Syallom.
Pada Kesaksian pertama saya telah bersaksi bahwa Tuhan itu Dahsyat! Dan saya telah mengalaminya. Dan saat ini, saya ingin kembali bersaksi. bahwa kali ini, ternyata saya tidak salah dalam mengambil sebuah keputusan. Keputusan yang saya buat untuk meninggalkan semua kehidupan saya masa lalu dan belajar untuk setiap hari mencari pengalaman bersama Tuhan Yesus saya.
Setiap hari rasanya, Tuhan itu tidak henti-hentinya memberi kejutan-kejutan yang membahagiakan buat saya. Wao.! Tuhan Yesus saya emang tak ada duanya! Tidak saja dalam hal jasmani, tapi dalam hal-hal yang rohanipun saya diberiNya kejutan.
Suatu waktu pada kebaktian hari Minggu di gereja, Gembala kami berkotbah tentang Iman. Mengapa Musa dapat menjadi "Orang Besar"? Karena Ibunya menyusuinya dengan air susu yang murni. Ini iman yang diestafetkan pada Musa. (Kel 2 :1-2, Ibr 11:23) Iman tidak bisa diturunkan, tapi bisa diestafetkan. Demikian juga Iman seorang kakak dapat diestafetkan kepada adiknya (Kel 2:7). Pada saat saya mendengar kotbah tersebut, dalam hati saya berkata. Kayanya ini gak mungkin terjadi dalam kehidupan saya. Tapi, sekali lagi. Tuhan Yesus saya, membuat apa yang sama sekali tidak mungkin menjadi sesuatu yang sangat mungkin. Besoknya, saat saya pulang kerumah orang tua saya, kami sedang berkumpul, saya, adik-adik, ponakan-ponakan dan Mami saya. Kami menonton VCD Heaven Is So Real. Setelah film habis, saya juga tidak tahu dari mana awal mulanya, tahu-tahu saya menerangkan tentang Firman Tuhan pada mereka semua. Rasanya suasana saat itu mengalir begitu saja. Saya menerangkan apa yang telah saya pelajari. Sampai adik ipar saya mengatakan, "Ya, seperti ini yang saya pengen. Karena saya sebenarnya rindu untuk lebih dekat dengan Tuhan". Adik Ipar saya minta diterangkan beberapa kali sampai dia benar-benar mengerti. Luar biasa. Malam itu, saya sampai tidak bisa tidur. Merasakan bahwa Tuhan itu sungguh Dahsyat 'n Ajaib. Bagaimana mungkin, orang seperti saya, dengan kehidupan yang gelap di masa lalu menerangkan Firman Tuhan? Tuhan, terima kasih.. Apa yang gak mungkin bagi saya, itu sangat mungkin buat Tuhan. Segala kepujian hanya bagi Tuhan.
Tapi rupanya,. Iblis pun tidak tinggal diam. Kayanya dia gak rela saya dekat dengan Tuhan. Godaan itu, datanglah. Suatu waktu, mantan pacar saya pak haji, menelpon saya. Kaget, setengah idup, setengah mati. Dia ingin bertemu dengan saya saat itu juga. Dan mau merealisasikan janjinya yang tidak sempat terpenuhi pada waktu kami masih pacaran. Tuhan, betapa inginnya dulu, saya selalu berharap dia ingat akan satu janjinya itu. Saya menolak untuk bertemu dengannya, walaupun daging ini memberontak. Tutup telepon, saya berdoa pada Tuhan, "Tutup bungkus saya dengan kuasa darahMu yang Kudus, Tuhan. Agar saya tidak kembali padanya". Saya tahu, saya masih mencintainya. Tapi rasanya itu bukan sesuatu hal yang terpenting dalam kehidupan saya saat ini. Saya pun harus menata kehidupan saya bersama Tuhan Yesus, yang saya cintai lebih dari apapun didunia ini. Saya sudah tidak mau lagi hidup dalam pembenaran saya sendiri. Saya mau hidup dalam kebenaran, dan saya tau itu pasti menderita tapi pasti ada damai dan sukacita.
Dekat dengan Tuhan, saya merasa terjadi perubahan besar dalam kehidupan saya. Saya yang sekarang, adalah saya yang pasrah dalam menghadapi kehidupan ini. Gak ada rasa kuwatir sama sekali. Saya pikir, kekawatiran sama seperti kursi goyang. Memberi kita sesuatu untuk dikerjakan, tetapi tidak membawa kita kemanapun. Saya percaya apapun yang terjadi di kehidupan saya, itu pasti yang terbaik untuk saya. Saya tidak mau mengecilkan Tuhan, dengan kekawatiran saya. Apa sii, yang gak Tuhan berikan ke saya? MilikNya yang paling berharga saja Yesus Kristus, Dia berikan pada saya. Kenapa saya harus kuwatir Dia tidak menyediakan apa yang saya perlu? Selalu bersukacita, itu saya yang sekarang. Dan itu yang dilihat oleh orang-orang disekitar saya. Salah satu teman saya dikantor, mengatakan,"Kamu itu saya lihat sukacita terus setiap hari" (kali inipun saya harus bilang : "Wao.. luar biasa, Tuhan!"). Lalu saya bilang pada teman saya, "Harus itu, karena Tuhan Yesus itu, luar biasa dalam kehidupan saya." Komentar dari teman saya itu, membuat saya lebih bersemangat. Karena pujian yang keluar dari mulut kita karena kebaikan Tuhan itu asik. Tapi pujian yang keluar dari mulut orang lain, karena hidup kita yang telah diubah oleh Tuhan itu. jauh lebih asik. Satu tujuan Tuhan, bahwa saya harus mengalami hal-hal yang sangat buruk kemarin, saya sudah tahu. Supaya saya mengalami Yesus dan membawa orang lain untuk mengalaminya juga. Karena saya diciptakan untuk itu.
Kenapa dulu, kalau saya ada masalah, saya merasa tidak mengalami pertolongan Tuhan. Karena saya cuman percaya setengah hati dan setengah jalan. Jangan pernah setengah-setengah dalam segala hal. Percaya saja, bahwa Yesus kita mampu. Kita punya Tuhan Yang Besar. Sejak saya dekat dengan Tuhan, rasanya apa yang saya butuhkan, apa yang saya perlukan bahkan apa yang saya inginkan begitu diperhatikan oleh Tuhan. Kadang keinginan yang hanya sempet nongkrong sebentar di otak saya, belon sempet saya keluarkan, dipenuhiNya. Saya benar-benar merasa sangat-sangat diperhatikan oleh Tuhan. Berkat-berkatNya mengalir dikehidupan saya. Sekarang saya tahu, bahwa Kasih Karunia tidak pernah melihat masa lalu, Dia melihat jauh ke depan. Not what we were, but what we could be. Kasih KaruniaNya,.asik banget. Saya sangat rindu, orang-orang terdekat saya, keluarga, sahabat-sahabat, orang-orang dilingkungan saya, merasakan apa yang saya rasakan. Bahwa tidak ada sesuatupun yang membawa kita pada KEPUASAN SEJATI. Selain keinginan untuk mengenal Dia. DidalamNYAlah kepuasan itu. Karena kunci KEHIDUPAN SEJATI bukanlah pengetahuan tentang kehidupan, tetapi pengenalan akan Kristus. Dan saat ini saya ingin setiap kita berhenti berkata pada Tuhan, betapa besarnya masalah kita. Dan mulai berkata pada masalah kita betapa besarnya Tuhan kita. Amien. Tuhan memberkati saudara.
Agathe Nathalie.
Aku minta KEKAYAAN agar aku bahagia,
namun Ia memberi KEKURANGAN agar aku bijaksana.
Aku minta KUASA agar aku dipuja sesama,
namun Ia memberi KELEMAHAN agar aku tergantung padaNya.
Aku minta SEGALA SESUATU agar aku menikmati kehidupan,
namun Ia memberi KEHIDUPAN agar aku menikmati segala sesuatu.
Aku minta KESEHATAN agar aku mengerjakan yang lebih besar,
namun Ia memberi ANUGERAH agar aku mengerjakan yang lebih baik.
Aku minta KEKASIH agar aku mencintai,
namun Ia memberi ARTI CINTA, agar aku dapat mengerti akan ARTI KASIH sesungguhnya.
Aku minta KAWAN agar aku tak ada lawan,
namun Ia berikan MUSUH agar aku dapat belajar MEMAAFKAN.
Aku tak selalu memperoleh apa yang aku minta
namun doaku selalu terjawab. Amien.
|