|
Saya adalah seorang ayah
dari 4 orang anak, 2 putra
dan 2 putri, dan suami dari
seorang istri. Saya berumur
37 tahun, istri 36 tahun,
serta putra 11 thn, putri 9
thn, putri 7 thn dan putra 5
thn. Kehidupan kami beberapa
tahun yang lalu berjalan
normal. Akan tetapi, pada
waktu perekonomian saya
sangat terpuruk, dan kami
terlibat dengan
hutang-hutang yang menjerat,
maka iman saya mulai goyah.
Bahkan saya TIDAK PERCAYA
dengan adanya TUHAN, karena
saya pikir, mengapa TUHAN
begitu kejam, dengan
membiarkan segala kepahitan
dan kesusahan menimpa saya
bertubi - tubi. Dengan hidup
berkekurangan uang, saya
merasa bahwa saya adalah
seorang ayah, suami dan
seorang pria yang sudah
gagal dalam hidup ini.
Seringkali apabila saya
melihat keluarga yang
hidupnya dalam kemewahan,
membuat saya sangat membenci
mereka, karena sering kali
saya membayangkan bahwa
sayapun dulu bisa hidup
dengan sangat mewahnya, akan
tetapi sekarang, saya harus
hidup berkekurangan, melihat
istri dan anak-anak saya
harus menurunkan taraf hidup
mereka, walaupun mereka
menerima semua itu tanpa
mengeluh sedikitpun. Saya
juga sering curiga terhadap
istri saya, seakan -akan,
dia ingin berpaling kepada
pria lain, karena kehidupan
perekonomian saya yang
menurun ini, dan tidak dapat
memenuhi kebutuhan dia
seperti dulu lagi. Saya juga
harus datang meminta
pertolongan berkali-kali
kepada kakak saya yang
dulupun pernah saya tolong,
tapi kini hidupnya
berkelimpahan, akan tetapi
sering kakak saya tidak mau
membantu atau
bersungut-sungut, walaupun
saya yakin sekali sebetulnya
kakak saya tsb, sanggup
untuk membantu. Bahkan,
sering saya ditolak oleh
teman-teman seiman saya,
apabila saya datang meminta
pertolongan ke mereka.
Sehingga saya berpikir,....oooh,
ternyata teman seiman itu
hanya ada dalam kegiatan
rohani saja. Apabila sudah
menyentuh kehidupan sehari -
hari, TIDAK ADA YANG NAMANYA
TEMAN SEIMAN!!! Hal ini
berlangsung dalam hidup saya,
dan sangat menyiksa,
sehingga saya mengalami
DEPRESI berat. Bahkan saya
sempat beberapa kali mencoba
bunuh diri. Bisa dibayangkan,
saya yang aktif di berbagai
kegiatan rohani, pernah
menjabat sebagai ketua
lingkungan, pelayanan ke
beberapa kota, lahir baru,
hidup baru, tapi harus
mengalami semua kepahitan
hidup ini, sampai mencoba
bunuh diri, dan tidak
percaya dengan adanya TUHAN.
Saya berpikir, there's no
GOD!!! Yang ada hanyalah,
hidup ini memang harus
dijalani sesuai dengan apa
yang terjadi dalam kehidupan
kita, dan masing-masing
orang memang sudah memiliki
jalannya masing-masing.
Buktinya, ada banyak orang
yang tidak mengenal YESUS,
tapi hidupnya sangat
berkelimpahan, dan pastinya
sangat bahagia, karena
mereka dapat memenuhi apapun
kebutuhan dan keinginan
anggota keluarga mereka.
Sedangkan, banyak orang yang
hidupnya taat, menuruti
jalan dan perintah TUHAN,
tapi justru hidupnya
sengsara, berkekurangan,
bahkan seringkali hidup
mereka harus dikendalikan
oleh orang-orang yang tidak
mengenal TUHAN!! Jadi, apa
ini yang dinamakan dengan "
ADA TUHAN di DUNIA INI????!!!"
Tapi kini, setelah setahun
saya harus mengalami segala
kepahitan hidup yang datang
bertubi -tubi, KINI DENGAN
SEGENAP APA YANG ADA DALAM
HIDUP SAYA, dapat saya
NYATAKAN dan SAKSIKAN, bahwa
TUHAN SUNGGUH HIDUP!!!! DIA
sungguh BAIK!!!! DIA PENUH
KASIH DAN KUASA!!! DIA ADA
dalam segalaaaaaa peristiwa
dalam hidup kita, bahkan
yang tidak pernah
terpikirkan oleh kita, DIA
SEDIAKAN. Memang, TUHAN
adalah ARSITEK AGUNG yang
HEBAT!!!! DIA adalah AHLI
STRATEGI yang ULUNG!!! Tidak
ada peristiwa yang hebat
yang terjadi dalam hidup
saya. Masalah tetap ada.
Kekurangan dalam hidup tetap
terjadi. Hutang - hutang
tetap ada dan tetap
bertambah. Tapi,..... yang
menakjubkan saya, toh
akhirnya semua bisa saya
lalui hingga kini. Sekarang
saya bisa menoleh ke
belakang, dan melihat,....ooops,
semua kesulitan -kesulitan
yang tadinya saya pikir,
TIDAK MUNGKIN akan saya
lalui, ternyata lewat tuh.
Dan buktinya, saya tetap ada,
tetap menjalani hidup,
anak-anak saya masih bisa
bersekolah, istri saya masih
tetap di samping saya, saya
masih tinggal di rumah,
masih tetap memiliki
kendaraan, masih memiliki
pekerjaan, masih dapat
menikmati makanan, walaupun
semua itu harus saya lalui
dengan situasi, keadaan dan
taraf yang berbeda dengan
keadaan dahulu. Aaaaah,
leganya hati ini,
mendapatkan serta meng-imani,
bahwa TUHAN ADA, DIA HIDUP,
DIA MENGASIHI serta MENJAGA,
MEMELIHARA dan MEMPERHATIKAN
kita!! Jadi, apa yang saya
pelajari dari semua ini,
HARAPAN DALAM IMAN itu
SANGAT PENTING, itu yang
membuat kita terus dan tetap
harus hidup. Karena ada
sesuatu yang kita nantikan,
kita ingini, kita butuhkan,
menanti kita nun di sana.
Harapan dalam iman!! Harapan
tanpa Iman, akan membuat
kita kecewa, dan putus
pengharapan apabila harapan
itu tidak menjadi kenyataan
dalam waktu dekat. Tapi,
Harapan dalam iman, akan
memberi kita kekuatan untuk
tetap terus berharap,
walaupun belum menjadi
kenyataan, karena kita sadar,
suatu saat nanti, harapan
kita akan menjadi kenyataan,
oleh kuasaNYA. Bagaimana
harapan kita akan dipenuhi
olehNYA??? Dengan hidup
KUDUS, LAYAK, dan BERKENAN
kepadaNYA. Jadi, jangan
pernah berharap penuh,
apabila kita tidak dapat
mempersembahkan hidup yang
berkenan kepadaNYA. Tuhan
sesungguhnya tetap ingin
menolong kita, walaupun
hidup kita tidak berkenan
kepadaNYA. Tapi, DIA tidak
dapat melanggar "ATURAN
MAIN" yang telah disepakati
antara KERAJAAN ALLAH dan
KERAJAAN IBLIS, yang
termaktub dalam Kisah AYUB.
Tentu kita tidak rela
apabila IBLIS mencemooh
TUHAN, yang tetap membantu
manusia, walaupun hidupnya
sangat tidak layak untuk
mendapat pertolongan. Akan
tetapi, apabila kita hidup
layak seperti AYUB, TIDAK
ADA SUATU KUASA APAPUN JUGA
yang dapat membendung BERKAT
dan KASIH TUHAN, untuk
dicurahkan ke dalamn hidup
kita. Jadilah anak2 yang
hidupnya MEMBANGGAKAN TUHAN,
dan bukannya MENYUDUTKAN
serta MENEMPATKAN TUHAN
dalam posisi yang sulit.
Kini, saya hidup dengan
sangat bahagia, walaupun
masih tetap berkekurangan,
karena saya selalu "DICUKUPKAN"
olehNYA. Semoga kesaksian
ini, dapat menumbuhkan
harapan di dalam hati dan
pikiran teman-teman semua.
Percayalah, dalam menghadapi
kesulitan, kesusahan,
keterpurukan, keputusasaan,
hilangnya pengharapan, SAYA
SUDAH pernah mengalaminya,
dan saya sangat mengerti.
Hanya orang yang pernah
mengalami yang dapat
mengerti dan merasakan sama
seperti yang kita alami dan
rasakan. Sama seperti Yesus,
juga DIA rela menjelma
menjadi manusia agar dapat
merasakan sama seperti yang
manusia rasakan.
Persembahkanlah sesuatu yang
menyenangkan hatiNYA, dan
sabar, tetap setia, rendah
hati, maka kau akan melihat
dan mengalami mukjizat dalam
hidupmu, entah kapan, tapi
PASTI akan terjadi. Tuhan
memberkati......
|