Home | Tentang Kami | Kesaksian | Acara rohani | Link
 
Swara Surgawi
Video Streaming
Gratis CD Sabda
Alkitab Elektronik
Hollypower.net
E-mail Gratis
E-card
Kartu Ucapan Kristiani
 
eXTReMe Tracker
  KESAKSIAN
 RENCANA TUHAN INDAH PADA WAKTUNYA
    
 Victor - Surabaya


Rabu, 21 November 2007 jam 07.05 WIB. telepon di rumah berdering saat saya sedang mandi. Saya teriak dari kamar mandi supaya orang di luar mengangkatnya, lalu istri saya mengangkat dan menjawab telepon itu. Tak lama kemudian istri saya berteriak histeris, "mama sudah nggak ada!" Saya menangis, dalam hati saya berkata, "kenapa mama nggak tunggu saya", saya baru pulang dari RS jam 06.30 WIB. setelah semalaman menunggui mama. Ya, mama kami tercinta dipanggil Tuhan dalam usia 58 tahun akibat penyakit yang menurut dokter bernama Cute Leukemia (jenis dari penyakit leukimia yang sering menyerang anak-anak atau orang muda).
Lima tahun lalu, tepatnya bulan Januari 2002, mama menjalani operasi kanker payudara di Jakarta. Setelah melalui proses kemoterapi dan perawatan yang melelahkan, ia dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawatnya.
Bulan Agustus 2007 mama sakit yang gejalanya semula mirip dengan demam berdarah. Kemudian diopname dan diobservasi di Jakarta. Ternyata, menurut dokter, akibat proses kemoterapi 5 tahun lalu. darah dalam tubuh mama bertransformasi yang menuju pada penyakit Leukimia! Dokter menyarankan untuk masuk ruang isolasi selama 1 bulan penuh, tidak boleh dijenguk oleh keluarga, hanya dokter dan perawat yang boleh masuk! Keluarga berunding dan memutuskan bahwa nggak mungkin menempuh cara itu, karena akan membuat mama bertambah sengsara. Akhirnya diputuskan mama melanjutlkan pengobatan di Surabaya karena dekat dengan keluarga. Tanggal 17 Agustus saya menghubungi beberapa rumah sakit di Surabaya dan dokter yang ahli di bidang Leukimia, karena hari itu hari libur nasional dan hari sabtu-minggu, banyak dokter yang libur. Mama, papa dan adik tiba di Surabaya tanggal 18 Agustus. Dan tanggal 19 Agustus mulai di rawat di RS. Keadaannya semakin membaik, 3 minggu dirawat mama seperti bukan orang sakit, setelah itu boleh pulang dan berobat jalan. Mula-mula kontrol 1 minggu sekali, kemudian 2 minggu sekali, dan akhirnya 1 bulan sekali. Dokter gembira dengan perkembangan kesehatan mama.
Awal November 2007 mama mulai sering merasa mual, mau makan nggak bisa, mau muntah juga nggak bisa. Akhirnya tanggal 9 November mama harus dirawat lagi di RS. Dokter cukup kaget dengan kondisi mama yang begitu drop! Selama dirawat untuk yang kedua kali di RS yang sama, kamar yang sama, dan tempat tidur yang sama seperti masuk RS pertama kali, kondisi mama terus menurun. Mama sepertinya mulai putus asa, sering mengeluh dengan penyakitnya. Kami menghubungi majelis dan pendeta gereja, dan mereka datang untuk mendoakan mama. Sampai akhirnya pada hari Selasa 20 November.
Pagi itu, seperti biasa saya datang pagi-pagi (jam 05.30 WIB.) untuk mendengarkan visit dokter. Dokter mengatakan bahwa harus dimasukkan makanan melalui hidung (sonde), ditambah lagi transfusi darah, dan suntikan lekogin (untuk menaikkan lekosit). Setelah saat teduh bersama, saya pulang, saya lihat kondisi mama masih seperti hari sebelumnya. Sore itu saya kembali ke RS bersama anak istri dan beberapa keluarga. Saya kaget melihat mama! Ya Tuhan, kenapa mama saat itu sudah seperti orang koma ! Sonde dan selang oksigen di hidung, infus dan transfusi di tangan, belum lagi handuk untuk kompres di beberapa bagian tubuhnya. Saya nggak tega, saya keluar dan menangis di luar. Di situ sudah ada beberapa majelis dan jemaat dari gereja. Tak lama kemudian pendeta kami datang. Setelah berdoa mereka pulang. Saya juga pulang mengantar keluarga, tetapi kemudian kembali jam 00.30 ke RS. Dari malam sampai pagi, kami bergantian mengompres mama. Suster bolak balik datang untuk tensi darah, yang hasilnya terus menurun. Jam 04.30 suster menyeka badan mama, dan mengganti dasternya dengan daster warna putih bersih, mama terlihat begitu tenang, wajahnya bersinar seperti malaikat. Jam 05.00 kami bersaat teduh bersama, setelah itu beberapa keluarga pulang. Jam 05.30 dokter yang menangani mama datang untuk memeriksanya. Setelah memeriksanya, dokter mengatakan bahwa kondisi mama sudah semakin parah. Ia mengatakan bahwa keluarga sudah berusaha dengan baik, dokter juga sudah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan disiplin ilmu yang ia kuasai. Tapi beliau mengajak kami untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Hanya mujizat, ya hanya mujizat yang kami nantikan dari Tuhan. Setelah dokter pergi, kami beberapa keluarga menangis. Tapi adik saya, Lusi, menegur kami supaya tidak menangis dan terus mengompres mama sambil menyanyi. Lagu yang terus kami nyanyikan yaitu lagu "Mujizat Itu Nyata", sampai saya pulang jam 06.30 karena ada beberapa tugas. Papa, dan adik-adik saya Wendy, Yani, dan Lusi terus berdoa dan menyanyi di telinga mama. Beberapa kali air mata mama menetes dari matanya walaupun dalam keadaan tidak sadar. Lusi terus berharap bahwa yang akan terjadi adalah mama akan sembuh dan segera pulang ke rumah!
Ya, mujizat itu sudah nyata. Tepat jam 07.00, kesembuhan itu sudah terjadi. Tapi bukan kesembuhan jasmani seperti apa yang kami harapkan. Tapi kesembuhan Illahi! Menurut cerita papa yang menyaksikan saat hembusan nafas terakhir mama, begitu lagu "Mujizat Itu Nyata" selesai dinyanyikan, tepat saat itulah mama pergi menghadap Bapa di Sorga. Semua menangis, ketika suster memastikan bahwa mama telah meninggal dunia. Lusi bahkan berteriak-teriak, "Suster bohong! Suster bohong! Mama saya tidak meninggal!"
Mama sudah pergi dengan damai, ia begitu tenang! Bahkan wajahnya selalu tersenyum sampai terakhir kali kami melihatnya sebelum peti ditutup.
Papa menerima sebuah sms dari keluarga di Ambon yang berbunyi, "Tuhan kami minta setangkai bunga yang indah, tapi Kau beri kaktus yang jelek dan berduri. Tuhan, kami minta kupu-kupu, tapi Kau beri ulat! Beberapa hari kemudian, kaktus itu berbunga sangat indah, dan ulat itu berubah menjadi kupu-kupu yang cantik! Itulah rencana Tuhan indah pada waktuNYa."

Soli Deo Gloria,
Victor, di Surabaya.

 

| A R S I P |

  Sahabat Surgawi, Media pelayanan antar jemaat, antar Gereja antar denominasi OnLine
www.sahabatsurgawi.net - webmaster@sahabatsurgawi.net, Copyright © 2002-2007,
Tim Sahabat Surgawi