Nama saya Ivan Herivan Christiyanto, lahir di kota Cirebon pada tanggal 25 Desember 1966, saya lahir dari pasangan orang tua yang bukan KRISTEN.Papa saya pernah belajar di salah satu Pesantren yang ada dikota Cirebon yaitu BUNTET, sehingga kehidupan keluarga kami sangat taat menjalankan perintah agama.Setelah lulus SMA pada tahun 1986 saya tidak melanjutkan sekolah keperguruan tinggi karena keadaan rumah tangga orang tua saya yang kacau balau,PAPA saya pada saat itu berada pada posisi puncak karier yang sangat hebat yaitu sebagai konsultan HOTEL & RESTAURANT yang ada di Indonesia, dan itu membuat PAPA lupa diri. PAPA menghabiskan uang dengan cara berfoya-foya dan main PEREMPUAN sehingga pada akhirnya papa memiliki perempuan simpanan yang menghabiskan semua harta yang PAPA miliki. Keadaan tersebut membuat saya harus bekerja untuk membantu MAMA dalam menghidupi adik-adik saya yang berjumlah 6 orang yang semuanya adalah perempuan. Saya bekerja apa saja untuk mendapatkan uang, saya bekerja sebagai kuli bangunan, penjual tanaman yang berada dipinggir jalan, memotong rumput dirumah-rumah orang, yang penting bagi saya adalah saya mendapatkan uang dan adik-adik saya beserta MAMA bisa makan. Keadaan ini berjalan sekitar 3 tahun, kami sudah terbiasa apabila kami makan hanya dengan kecap & kerupuk, bahkan jikalau saya hanya mendapat uang sedikit dari hasil upah yang saya peroleh maka uangnya kami belikan beras dan berasnya kami masak menjadi bubur agar semua adik-adik saya dapat makan. Pada tahun 1989, saya memperoleh pekerjaan tetap yang saya dapat dari teman saya semasa sekolah SMA dahulu. Di awali bekerja sebagai orang gudang, lalu saya pindah sebagai salesman. Pada saat saya menjadi salesman tersebut saya diajak pindah bekerja oleh Pimpinan saya ke suatu perusahan yang cukup besar yang memproduksi KECAP & SAMBAL yang cukup terkenal di Indonesia. Di perusahaan inilah saya menjalin cinta dengan salah seorang karyawati yang bertugas di bagian Advertising. Pada awalnya saya tidak terlalu serius untuk berpacaran karena kita berbeda AGAMA, tetapi entah kenapa saya tetap berpacaran selama 1 ( satu ) tahun, dan pada suatu malam minggu ketika saya berkunjung kerumah pacar saya, saya bertemu dengan Ibu dari pacar saya tersebut. Di sela-sela perbincangan, ibu pacar saya bertanya kepada saya:"Apakah kamu benar-benar mencintai anak saya???", lalu saya jawab:"saya benar-benar mencintai anak Tante", kemudian si ibu bertanya lagi kepada saya:"Apakah kamu mau ikut Tuhan Yesus???", saya terdiam sejenak, karena saya bingung mau jawab apa. Dalam hati saya berbicara siapakah Tuhan Yesus itu? apakah Dia itu temannya Nabi Muhammad? akhirnya dengan nekat saya menjawab:"Ya, saya mau ikut Tuhan Yesus". Dalam pikiran saya, yang penting saya dapat berpacaran dengan anaknya dulu. Tetapi tanpa diduga, si ibu berkata bahwa saya harus menikahi anaknya tersebut dan saya diberi waktu 3 bulan untuk mengikuti Katekisasi sebelum menikah.
Saya jadi bingung sendiri, tetapi entah kenapa saya tetap mengikuti pelajaran Katekisasi di sebuah gereja protestan selama 3 bulan. Dan pada saat harinya tiba untuk menikah, saya berbicara kepada ke dua orang tua saya, bahwa saya akan menikah dengan pacar saya di sebuah gereja dan saya menjadi pemeluk agama Kristen. Ke dua orang tua saya terdiam, kemudian mereka mengusir saya dan akhirnya saya tinggal di rumah saudara dari pacar saya sebelum akhirnya kami menikah dan diberkati di gereja Protestan.
Selama saya menjalani kehidupan rumah tangga bersama dengan isteri, benar-benar saya memulainya dari minus. Kami mengontrak rumah petak dengan kamar mandi yang terpisah berada di luar dan bila pagi kami ingin berangkat bekerja maka kami harus mengantri untuk mandi. Dalam ketidak mengertian saya akan Tuhan Yesus, saya tetap rajin pergi ke gereja setiap minggu, malah saya lebih rajin dari pada isteri saya. Kehidupan rumah tangga kamipun sangat diberkati, dalam pekerjaan saya mendapat promosi jabatan sebagai sales supervisor. Tetapi disinilah awal malapetaka itu datang. Sesama teman kerja saya sebagai sales supervisor, saya suka sekali bermain judi, apapun bentuknya: bisa main billiard, main kartu gaple, tebak korek api genap dan ganjil. Sehingga pada suatu hari pada saat saya bersama teman-teman sedang asyik bermain kartu gaple ( kiyu-kiyu ), saya digerebek oleh POLISI yang berpangkat KOLONEL. Pada saat penggerebekan, saya dan teman-teman sudah menawarkan untuk berdamai, tetapi sang KOLONEL tidak menggubris dan kamipun dibawa dan dimasukan kedalam PENJARA POLSEK KALIDERES selama 4 hari. Saya bertobat karena kondisi di dalam penjara polsek kalideres sangat menakutkan saya. Saya dicampur dengan pembunuh yang baru saja membunuh orang, dan saya tidak dapat buang air besar dan tidak mandi serta tidak gosok gigi selama 4 hari, karena kamar mandi dan WC sangat kotor dan hitam.
Saya menangis kepada Tuhan dan berkata Tuhan Yesus saya bertobat dan saya tidak akan melakukan hal yang mengecewakan Tuhan, akhirnya saya dilepas pada hari ke empat, berkat pertolongan Tuhan. Sejak saat itu saya sungguh bertobat dan mencari Tuhan. Saya berdoa, Tuhan saya ingin mengenal Tuhan Yesus lebih dalam lagi. Dan akhirnya saya dibaptis di Gereja Tiberias Indonesia tahun 2002 dan menjadi Pengerja selama 2 tahun, saya melayani konseling & pelepasan, berkotbah, kesaksian dan saya masuk ke sekolah seminari Bethel ITKI Petamburan sehingga saat ini saya sedang mempersiapkan skripsi untuk meraih gelar sarjana theologia. Seiring dengan hal tersebut kehidupan saya benar-benar Tuhan ubah, Tuhan bawa saya untuk masuk dalam perusahaan farmasi Multinational sebagai Area sales manager, Tuhan pulihkan kondisi keuangan saya sehingga saya dapat melunasi semua hutang-hutang saya yang saya buat ketika saya belum mengenal Tuhan. Sehingga pada suatu hari saya bertemu dengan seorang Hamba Tuhan yang membimbing saya untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi dan mengundang-Nya untuk masuk dalam hati dan kehidupan saya menguasai seluruh hidup dan kehidupan saya.Saat ini saya telah dikarunia 1 ( satu ) orang putri yang berumur 13 tahun dan sudah kelas 2 SMP serta 1 ( satu ) orang Putra berumur 7 tahun dan sudah kelas 2 SD, aktifitas saya sehari-hari adalah sebagai Area Sales Manager pada perusahaan Farmasi Multinational serta saya juga melayani kotbah pada persekutuan-persekutuan Doa yang ada dikantor-kantor maupun Persekutuan Doa Rumah Tangga.
Demikianlah kesaksian ini saya sampaikan dan saya bersyukur apabila kesaksian ini dapat menjadi saluran Berkat bagi Bapak/Ibu/saudara/i sekalian yang membacanya. Saya mengucapkan terima kasih kepada Sahabat Surgawi yang telah menyediakan ruang kesaksian ini untuk saya dapat menyampaikannya.
Tuhan Yesus Memberkati
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini maka ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal supaya barangsiapa percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh Hidup Yang Kekal" ( Yoh 3:16 )
|