Beberapa minggu yang lalu, paman saya yang tinggal di kota Garut menghadiri kebaktian keluarga di daerah Ranca Buaya, Pamengpeuk, Garut Selatan, Jawa Barat. Tempat itu cukup jauh dari Garut kota, sekitar 1.5 jam perjalanan dengan mobil pribadi. Kebaktian diadakan hari Rabu sore, dihadiri oleh belasan penduduk setempat yang telah menerima Yesus sebagai Juruslamat.
Selesai kebaktian, Paman menyuruh anaknya untuk pergi membeli obat nyamuk. Tak lama kemudian, 200an orang penduduk datang mengepung rumah itu, berteriak-teriak meminta pendeta, sambil membawa berbagai senjata tajam, kayu bakar dan obor. Karena kebaktian ini hanya kebaktian keluarga, tidak ada pendeta, maka Paman yang mewakili. Ia diseret keluar, diapit 2 orang dan sambil terus berdoa dia dibawa ke tempat lain.
Sepanjang jalan, orang ramai berteriak, "BUNUH! CINCANG! BAKAR! dan segala macam umpatan lainnya. Paman ditampar, dipukul, ditendang terus menerus, tetapi Tuhan turun tangan. Semua perlakuan kasar itu tidak menimbulkan sakit. Paman tetap dapat tegak berjalan meskipun ditendang di belakang lutut. Beberapa kali sabetan golok (semacam parang) Tuhan elakan dan mengenai orang lain.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba datang pengendara motor dan dengan mudah orang itu dapat meminta kepada orang banyak untuk membawa Paman pergi.
Paman dibonceng dan dibawa ke Kecamatan. Di sana Paman disidang dan diharuskan menandatangani "Surat Pernyataan Tidak Akan Mengadakan Kebaktian" lagi dan tinggal di situ semalaman. Ia boleh pulang keesokan paginya.
Ketika Paman periksa di RS Advent Bandung, hasil pemeriksaan menyatakan tidak ada luka dalam. Hanya mata sedikit lebam (biru), luka di hidung dan memar di punggung. Luka yang secara manusia tidak mungkin cuma segitu! Jemaat yang ditinggal saat Paman diciduk massa, mengira ia sudah mati terbunuh.
Kesaksian lain adalah anaknya yang pergi membeli obat nyamuk. Saat pulang, seseorang melarang dia untuk kembali ke rumah. Ia disuruh lari ke kebun dan bersembunyi. Tidak lama kemudian ramai orang datang mengepung dan menyisir kebun itu dengan obor dan senjata tajam. Tapi Tuhan ajaib! Ketika orang-orang itu sampai di tempat anak itu bersembunyi, sangat dekat tetapi anak itu tidak terlihat! Saat orang banyak pergi, ia lari ke hutan dan bersembunyi di sana sampai pagi.
Keesokan harinya ia diantar seseorang dan dengan bantuan Tuhan dapat sampai di rumah dengan selamat.
Mohon bantu doa untuk pelayanan di tempat tersebut. Juga agar Tuhan pulihkan trauma yang mereka alami. Terima kasih.
|