vodoo (dalam alam roh) karena salah satu korban dukun tersebut dilayani di tempat kami. Tetapi pada masa-masa itu kami tetap bersukacita karena kami dapat melihat hal-hal supranatural yang tidak dapat dinalar dengan akal sehat.
Menjelang masuk bangku SMA terjadi suatu perubahan dalam hidup saya. Pada tahun yang sama dengan tahun saya masuk SMA, ayah kami memutuskan untuk keluar dari tempat bekerja, karena ayah ingin full time dalam melayani Tuhan. Kami semua anak-anaknya di ajak rundingan, serta diberi pandangan akan jalan yang ada di depan kami, mengingat mulai hari itu kami harus hidup dengan iman.
Thanks God, kami mampu melewati tahun-tahun tersebut dengan cukup baik walaupun terkadang kami tidak tahu apa yang harus kami makan esok hari. Pada waktu kelas 2 SMA, Tuhan memberikan janji/nubuat kepada saya melalui salah seorang kakak pembina kami bahwa Bapa akan menjadikan saya sebagai alatnya dan apapun yang saya perbuat akan berhasil selama saya jalan dalam Firman-Nya.
Saudara, selulus SMA hampir-hampir saya tidak dapat melanjutkan kuliah dan bahkan selepas lulus SMA saya juga harus membantu pelayanan di salah satu yayasan. Memang terasa berat, Tapi Bapa kita adalah Allah yang hidup, karena disaat tiada dana untuk membayar uang kuliah Tuhan kirimkan donatur yang tidak pernah kami bayangkan dan tidak pernah kami duga. Di bangku kuliah, Tuhan teguhkan kembali janjinya. Janji itu terus saya pegang sampai saya lulus tahun 2003 walaupun sempat cuti beberapa semester.
Pada akhir tahun 2003 Tuhan tempatkan saya bekerja pada salah satu kantor bank swasta sebagai tenaga operasional. Pemikiran saya waktu itu adalah saya akan masuk ke dalam masa-masa kemakmuran sehingga saya mulai melupakan janji Tuhan. Ternyata pemikiran saya salah besar, justru di tempat kerja Tuhan proses saya dengan sangat luar biasa. Saya mengalami pindah kantor 3 kali dan pindah bagian 5 kali Tuhan dan tak terhitung berapa kali saya diperlakukan sebagai "pesuruh" dan "bemper" belaka dan beberapa kali saya harus menerima caci maki untuk kesalahan yang tidak pernah saya lakukan. Tetapi pada akhirnya saya tahu, bahwa pada masa-masa itu Tuhan proses saya untuk lebih sabar dan berdiam diri, sehingga sekarang teman-teman yang dahulu iri kepada saya mulai Tuhan ubahkan dengan caranya yang ajaib.
Pada saat ini saya masih bekerja di tempat yang sama, tetapi Tuhan tempatkan saya sebagai salah satu trainer dan terlibat dalam perencanaan pengembangan SDM. Di tahun 2007 Bapa telah tanamkan visi untuk membagi ilmu yang saya dapat dari Tuhan kepada Gereja-gereja yang membutuhkan pengembangan SDM dan managerial.
Saudara, dan pada akhirnya di tahun 2008 ini Tuhan kembali teguhkan panggilan itu, yaitu sebagai Trainer, Motivator, dan konselor. Begitu banyak hal indah yang harus saya bagi, begitu banyak mujizat yang harus saya bagikan, tetapi saya tak dapat menceritakan semuanya saat ini karena begitu banyaknya.
Pada akhirnya saudara, Jangan pernah putus asa akan proses hidupmu, karena semakin berat beban hidupmu maka itu tandanya Bapa semakin mempercayai kualitas imanmu. Anak kelas 1 SD dengan para sarjana mempunyai kesulitan masing-masing, tetapi yang membedakan adalah kualitas diri mereka. Anda mau tetap jadi anak kelas 1 SD atau Sarjana? semua ada di tangan kita. Tetapi yang pasti, Bapa ingin kita menjadi pribadi yang terbaik. Amin.
Tuhan memberkati
Filipus Deny
08883370381
filipusdeni@yahoo.com
|